Yang Muda Yang Berkarya, Yang Muda Yang Tak Berdaya

Sudah berapa kali, kalian dengar bahwa anak-anak muda ini adalah agent of change yang bisa membuat perubahan besar? selama saya berkuliah sampai kini sudah lulus dua tahun kemudian pun masih sering terdengar istilah macam ini. Tentu generasi muda memang jadi harapan masyarakat Indonesia bukan, yang muda yang berkarya

Sebab, mereka bilang kami para pemuda ini punya energi lebih, semangat yang besar, lebih ramah teknologi, dan semacamnya. Jadi, kami akan lebih mampu untuk melakukan gebrakan. Halah.

Jangan lantas hanya bebankan ini ke generasi muda saja dong, sedangkan generasi sebelumnya tidak mampu begitu percaya atau bahkan berikan akses lebih untuk kami mampu melakukan hal lebih. Lelah sekali saya mendengar kalimat “anak kemarin sore”, “anak muda tau apa”, dan sebagainya.

Berapa banyak inovasi baru yang banyak ditolak dan dipandang rendah karena yang mencentuskannya anak-anak muda yang sering diremehkan ini. emangnya kenapa sih, apakah ada ego yang tergores oleh orang-orang yang lahir lebih duluan ini ketika akhirnya anak bau kencur ternyata lebih jago?

Biasanya, banyak dari golongan senior ini yang berikan argumentasi yang bertujuan untuk melawan masukkan anak-anak lebih muda dengan pengalaman yang sudah mereka pernah alami. Mungkin untuk beberapa hal, ini benar. Tapi bukan artinya semua hal bisa berlaku seperti itu.

Yang lucu, terkadang banyak dari golongan tua ini menolak ide dan gagasan baru yang lebih bagus dari anak-anak yang lebih muda karena dianggap aneh. Padahal mereka sendiri yang sudah berburuk sangka duluan. Lalu mereka juga yang mengeluh kenapa tidak ada kemajuan. Menurut ngana?

Baca juga : 3 Alasan Yang Membuat Seseorang Gagal Menulis

Tentu saja, anak-anak kencur ini lagi yang akan disalahkan. Diberi komentar yang jelek-jelek, belum lagi dibilang generasi sekarang lebih buruk dengaan tolak ukur mereka sendiri yang dibuat asal-asalan, abstrak, dan subjektif.

Ini baru masukkan dan saran, belum lagi soal kritik. Wah masih untung gak dibilang durhaka. Katanya dirasa tidak pantas dan lain-lain. Jika kritik yang diberi ada data konret dan bukti faktual, dibilang menggurui. Hadeh, serba salah deh.

Tidak bisa menutup fakta lain juga, bahwa anak muda sekarang lebih berani untuk bicara banyak soal hal-hal yang dianggap tabu oleh generasi sebelumnya. Kalau ternyata kami lebih punya nyali untuk menelanjangi hal yang harus diangkat, mengapa tidak.

Sebagai contoh, masalah kesehatan mental dan pelecehan seksual yang kini banyak jadi pembahasan di mana-mana. Di beberapa tahun kebelakangan, ini adalah hal tabu yang sangat sulit untuk dijadikan topik diskusi yang bisa dilakukan secara terang-terangan.

Kini, kalian bisa temukan pembicaraan ini di mana-mana. Akhirnya jadi pembuka mata dan menyadarkan bahwa ini adalah hal penting yang gak bisa dianggap receh lagi.

Namun tetap saja ada suara sumbang sebagai reaksi terhadap topik ini. Seperti dibilang bahwa pergi ke psikolog itu sudah pasti lemah dan sakit jiwa. Padahal belum tentu juga. Ini adalah hal yang harusnya dianggap lumrah. Belum lagi kalimat yang bikin saya mau muntah “lah zaman saya dulu mah..”

Juga reaksi terhadap pelecehan seksual yang juga gak jarang bikin marah. Banyak yang mengatakan bahwa pelecehan verbal seperti misalnya catcalling adalah hal yang harusnya dianggap biasa saja, karena ini kan dilakukan tanpa menyentuh korban. Cuma orang mesum saja yang bisa memaklumi ini. Asli deh.

Bukannya saya sangat pesimis dan juga murka ampun-ampunan sama generasi sebelumnya. Kesal saja sih, melihat banyak penolakan dan pandangan subjektif yang tidak mendasar namun beban juga tidak sedikit diberikan ke anak-anak muda ini.

Tidak apa-apa kawan, biar saja masih dianggap cemen karena masih muda. Yang penting kita bisa buktikan dan lumat omongan negatif ini, serta tunjukkan bahwa bonus demografi ini tidak sia-sia.

BACA JUGA : Polisi Katanya Mengayomi, Kok Represi?

Komentar
Puspita Anggraini

constantly posting about cats on her socmeds.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *