Waktu Untuk Tidak Menikah: Bersemayamlah Luka, Berdamailah Masa Lalu

Pernikahan lazimnya diadakan atas dasar suka sama suka, atau paling tidak salah satu diantara calon mempelai memiliki ketertarikan untuk menikah. Pilihan untuk tidak menikah dianggap hal yang tidak lumrah oleh sebagian orang.

Kedua orang tua Nursri termasuk ke dalam sebagian orang tersebut. Dalam cerita dikisahkan orang tua Nursri sangat ingin melihat Nursri menikah, Nursri pun berjanji akan menikah sebelum usianya memasuki 28 tahun.

Demi menepati janjinya, Ia pulang kampung ke kampung halamannya saat usianya sudah mendekati 28 tahun untuk melangsungkan pernikahan dengan seorang pria yang baru saja dikenalnya. Tapi, pernikahannya dibatalkan karena satu dan lain hal.

Kisah Nursri hanya satu dari serangkaian cerita pendek  dalam buku karangan Amanatia Junda. Isi buku dengan judul Waktu Untuk Tidak Menikah terdapat 14 cerita pendek  yang disajikan secara apik.

Kata-kata yang disusun memiliki makna yang begitu dalam, menjadikan setiap cerita pendek begitu nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pada cerita  Pisah Ranjang, Pada Jarak Yang Memisahkan, Waktu Untuk Tidak Menikah dan Meributkan Tanah yang Tak Bertuan.

Dari sekian banyak cerita yang disajikan dalam buku Waktu Untuk Tidak Menikah, hanya satu latar cerita yang sulit untuk saya gambarkan dalam imajinasi, judulnya Planet Tanpa Gravitasi. Dalam cerita itu berlatar bukan planet Bumi dan bukan pula Galaksi Bima Sakti  seperti yang kita tempati. Ilmu teknologi buatan manusia sudah sangat maju, mereka dapat terbang melintasi Planet layaknya pergi dari satu negara ke negara lain menggunakan  transportasi pesawat.

Aku naik superjet 005 untuk penerbangan ke Planet Sublim-planet yang hampir selalu lembab dan dibasahi rintik hujan. –halaman 141

Penggambaran planet  tersebut tidak dijelaskan secara terperinci, imajinasi saya tidak sampai untuk menggambarkan secara utuh keadaan planet yang dihuni oleh mereka seperti apa, kondisi udara dan airnya, lalu berpergian menggunakan superjet itu bagaimana rasanya, bentuk superjet itu seperti apa.

Walaupun begitu,  saya tetap dapat menikmati kisah yang ditulis oleh penulis. Cerita ini memiliki sudut pandang orang pertama, kisah percintaan yang gagal dialami oleh tokoh terasa amat menyakitkan, segala asa yang terpilin untuk hidup bersama kandas tanpa sisa.

Yang saya sesalkan dari kisah ini adalah ketika tokoh perempuan ingin kembali membuka luka itu.

kata-kata yang semenjak tadi berjejalan dalam gerbaku kini memburai. Lepas . Kegilaan. Mimpi. Pencapaian. Kebahagian orang lain. Masa lalu. Asa. Penyesalan. Pengabaian. Ketidakcocokan. Kebisuan. Rutinitas. Akhir tahun. Sensitif. Kekhawatiran. Beban. Rantau. Hijrah. Kaum beradab. Minggat. Sepasang. Keterasingan. Harga diri. Martabat. Kepastian. Keterasingan. Perjuangan. Pengorbanan. –Halaman 150

Saat saya pertama melihat buku ini, saya sempat berpikir keseluruhan cerita akan bertemakan sepasang muda-mudi yang jatuh cinta, nyatanya tidak demikian. Saya tertipu oleh judul, dalam buku ini terdapat cerita pilu seorang ibu, ada juga cerita tentang pertemanan. Setiap cerita tidak berkaitan satu sama lain. Latar belakang kehidupan setiap tokoh berbeda-beda, alur cerita  mudah dipahami. Bahasa yang digunakan juga mudah dimengerti.

 

Judul Buku: Waktu Untuk Tidak Mencintai

Penulis: Amanatia Junda

Penerbit: MOJOK

ISBN: 978-602-1318-76-8

Cetakan pertama, Oktober 2018

Halaman: Viii + 178 hlm, 14 x 21 cm

Komentar

Engga suka digigit nyamuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *