Uji Mental Persita pada Piala Menpora, Pertandingan Uji Mental?

Banyak dari para penggemar sepak bola Indonesia menantikan bergulirnya kembali laga pada Liga 1. Namun para suporter bola Indonesia harus menelan kenyataan yang pahit karena Liga 1 tidak kunjung mendapat kejelasan. Tapi ada pertandingan lain yang bsia menjadi uji mental Persita.

Untungnya kini para penggemar sepak bola sedikit terobati karena hadirnya Piala Menpora 2021 yang sudah mulai berjalan dari 21 Maret sampai 25 April 2021. Digelarnya Piala Menpora ini juga sekaligus menjadi uji coba pelaksanaan protokol pencegahan COVID-19 pada kompetisi sepak bola, khususnya menjelang penyelenggaraan musim Liga 1 2021. Karena sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, turnamen ini dilaksanakan tanpa adanya penonton. Acara ini juga akan digelar di empat wilayah yang akan menjadi tuan rumah yaitu Bandung, Sleman, Surakarta dan Malang dengan total 18 klub Liga 1 yang akan bertanding dengan sistem setengah kompetisi untuk fase grup.

Dari 18 klub yang akan bertanding salah satunya adalah klub kebanggaan masyarakat Tangerang yaitu Persita. Dengan keikutsertaan Persita juga menjadi ajang uji mental sebelum bergulirnya Liga 1. Apalagi dengan satu grupnya Persita bersama Persib diharapkan menjadi uji mental yang bagus untuk para punggawa klub ini dalam menciptakan tren baik melawan salah satu tim besar yang ada di Liga 1.

Sayangnya pada pertemuan pertama melawan Persib di tanggal 29 Maret 2021 Persita harus menerima kekalahan telak dengan skor 3-1. Beruntungnya, Chandra dapat meminimalisir skor dengan gol penaltinya di menit 45. Dengan menerima kekalahan pada pertandingan tersebut, Persita harus mencatat kekalahan untuk yang kedua kali.

Pada kekalahan pertamanya, Persita harus rela menerima keunggulan dari Persiraja dengan skor 3-1. Pada babak pertama, Persita tidak bisa menahan kuat serangan bertubi-tubi dari para punggawa Persiraja yang akhirnya 3 gol harus tercipta pada babak pertama.

Dengan dua kali kekalahan yang diterima Persita pada laga penyisihan di Piala Menpora, Persita harus berakhir pada urutan keempat di papan klasmen grup dengan 1 poin yang bisa diraih selama 3 pertandingan yang sudah dilewati.

baca juga: https://www.bacatangerang.com/mengenal-hamka-hamzah-pendekar-baru-persita-tangerang/

Namun pada laga terakhirnya bertemu Bali United yang berakhir imbang, pelatih Persita, Widodo Cahyono memuji semangat juang para punggawa Pendekar Cisadane itu karena telah bermain dengan konsisten meski pada akhir laga mereka harus menerima hasil yang imbang.

Menurutnya pujian terhadap para pemainnya harus dilakukan, karena timnya sudah mempersiapkan diri dengan baik pada saat sesi latihan. Dan itu yang menjadi kunci para pemainnya bisa menahan imbang saat melawan para punggawa Serdadu Tridatu.

“Pemain bisa mengaplikasikan dalam latihan, mengunci pemain Bali United dan membuat mereka tidak bisa berkembang. Hingga kami juga bisa mencetak gol membuat laga imbang,” jelas Pelatih Persita.

Sementara itu, gelandang jangkar Persita, Taufik Febrianto ikut bersyukur timnya mengakhiri ajang Piala Menpora tidak dengan tangan hampa. mendapatkan satu poin selama babak penyisihan, dapat menjadi modal pembenahan tim sebelum mengarungi kompetisi resmi nanti.

Pada gelaran Piala Menpora yang berakhir tidak terlalu baik untuk Persita, membuahkan evaluasi dan pembenahan yang banyak untuk Widodo Cahyono selaku Pelatih klub tersebut. Namun dengan hasil tersebut yang tidak menyenangkan membuat mental para punggawa Pendekar Cisadane terasah dan  siap menaklukan Liga 1 nanti.

Bermodalkan hasil imbang yang di dapat saat melawan Bali United, pelajaran penting yang bisa dibawa pulang Persita dan jadi modal bagus untuk mengarungi kompetisi Liga 1 nanti. Sudah lolos sepertinya dari uji mental Persta ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *