Tugu Adipura, Simbol Prestasi Tangerang Dalam Urusan Lingkungan

Melihat sekeliling daerah tentu ada begitu banyak sisi unik dan menarik. Terlepas dari hal itu, setiap daerah memiliki ciri khas nya tersendiri. Di Jogja ada sebuah tugu yang merupakan simbol pemersatu antara Raja/Kesultanan dengan rakyatnya. Kemudian ada banyak tugu lainnya di beberapa daerah yang menjadi perlambangan peristiwa penting dari wilayah tersebut. Tugu memiliki makna dan kisah dibalik keindahan dan kemewahannya.

Selain di Jogja terdapat juga tugu di Tangerang. Berlokasi di tengah Jl. Veteran, jl. M Yamin dan jl. Tmp Taruna berdiri tugu yang bernama Tugu Adipura. Asal mula pemberian nama Adipura berawal dari sebuah penghargaan Piala Adipura Kencana pada tahun 2010 untuk Kota Tangerang. Dan sudah 7 kali berturut-turut diperoleh Kota Tangerang sampai saat ini. Bahkan pada tahun 2013 dan 2017 Kota Tangerang di kategorikan sebagai Kota Metropolitan.

Atas pencapaian tersebut pemerintah berinisiasi untuk membangun sebuah bangunan berupa tugu. Tugu ini menjadi tanda atas keberhasilan Kota Tangerang meraih piala Adipura dari segi kebersihan, penghijauan dan keindahan Kota Tangerang.

Saat itu bapak walikota Wahidin Halim, kemudian dilanjutkan oleh bapak Arief Wismansyah yang sampai saat ini memang tidak dipungkiri atas bukti kerja kerasnya. Mereka bisa membuktikan mampu membangun citra baik untuk Kota Tangerang.

Tugu ini bisa mengingatkan masyarakat Tangerang agar tetap menjaga kebersihan di lingkungannya. Sehingga kota yang di tempati akan lebih nyaman, indah dan aman. Masyarakat harus bekerjasama dengan pemerintahan agar mempertahankan gelar ini.

Pada tahun 2015 tugu ini di renovasi. Bukan mengganti tugunya melainkan mengecat ulang, memberi tambahan lampu serta menambah tanaman disekelilingnya, sehingga keindahan tugu ini bisa terjaga. Bola dunia pada bagian atas tugu ini di beri warna oranye yang melambangkan atas kerja keras dinas kebersihan dalam melakukan tugasnya.

Setiap hari minggu pagi akses jalan menuju tugu ini ditutup untuk acara CFD (car free day). Tujuannya agar masyarakat bisa berolahraga di tempat tersebut. Baik mengikuti senam, bermain sepak bola, bulu tangkis, maupun yang lainnya. Di sana kita bisa menikmati suasana pagi yang sejuk dan segar. Tidak lupa juga untuk merawat kebersihan lingkungan. Jadi, badan sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Setelah capek berolahraga, di tempat ini juga banyak menyuguhkan jajanan yang enak. Mulai dari makanan seperti papeda sampai makanan berat seperti lontong sayur pun tersedia. Dan untuk jenis minumannya juga cukup banyak tersaji. Tinggal pilih saja mau yang mana. Pas, pokoknya sebagai sarapan setelah capek berolahraga.

Nah, di sana juga terdapat satu komunitas yang mengajak kita untuk membaca buku. Jadi jika orang tua yang membawa anaknya ketempat ini tidak usah khawatir kalau ingin ikut senam. Bisa dititipkan ke komunitas ini, disini pun disediakan buku bacaan anak-anak agar mereka bisa belajar membaca.

Selain itu untuk yang telah capek berolahraga juga bisa mampir ke komunitas ini, sambil baca buku sekalian sarapan. Selain badan menjadi sehat, pikiran juga terawat. Simpelnya nambah pengetahuan baru.

Tempat ini memang asik sekali setiap minggunya. Selain kita bisa memandang lebih dekat tugu ini, kita juga bisa mengikuti acara CFD.

Sebagai masyarakat Kota Tangerang kita patut bangga dalam pencapaian sejauh ini, semoga di tahun 2018 Kota Tangerang bisa tetap mempertahankan predikat dengan kota terbersih dalam urusan lingkungan hidup. Kebijakan pemerintah dan perilaku masyarakat menjadi tolak ukur untuk semakin majunya daerah.

Mulai lah perilaku dari hal kecil, jangan buang sampah sembarangan. Ya, kalo habis makan dan minum sampahnya di buang pada tempatnya, jangan menyusahkan petugas dinas kebersihan yang harus membersihkannya. Seharusnya kita bisa membantu pekerjaan dinas kebersihan ini mulai dari diri sendiri.

Toh, ada pepatah bilang ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’. Tunjukan lah bahwa kita mempunyai iman yang baik dengan cara merawat lingkungan agar tetap besih.

Komentar

Banyak buku, sedikit nyender, tapi tidak oleng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *