Tips-Tips Meminjamkan Buku Kepada Teman

Bagi sebagian orang, membaca buku merupakan kegiatan yang sangat membosankan. Apalagi yang isinya tulisan semua, tanpa disertai gambar-gambar. Namun, ada juga orang-orang yang senang membaca setebal apapun buku itu, dan mereka biasanya menjadwalkan berapa buku yang harus mereka baca selama sehari ataupun perbulannya. Mencari buku-buku yang harus dibacanya pun terkadang membeli sendiri atau meminjam kepada teman-temannya.

Disini kita bisa lihat, akan adanya buku ternyata sangat bermanfaat sekali. Dapat dikatakan bahwa dengan adanya buku merupakan modal penting dalam membedah ilmu pengetahuan. Ya, berbicara tentang ilmu pengetahuan sekupnya tidak hanya untuk urusan akademik, namun lebih kepada isi bukunya.

Membaca buku juga membuat motorik halus manusia menjadi lebih terangsang, karena dari itu kita bisa memahami dan membaca alur demi alur di dalam buku tersebut. Disamping itu pembenaran kosakata pun akan semakin terasah, jadi lama kelamaan perbendarahaan kata di diri kita semakin banyak. Cukup menarik bukan, dengan kita membaca buku?

Tapi, fakta yang miris terjadi hari ini bahwa Indonesia sebagai negara yang berkembang jauh dari kata masyarakatnya yang gemar untuk mengoleksi buku. Hanya sebagian saja yang cenderung menyukainya dan juga memiliki hasrat untuk memenuhi kamarnya dengan berbagai tumpukan koleksi buku yang dibeli, itu pun karena memang sejak kecil sudah diperkenalkan dengan banyak buku. Berbeda dengan negara-negara lain yang sudah sangat melek dengan aksara.

Contohnya saja di Jerman, rata-rata penduduk di sana animonya sangat besar sekali terhadap buku. Bahkan sebanyak 53% masyarakat di sana membeli buku untuk keperluan pribadi dan berapa persen sisanya, membeli buku untuk dihadiahkan atau dipinjamkan. Tidak bisa ditampik memang Indonesia berada jauh levelnya dibandingkan dengan negara Jerman yang sekarang menduduki peringkat 8 dalam urusan literasi dan buku.

Kenyataan yang hadir di masyarakat Indonesia, berbanding terbalik dengan negara Jerman yang cenderung mengoleksi buku untuk kebutuhan pribadi. Ketimbang membeli buku, ada baiknya ya pinjam dahulu kalau memang bisa. Itu langkah simpel yang dapat dilakukan oleh sebagian masyarakat kita.

Disatu sisi, kadang kita pun merasa jengkel ketika meminjamkan buku ke teman atau siapapun yang dikenal. Perkara keadaan buku yang dikembalikan tidak secakep sebelumnya atau buku tersebut entah sudah hilang kemana, dengan berbagai macam alasan yang dibuat-buat yang seakan itu menjadi sebuah pelapis agar tidak tertusuk duri yang tajam (omelan).

Tidak usah riskan untuk hal tersebut, disini ada beberapa tips yang kiranya dapat menolongmu agar buku-buku yang dipinjamkan dapat kembali pulang dengan selamat dan mendarat di pangkuanmu.

1. Beri Banyak Persyaratan

Dalam meminjamkan buku memang agak terkesan dilematis, karena tidak ingin buku tercinta kita harus berubah keadaan fisiknya menjadi lecek, robek bahkan halaman demi halaman telah hilang direnggut nya. Jadi untuk menanggulangi agar buku tidak dapat seperti itu, kamu hanya perlu sikap tegas dan kasih persyaratan susah layaknya ia sedang mengikuti tes CPNS, dengan memberi banyak persyaratan seperti itu jadinya si peminjam akan berpikir dua kali.

Ia akan merasa dirumitkan dengan persyaratan yang bejibun dan hatinya akan merasa berdebar-debar saat kita melakukan sikap tegas untuk meminjamkan buku. Kuncinya simpel, kalau kamu tegas, berani negur, pasti buku itu tidak akan rusak.

2. Kasih Batas Waktu

Seperti perpustakaan yang menyediakan akses meminjam buku, di sini kamu harus pahami bahwa meminjam buku di perpustakaan sangatlah berbeda dibanding meminjam buku kepada teman. Sebagai peminjam pun harus tau diri kapan tenggat waktu harus dikembalikan. Tapi, ya kasih waktunya yang rasional sedikit. Tidak harus 1×24 jam wajib lapor juga dong, maksudnya dikembalikan. Buku itu kan dibaca, perlu jerih payah yang lumayan susah untuk memahaminya, ga semua orang gampang untuk meluangkan waktu banyak dalam membaca buku.

Bila dia tetap ngeyel, kamu bisa terapin yang sekiranya agak seram seperti ini; ketemuin dia terus, coba ingatkan selalu, nanti juga dia akan merasa seperti dihantui

3. Sisipkan Catatan Kecil

Bukan maksud membuat teka-teki misterius seperti yang ada di kisah Dilan dan Milea, dengan Dilan yang mengirimkan daftar menu baru kantin sekolah ke rumah Milea. Entah itu scene yang menurut saya masih absurd. Namun, sisipkan note kecil sebagai pengingat bahwa buku itu masih milik dirimu dan kamu masih mencintai buku itu. Intinya, kita harus bisa membedakan soal kecintaan dengan pertemanan.

Ya, singkatnya katakan saja kepada dia “Untuk urusan buku, aku lebih cinta kepada buku dibanding dia atau yang lain. Jadi, jagalah buku itu seperti kamu menjaga kedua orangtuamu”, atau gunakan kata-kata singkat maut yang membuat tersadarkan secara nyata, seperti kamu buat kata-kata tentang “karma pasti terjadi”.

4. Ajak Ulas Kembali Buku Yang Dipinjam

Rasa senang akan keluar dari dalam hati ketika temanmu yang meminjam akan berjanji untuk mengulas isi buku bersama. Namun, tunggu dulu sejenak dan pikirkan akan timbul adanya dua persepsi yang berseberangan, terhadap pandangan buku tersebut yang telah usai dibaca.

”Kalau kita berselisih paham tolong ingatkan aku untuk kimpromi. Bukan lari” – NKCTHI

Jadi, sebaiknya tidak usah lari, toh perbedaan itu adalah sebuah hal yang wajar. Nikmatilah untuk mengulas bersama dengan sesuka hati. Sedikit lebihnya, bisa melegakan diri kamu yang selama ini memikirkan buku itu. Setelah mengulas, jangan lupa untuk ambil buku itu kembali.

Itulah beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk bisa meminjamkan buku kepada teman. Jangan sampai pelit untuk berbagi ilmu kalau meminjamkan buku saja masih ragu. Sebab, kita ini adalah makhluk sosialis dengan jiwa rendah hati dan saling memiliki. Ingat, buku yang diipinjam jangan sampai diakuisisi atau beli saja sendiri buku yang kalian sukai. Semoga terilhami~

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *