Tips Membeli Buku Agar Tak Berperilaku Impulsive Buying

Saat ini tingkat konsumsi masyarakat akan bahan bacaan perlahan meningkat. Meski kondisi pandemi belum pulih sepenuhnya, namun kebanyakan para pembaca mulai berbondong-bondong membeli buku agar bisa mengisi waktu luang setidaknya agar terlihat sedikit produktif.

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika membeli buku agar tak berperilaku Impulsive Buying; kondisi perilaku seseorang yang memutuskan membeli sesuatu secara spontan atau di luar rencana (tanpa melibatkan pikiran) yang seketika begitu saja membeli buku secepatnya. Alih-alih menganggap kalau beli buku adalah tindakan benar, hanya saja kurang efektif.

Untuk itu mari sobat pembaca baiknya kenali apa saja tips dalam membeli buku agar tak mengedepankan perilaku Impulsive Buying dibawah ini:

  • Mencari atau mendapatkan rekomendasi buku sesuai kebutuhan

Hal pertama yang mesti dilakukan adalah bagaimana kita sendiri mampu mencari atau mendapatkan rekomendasi buku sesuai kebutuhan, dari segi genre maupun kualitas penulisnya. Karena kecenderungan membeli buku secara impulsif, kedepannya akan ada saja perkataan “Salah Beli.” Karena menganggap buku yang dibaca itu tak sesuai harapan. Jangan sampai buku yang dibeli tersebut hanya ditimbun begitu saja, tanpa ada nilai plus untuk diri kalian.

  • Menggali informasi tentang buku yang direkomendasikan melalui Instagram, Blog, Youtube, Googreads

Menggali kedalaman informasi mengenai buku yang sudah direkomendasikan dari berbagai medium merupakan hal penting selanjutnya. Kadang ada saja, beberapa informasi atau sinposis sebuah buku yang tak sesuai dengan yang kita inginkan. Maka dari itu cermat dalam menggali informasi soal buku tersebut adalah hal yang pokok untuk kita lakukan, guna terhindar dari asal tunjuk, pilih dan beli begitu saja.

  • Membuat daftar book wishlist

Sebelum memutuskan menekan tombol checkout di keranjang marketplace. Alangkah baiknya terlebih dahulu membuat daftar book wishlist ya! Karena akan ada saja momen naas yang bakal menimpa kalian.

Berangkat dari pengalaman yang pernah saya alami, ketika saking terburu-buru ada salah satu buku yang luput untuk dimasukan ke dalam keranjang pesanan. Alhasil, saya mesti menunggu bulan berikutnya untuk membeli satu buku yang tertinggal. Sebab, anggaran membeli buku bulan tersebut sudah saya habiskan semua.

  • Follow akun penerbit buku incaran dan pantengin promo diskonnya

Selanjutnya kita masuk pada hal yang selalu diincar oleh masyarakat Indonesia yaitu “Diskon”. Kata tersebut kerap kali melekat bagi kebanyakan orang termasuk para pembaca yang ingin dapat potongan harga selangit dengan catatan buku murah dan kualitas terbaik.

Solusinya, sudah pasti mesti rajin follow akun-akun media sosial penerbit buku agar tahu kapan hadir promo diskonnya. Terkadang juga ada penerbit yang mengadakan giveaway loh! Nah, ini merupakan kesempatan emas supaya dapat buku incaran lewat jalur cuma-cuma.

  • Membandingkan harga setiap toko buku original dengan harga termurah

Hal terakhir yang mesti diperhatikan sobat pembaca sebelum memutuskan untuk berbelanja buku, yaitu punya pertimbangan memilah, membandingkan harga dari setiap toko buku demi mendapatkan harga terbaik. Karena tidak jarang muncul perbedaan mendasar mengenai kapan promo diskon maupun promo gratis ongkir diterbitkan oleh suatu buku. Perbedaan 1000 atau 2000 Rupiah tentu bisa saja punya pengaruh seseorang dalam membeli loh!

Beberapa poin di atas sejatinya mungkin hanya parameter dasar agar kita lebih jeli, tidak memandang dalam perspektif sempit, apalagi cukup penting akan adanya perilaku membeli buku. Walau demikian, saya akui mungkin jauh ke depan, masih ada banyak lagi opsi lainnya, karena kita tidak terpaku pada saat ini saja. Bahkan opsi lain akan bertambah seiring berkembangnya teknologi, dan kemajuan jaman. Akan ada muncul win-win solution yang membantu kita agar bisa berperilaku lebih moderat menyangkut soal buku.

Jadi, sudah siap membeli buku kembali dengan tidak berperilaku impulsive buying?

Komentar
Dimas Wildani

You know my name, not my story

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *