Tips Bagi Orang Tua Dampingi Anak Saat KBM Daring

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) via daring selama kurang lebih 5 bulan telah dijalani oleh siswa. Dimana, seperti kita ketahui meski terdampak pandemi negara tetap harus bertanggung jawab mengasupi para generasi muda lewat pendidikan. Hasilnya mereka bisa tetap mendapatkan bahan ajar dari para guru meski dengan bertatap muka secara virtual.

Akan tetapi sistem belajar via daring, dirasa tidak berjalan mulus, ada saja hambatannya. Masalah yang kerap terjadi dari mulai penunjang fasilitas internet di Indonesia yang belum tersebar secara baik, keefektifan pembelajaran via daring hingga peran orang tua siswa.

Peran dari para orang tua sangatlah penting ketika mendampingi anak saat KBM daring berlangsung. Mengingat, ketika anak tidak mendapatkan pengawasan dan bimbingan, mereka akan abai atau malah lepas kendali. Seperti salah satu kisah dari teman saya, orang tuanya mempercayakan kepada sang anak untuk menggunakan ponsel agar mengikuti pelajaran via daring, hasilnya anak tersebut tidak mengikuti pembelajaran dan lebih memilih untuk menonton tayangan di Youtube.

Itulah kenapa kemudian, begitu penting peranan dari orang tua. Di sini saya akan menjabarkan beberapa tips bagi para orang tua dalam mendampingi anak saat KBM daring, berikut diantaranya:

  • Menguasai teknologi

Ketika melaksanakan KBM daring, kadangkala ada saja kendala yang kerap terjadi. Dimana siswa sebagai peserta didik kurang menguasai teknologi. Sehingga hambatan seperti itu, tidak dapat menunjang proses belajar mengajar.

Oleh karena itu, para orang tua sangat perlu sekali menguasai teknologi macam aplikasi Zoom, Google Meet ataupun aplikasi meeting lainnya. Sehingga kedepannya akan dapat membantu anak ketika mengalami kendala. Untuk itu setidaknya para orang tua mampu menguasai pengetahuan dasar dari beberapa aplikasi meeting tersebut.

  • Memantau perkembangan nilai

Jika pembelajaran saja dilaksanakan via daring, tak terkecuali dengan penilaian yang diberikan oleh guru.
Penilaian berupa ulangan maupun tugas-tugas yang kerap diberikan tentu saja harus dikerjakan dengan baik, demi mendapatkan nilai yang memuaskan.

Nah, terkadang masalah muncul pada sikap orang tua yang acuh terhadap nilai yang didapatkan oleh anak. Jelas, ini merupakan evaluasi mendasar. Jangan sampai anak mengalami penurunan semangat ketika mengikuti KBM via daring lantaran para orang tua yang kurang peduli terhadap nilai. Atau malah kejamnya, ketika tau nilai anak jelek langsung mengomeli atau memberinya hukuman.

Untuk itu, bagi para orang tua seharusnya jangan bersikap acuh bahkan jahat. Harus selalu memantau anak, bagaimana perkembangan nilai yang didapatkan. Sehingga para orang tua bisa melakukan Treatment dan hasilnya dapat nilai memuaskan.

Tapi, bukan berarti orang tua yang malah mengerjakan tugas-tugasnya, dengan harapan sang anak mendapatkan nilai bagus. Itu sih, namanya orang tua yang gila nilai. Biarkan saja sang anak mengerjakan tugas dengan hasil apa adanya. Setidaknya itu lebih terhormat dan punya sisi pembelajaran. Kasih juga perlakuan secara halus, perlahan-lahan dibimbing dan dinasehati sembari memberinya semangat ketika mengerjakan tugas.

  • Berkonsultasi secara rutin dengan guru

Selanjutnya, untuk para orang tua juga harus secara rutin berkonsultasi dengan guru atau wali kelas. Dengan rutin berkonsultasi, setiap masukan yang diberikan dari guru untuk orang tua bisa membantu membimbing anak dalam menjalani KBM daring.
Sekaligus jadi bahan evaluasi dalam meningkatkan metode pembelajaran yang diberikan oleh pihak sekolah.

Terkait cara berkonsultasi, para orang tua cukup meminta kontak dari masing-masing guru yang mengajar. Konsultasikan apa saja yang harus diperbaiki anak.

Baca Juga: Memaknai Istilah Readgret Di Kalangan Pembaca

Beberapa tips di atas, semoga bisa membantu. Karena bagaimana pun KBM daring bisa saja akan berlanjut dalam waktu yang cukup lama. Maka dari itu, terus damping buah hati kalian dan tidak mengabaikannya. Demi tercapainya keberlangsungan kegiatan belajar mengajar daring dengan baik dan anak dapat tumbuh sebagai generasi penerus bangsa yang pandai, taat dan sayang terhadap keluarga. Kalau sudah begitu kan enak bilang ke tetangga “Si kecil sekarang sudah mulai aktif dan pintar ya bund.”

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *