Tiga Film Tentang Buku yang Wajib Kamu Tonton

Literasi tidak melulu berbicara soal membaca dan menulis. Berliterasi juga bisa dilakukan dengan menonton film. Tentu, setiap film mempunyai pesan-pesan yang ingin disampaikan dan terdapat pelajaran yang bisa kita ambil.

Mungkin, jika kita hanya membaca buku secara terus menerus, kita akan dilanda rasa jenuh ataupun bosan. Ada kalanya otak butuh sesuatu hal yang baru. Apalagi ketika kita sedang stres dan bagi yang terbiasa membaca namun sedang bosan membaca bisa dilampiaskan menonton film-film berikut untuk sekedar me-refresh otak.

Jika kemarin kita sudah membahas mengenai Film-film yang mengandung unsur puisi, sekarang kita akan membahas tentang film yang berkaitan dengan buku. Film-film berikut memiliki kisah yang tak kalah menarik, bahkan ada yang berhasil meraih penghargaan.

Berikut 3 film dengan dengan tema buku yang patut ditonton:

  1. The Diary Of Anne Frank

Anne Frank adalah gadis yahudi yang menjadi korban kekejaman Nazi pada Perang Dunia II. Pada saat kejadian Holocaust hanya ayahnya seorang yang berhasil selamat dari kekejaman Nazi.

Anne Frank suka menulis buku diary sejak ia dibelikan buku catatan pada saat ulang tahunnya yang ke-13. Diary tersebut mulai ditulis pada tanggal 20 Juni 1942. Anne Frank menulis tentang banyak hal dalam diary ini. Mulai dari Anne yang bercita-cita jadi jurnalis sampai larangan-larangan yang terlalu mengekang dan mendeskriminasi kaum Yahudi.

Dikisahkan Anne Frank sempat bersembunyi di ruang rahasia yang disebut dengan Achterhuis (rumah kecil dibelakang gedung) yang dibelakang gedung Otto Frank (ayah Anne Frank). Pintu masuknya ditutup oleh rak buku agar tidak dicurigai. Mereka bersembunyi di dalamnya, namun akhirnya persembunyian itu terbongkar oleh Nazi. Anne dan keluarga pun dibawa ke kamp konsentrasi Bergen-Bersen.

Ketika dibawa ke kamp konsentrasi kehidupan Anne begitu tersiksa. Ibu Anne meninggal terlebih dahulu akibat kelaparan. Akhirnya Anne pun meninggal karena terjangkit virus pada Februari 1945.

Hanya Otto Frank ayah Anne seorang yang bertahan hingga dia bebas dari jeratan Nazi. Ketika dia keluar dari kamp konsentrasi, salah seorang penolong bernama Miep Gies menemukan buku diary Anne Frank dan menyimpannya kemudian diserahkan pada Otto Frank.

Ketika Otto membaca buku itu ia pun terharu. Otto pun tau bahwa Anne Frank bercita-cita menjadi jurnalis dan berharap buku diarynya itu dapat diterbitkan. Oleh karena itu, Otto Frank berusaha menerbitkan buku itu.

Tidak disangka-sangka buku itu mendapat banyak perhatian. Buku diary Anne frank berhasil terbit dan bahkan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Buku diary inilah yang akhirnya menjadi saksi bisu kekejaman Nazi pada saat itu.

Bagi teman-teman yang belum sempat membaca bukunya, atau malas mencarinya bisa saja kalian menonton film ini.

  1. You’ve Got Mail (1998)

Film besutan Amerika Serikat ini bergenre drama komedi dan dibintangi oleh Tom Hanks, Meg Ryan, Greg Kinnear, juga Parker Posey. Film ini berkisah tentang 2 orang yang begitu dekat di sosial media tapi ternyata mereka adalah 2 kompetitor di dunia nyata.

Kathleen Kaly (Meg Ryan) adalah seorang pecinta buku. Ia pun membuka toko buku kecil di pinggir kota bernama shop around the corner. Toko buku milik Kathleen Kaly memang terbilang kecil, namun memiliki koleksi buku yang lengkap. Ketika orang mencari sebuah buku maka akan ke toko buku ini.

Konflik dimulai ketika berdiri toko buku lain yang menjadi pesaing Kathleen Kaly di kota itu. Toko buku tersebut bernama Foxs Books, terbilang lebih besar, otomatis juga memiliki koleksi yang lebih lengkap. Akibatnya, eksistensi toko buku Kathleen Kaly pun meredup seiring berjalannya waktu.

Kathleen pun tidak tinggal diam, ia pun mengibarkan bendera perlawanan. Usut punya usut ternyata toko buku Foxs Book milik salah seorang pemuda seumuran Kathleen Kaly bernama Joe Fox.

Akibat persaingan antara keduanya mereka pun sering terlibat pertengkaran. Namun, ada hal yang tidak mereka sadari. Sebenarnya Kathleen Kaly dan Joe Fox sangatlah dekat di dunia maya. Diketahui mereka berdua sama-sama menggunakan nickname, sehingga diantara mereka tidak tidak mengenali secara jelas siapa yang menggunakan nickname itu.

Film ini menjadi seru untuk di tonton. Karena ada unsur komedinya menjadikan film ini cocok sebagai pelarian ketika stres.

  1. The Book Thief

Secara umum film ini bercerita tentang ketertindasan kaum yahudi  pada zaman perang dunia. Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama, penulisnya adalah Markus Zusak. Film ini disutradarai oleh Brian Pricival. Berkisah tentang Liesel Meminger (Sophie Nelisse) yang gemar membaca buku.

Awalnya Liesel adalah seorang buta huruf. Namun, hasrat ingin tahu dan penasaran terhadap buku telah muncul. Hal itu digambarkan ketika Liesel mencuri buku dari seseorang penggali kubur. Hans Huberman, ayah angkat Leisel membacakan buku tersebut untuk Leisel sekaligus mengajarinya membaca.

Akan tetapi kecintaannya terhadap buku terhalang oleh kekangan Nazi saat itu. Kaum fasis begitu takut dengan buku-buku yang bersebrangan dengan ideologi mereka. Pada film itu dikisahkan buku-buku, film, koran, dan majalah dibakar. Kaum fasis menganggap bahwa itu semua adalah kotoran intelektual maka dari itu lebih baik dibakar.

Itulah ketiga film yang berkaitan dengan buku dengan kisah yang begitu menarik. Terdapat banyak pesan dan pelajaran yang mampu kita ambil.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *