Tetap Berliterasi Di Tengah Wabah Corona

Virus corona menyebar begitu cepat di Indonesia. Tercatat sudah ada 790 kasus yang terinfeksi akibat virus corona, 58 meninggal dan 31 sembuh. Ini bukan angka yang sembarangan, angka kematian lebih besar daripada jumlah pasien yang sembuh. Menandakan bahwa virus corona tidak boleh dianggap sepele atau jadi bahan lelucon.

Meski pemerintah telah memberi label social distancing untuk memperlambat penyebaran virus corona. Namun tetap saja banyak masyarakat yang bandel, seolah-olah tidak peduli dengan bahayanya virus ini. Yah, kalo mati ya mati saja, toh semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, jadi biar saja tetap berkeliaran di luar. Virus ini seakan ditantang untuk hinggap di tubuh dan mereka hanya tinggal pasrah menerima nasib keadaan diinfeksi sampai ajal menjemput.

Jelas bukan seperti itu logikanya, kalau mereka tetap berkeliaran dan ujung-ujungnya ternyata positif mengidap corona tentu berimbas kepada orang yang pernah kontak langsung dengannya, sehingga penyebaran pun akan berdampak luas. Janganlah juga sesuka hati, beranggapan bahwa orang Indonesia itu kebal-kebal karena imunnya kuat dan negara yang punya iklim tropis buat corona tidak dapat mudah menjangkit. Bukan seperti itu lho wahai penduduk negara +62 yang budiman.

Kalau boleh disandingkan, kita mungkin akan sama saja seperti negara Skotlandia. Dihimbau untuk tetap di kota, warganya malah nekat untuk mengisolasi diri ke pulau-pulau terpencil dan daerah pedesaan. Miris memang, karakter masyarakat kita masih saja ada yang seperti itu, sulit di atur.

Baca Juga : Membaca Derita Di Hiroshima

Makanya ini jadi salah satu faktor mengapa virus corona cepat tersebar di Indonesia. Selain itu pula pemerintah pusat kita juga geraknya lamban dan terkesan menyepelakan kasus, tak heran mengapa hari ini angka penyebaran virus corona di Indonesia berkembang pesat. Pemerintah dan masyarakatnya belum mampu untuk saling bahu-membahu dalam menekan angka persebaran virus corona.

Sebenarnya sebagai masyarakat yang baik, untuk sekarang ini di rumah aja adalah salah satu bentuk sikap kemanusiaan yang bisa dilakukan. Dengan tetap berdiam diri di rumah, kita bisa memperlambat penyebaran virus corona yang semakin menggila.

Namun selain di rumah aja, tentu kita bisa tetap menggerakan budaya literasi. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Apa aja sih sebenarnya yang bisa kita lakukan dengan gerakan literasi dalam menghadapi corona ini ?

Distribusi dan Baca Buku

Membaca buku merupakan salah satu alternatif terbaik saat keadaan memaksa untuk tetap berdiam diri di rumah. Jika kalian pun sudah bosan dengan dunia maya, cobalah sesekali baca buku, sebab ada pepatah bilang dengan membaca buku akan menambah wawasan. Tentu ini jadi sebuah hal positif dong untuk bisa kalian lakukan di rumah.

Selain membaca buku, kalian bisa bagi buku ke rumah-rumah tetangga atau orang terdekat untuk bahan bacaan mereka. Hal ini dilakukan supaya buku-buku lama yang sudah kalian baca bisa terdistribusi dengan baik. Jika seandainya wabah ini telah usai, kalian bisa kembali mendekatkan diri pada mereka dengan cara berbagi pengalaman seputar buku yang telah dibaca.

Baca Juga : Kota Dengan Data Peminjam Buku Terbanyak Di Dunia

Menjual Buku Untuk Keperluan Donasi

Kalau tadi seputar membagikan buku, kini menggerakan literasi lewat penggalangan dana dengan menjual buku-buku bacaan yang sudah tidak kalian baca dan hasilnya didonasikan untuk kepentingan menghadapi pandemi corona. Atau bahkan yang punya keahlian desain bisa juga dengan menjual karyanya untuk disumbangkan. Dengan dua cara seperti ini diharap bisa bantu membeli keperluan masker dan hand sanitizer, terlebih APD (Alat Pelindung Diri) yang sulit sekali didapatkan, khususnya bagi petugas medis yang saat ini sangat membutuhkan.

Terlibat Kampanye

Terlibat dalam berbagai kampanye seperti dirumah aja adalah suatu bentuk respon positif kalian dalam menggerakan literasi, paham akan isu, berbagi berita akurat, pokonya rakyat bantu rakyat. Hal ini dilakukan guna memberikan literasi lebih bagi masyarakat, agar paham betul betapa pentingnya kesadaran diri, serta peri kemanusiaan. Dengan mengikuti segala kampanye positif yang ada, tandanya kita juga mendukung penuh hal-hal baik yang bisa dilakukan sebagai masyarakat demi mencegah penyeberan virus corona.

Jika bukan berawal dari kita lalu siapa? Selagi bisa memberikan yang terbaik, lakukan meski itu hal kecil. Gerakan literasi akan terus ada dan mendukung hal-hal baik dalam keadaan apapun, seperti sekarang ini. Bagi saya rasa kemanusiaan di atas segalanya, panjang umur hal-hal baik.

Semoga gerakan kemanusiaan yang sudah diinisiasikan semacam ini nantinya menular kepada yang lain untuk membantu masyarakat yang terkena dampak corona. Terima kasih juga untuk siapapun yang sudah berada di garis terdepan dalam mengatasi, memberikan pelayanan dengan ketulusan hati, walau nyawa taruhannya. Mari kita dukung gerakan di rumah aja dengan berbagai bentuk kegiatan literasi seperti tadi.

Baca Juga : Meneladani Kisah Perjuangan Aria Wangsakara Sebagai Pahlawan Tangerang

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *