Menangis

Tempat Terbaik Untuk Menangis Di Tangerang

Menangis adalah sebuah bentuk luapan emosi atas dasar berbagai macam hal yang telah terjadi. Dalam urusan menumpahkan air mata (menangis) banyak hal yang jadi penyebab nya, tergantung kebutuhan tangis tersebut.

Marah yang teralu, sedih yang terlalu, atau bahkan kebahagiaan yang terlalu. Namun, namanya manusia, 70% terdiri dari air, sisanya adalah gengsi. Jadinya untuk menangis saja takut dibilang cengeng, baperan, atau bahkan lebay.

Atas alasan yang saya sebut tadi, menangis diam-diam menjadi solusi ketika ingin meluapkan emosi, tanpa harus mengubah citra, yang mungkin kerap dikenal galak, tangguh bahkan sangar. Padahal, banyak kutipan bijak yang mengatakan kalau menangis sesungguhnya adalah lambang kekuatan.

Jadi, janganlah berpikir kalau menangis adalah milik orang-orang lemah. Meski faktnya, di sekeliling sering kita temukan, sebagian orang menangis asal tumpah dipundak teman atau meringkuk sendirian di pojok tembok ruangan. Padahal, bila di plot kan secara baik, menangis akan terlihat keren dikarenakan pas dalam pemilihan tempat nya.

Berikut adalah beberapa tempat yang bisa untuk menangis dalam sunyi kamu.

 

1. Taman Elektrik

Apa yang dipikirkan ketika kamu mendatangi taman? Tentu menciptakan hal-hal asyik bersama teman-teman, gebetan ataupun selingkuhan yang menawan. Namun, bisa juga apabila taman digunakan untuk melepaskan rasa sedih dan pilu. Sah-sah saja, selagi bisa menjaga kadar kegaduhan, karena tidak dipungkiri bahwa rasa sedih akan meluap-luap di pikiran, diikuti tingkat amarah yang memberontak tidak karuan.

Nah, Taman Elektrik menjadi rujukan buat kamu yang bisa menumpahkan hal-hal tersebut, terlebih taman elektrik ini akan membawa suasana sedih kamu sedikit lebih chill (santai). Dengan dipadu gemerlapnya cahaya redup yang bersinar pada lampu hias yang menyerupai bunga.

Seandainya dirimu sudah sedikit terobati dengan berada di Taman Elektrik. Langkah selanjutnya, cobalah tengok ke Masjid Al-Azhom, setidaknya bersimpuh di hadapan Tuhan adalah jalan terbaik untuk setiap hamba-nya yang menginginkan kebaikan dan ketenangan.

 

2. Jalan Raya Depan Panarub

Bagi yang tidak asing dengan kawasan ini, pastinya juga tidak asing juga dengan kemacetannya yang ampun-ampunan. Tapi nggak apa-apa, orang yang bisa melewati kemacetan disini sudah lumayan lolos ikut ujian kesabaran ringan. Begitupun pada kemacetan yang marak terjadi di tempat lain. Merasa banyak penyesalan memang ada, karena telah memilih melewati area jalan penuh kesengsaraan.

Nah, karena macetnya ampun-ampunan, kamu bisa diam-diam menangis di atas kendaraan sendiri tanpa ketahuan siapapun. Sebab, orang disekelilingmu juga nampak acuh lebih banyak terlihat misuh. Juga, menangis dalam jebakan macet di waktu petang atau senja merupakan momentum yang sangat pas sekali. Berlatar lampu kendaraan yang berwarna merah dan kuning serta lampu jalanan yang redup, belum lagi dipadu dengan memutar lagu-lagu melankolis yang didengarkan lewat earphone. Serasa berada di adegan film-film sedih.

 

3. Jembatan Warna-Warni Cisadane (Berendeng)

Deretan warna-warni jembatan yang berlawanan warna dengan suasana hati kamu, yang mungkin sedang abu-abu butek, bisa merepresentasikan suasana biar kamu semakin sedih kuadrat dan berpikir “Mengapa suasana hatiku tidak bisa secerah jembatan ini Ya Tuhan?”. Sambil melihat ke bawah jembatan yang dimana air beriak heboh nan teratur, tidak seperti alur cintamu yang polanya berantakan. Itulah Jembatan Warna-Warni Cisadane yang sangat cocok buat sad hour dan mengontemplasi diri.

 

4. Lapangan Ahmad Yani Saat Malam Hari

Orang Tangerang tentunya sudah sangat akrab dengan satu tempat ini, apalagi di kalangan pecinta olahraga, pasti sudah sering sekali mendatanginya. Lapangan Ahmad Yani ini sebenarnya tidak hanya ditujukan untuk aktivitas berolahraga saja. Begitu juga dominannya lapangan ini biasa dipakai untuk kegiatan latihan paskibra atau kelompok pegiat seni. Sangat riuh sekali, seperti suara notifikasi ponselmu saat sedang sering-seringnya bertukar kabar, bertanya tentang kesibukan, atau sekadar saling berkirim foto sesudah bangun tidur. Tetapi itu dulu, terima kondisi kenyataannya yang sekarang kamu sedang dibalut rasa sedih.

Untuk cari momen yang pas, datanglah ke Ahmad Yani pada waktu malam hari. Ketika malam hari, suasananya tampak lebih lengang, sunyi dan gelap, tidak banyak kegaduhan seperti yang tadi saya jelaskan. Cocok untuk tempat menangismu diam-diam. Kamu bisa merebahkan diri di atas rumput yang tumbuhnya jarang-jarang sambil menatap langit yang bertabur bintang. Atau bercerita dengan orang terdekat bahwa saat ini suasana hatimu sedang muram.

Dari sekian rekomendasi tempat menangis di Tangerang. Bukan lagi alasan bahwa kamu bilang kebingungan untuk merayakan tempat menangis.

Percayalah, menangis adalah sebuah perayaan sederhana yang berujung bahagia. Adapun juga yang mesti kamu ketahui, dengan menangis semua dapat terlihat menjadi lebih jernih.

Jangan takut untuk menangis, selagi itu memang pantas untuk ditangisi.

 

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *