Tangerang Semakin Berwarna Dengan Beragam Motif Batiknya

Indonesia memiliki berbagai macam kesenian dan kebudayaan, salah satunya adalah batik. Banyak orang yang sudah lama mengenal batik sebagai seni budaya khas Indonesia. Kepopuleran batik bahkan sudah terdengar hingga ke telinga mencanegara.

Sejauh ini, Tangerang sudah mematenkan beberapa motif batik dari 9 motif batik yang sebenarnya ada. apa saja sih kesembilan motif tersebut?

9 motif batik itu diantaranya, Herang, Nyimas Melati, Perahu Naga, Akhlakul Karimah, Tari Cokek, Cisadane 1, Cisadane 2, Masjid Al Azhom dan Barongsai. Selepas tahu beberapa motif batik ini, tentu timbul pertanyaan di benak kita, khususnya masyarakat asli Tangerang, sebab sangat familiar sekali mendengar nama-nama tersebut.

Nama-nama itu diambil dari beberapa ikon milik Kota Tangerang. Seperti hal nya pada Nyi Mas Melati sebagai seorang pendekar perempuan dahulu di Tangerang. Kemudian Masjid Al Azhom dengan kemegahan kubah terbesar di dunia. Serta beberapa kebudayaan lokal yang ikut ditarik, semacam tari cokek dan perahu naga. Untuk Cisadane sendiri, kalian sudah jelas pasti tau itu apa. Sungai yang membentang mengelilingi Tangerang.

Sumber: Facebook TangerangKota.go.id

Satu lagi yang tak terlewatkan adalah motif batik herang. Motif batik ini memiliki nilai filosofis yang sederhana dari asal muasal kata herang, yakni bercahaya atau terang. Tergambar pendopo, pintu air, perahu naga, sungai dan juga melati pada batik ini.

Sumber: Twitter @Kota_Tangerang

Soal warna, meski terdapat beberapa unsur warna yang terang. Namun, Tangerang lebih dominan bermain di warna redup dan cenderung menampilkan warna yang tegas tidak melebur di banyak warna.

Semua upaya pelestarian batik ini tak lepas dari peran Pemkot untuk mendorong batik agar terus dilestarikan. Selain itu, jika ingin mengeksplorasi lebih mengenai batik khas Tangerang bisa bertanya-tanya langsung kepada banyak pengrajin batik di Kampung Batik Kembang Mayang, Jalan Mayang Rt.002/011, Larangan Selatan, Kota Tangerang. Atau mungkin, kalau ingin lebih menariknya lagi bisa datangi ke Komunitas Batik (KOMBAT). Selain dapat memahami bagaimana prosesi dalam pembuatan batik, kalian akan diajarkan cara membuat batik yang seru dan asik.

Harga normatif yang dibanderol untuk Batik khas Tangerang masih terbilang nyaman dengan dompet. Tergantung muatan dan bahannya. Kalian bisa pilih sendiri ingin yang berupa kain, kemeja, dress atau yang lainnya.  Bila semakin mahal, maka dapat dikatakan proses pembuatan yang sedikit rumit dan bahannya yang berbeda.

Perlahan, seiring terkenalnya batik khas Tangerang. Ini menjadi langkah positif juga kedepan untuk menaikkan segi perekonomian masyarakat Tangerang lewat batik dan pengrajinnya.

Sudah sepatutnya kita mewarisi budaya yang sudah diciptakan, dengan mengenakan batik, khususnya batik khas Tangerang. Bukan lagi sekadar perayaan sederhana dalam hal mantenan. Tapi lebih ke banyak agenda-agenda penting yang berbau kebudayaan dan ajang pertemuan.

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *