Taman Gajah Tunggal Dengan Ragam Keunikan dan Keindahannya

Mendengar nama  Gajah Tunggal tentu sudah  tidak asing lagi ditelinga warga Kota Tangerang. Gajah Tunggal sebagai perusahaan ban terbesar dan ternama telah bersumbangsih, mendirikan taman di tengah kotanya. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dicita-citakan Bapak Arief Wismansyah, selaku Walikota Tangerang. Untuk memberikan ruang terbuka hijau pada masyarakatnya. Taman tersebut dinamai Taman Gajah Tunggal.

Taman Gajah Tunggal ini merupakan bukti kerjasama, bahwa semua unsur yang ada di kota ini, baik pemerintah dan pihak swasta memiliki komitmen yang kuat dalam upaya pembangunan.

Selain menambah daftar ruang terbuka hijau, PT Gajah Tunggal Tbk lewat upaya seperti ini memperlihatkan akan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Taman gajah tunggal didirikan ditanah seluas 7.000 meter persegi. Tepatnya terletak dijalan perintis kemerdekaan, Cikokol. Persis berada di pinggir jalan utama.

Saat memasuki area taman, kita akan disambut dengan replika gajah berwarna hitam. Gajah yang berdiri dengan satu kaki sebagai tumpuannya tersebut selain sebagai ikon taman, bisa juga digunakan sebagai spot foto yang menarik. Tak jauh dari tempat gajah buatan itu berdiri, pengunjung bisa mendapati area permainan anak.

Uniknya dari tempat ini dimana sebagian besar fasilatas yang ada ditaman merupakan produk ban yang telah didaur ulang dan dimanfaatkan kembali menjadi beragam bentuk yang berguna. Seperti replika patung gajah, pot tanaman, tempat duduk dan ornamen lampu taman. Permainan anak seperti ayunan dan jungkat-jungkit juga terbuat dari ban bekas. Terlebih hebatnya lagi, ada kurang lebih seribu ban bekas yang menghiasi taman ini.

Taman Gajah Tunggal yang terletak dipinggiran sungai cisadane juga memberikan pemandangan yang bagus. Masyarakat setempat biasa memanfaatkan untuk memancing sambil menikmati indahnya taman.

Di dalam taman ini terdapat kantin kecil, menjual beragam makanan dan minuman cepat saji. Dan diluaran taman juga ada banyak pedagang menjual jajanan murah, seperti tahu bulat, somay dan batagor yang berjualan dipinggiran jalan. Jadi jika berkunjung disini kalin gak perlu takut kelaparan dan kehausan.

Taman Gajah Tunggal memiliki dua ruang rekreasi aktif dan pasif. Ruang rekreasi aktif meliputi area panggung terbuka, taman bermain anak, dan tempat jajan.

Rekreasi pasif meliputi ruang terbuka dalam taman  untuk pengunjung melakukan kegiatan mereka seperti piknik bersama keluarga, olahraga pagi, birdwatching, fotografi, dan lain sebagainya.

Taman ini bisa jadi destinasi wisata edukasi menarik, sebab kita tahu bahwa limbah ternyata masih bisa didaur ulang dengan baik dan terutama limbah ban yang dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan ornamen dan fasilitas penunjang taman.

Untuk masuk ke taman ini tidak dipungut biaya, pengunjung hanya diminta mengeluarkan uang untuk biaya parkir. Rp 3000 untuk motor dan Rp 5000 mobil. Dan sekarang ini persoalan lahan parkir sedikit demi sedikit sudah lumayan teratasi, dari sebelum-sebelumnya yang seringkali terjadi macet karena banyak yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan depan taman.

Semoga Taman Gajah Tunggal bermanfaat dan bisa terus dirawat. Terutama untuk pengunjung yang ikut melakukan hal kepedulian di taman ini.  Ya, minimal dengan cara sewaktu berkunjung tidak merusak apapun dan peduli untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, keindahan akan terus kita lihat pada taman ini. Dan selebihnya, itu sudah jauh lebih dari cukup.

Komentar

Banyak buku, sedikit nyender, tapi tidak oleng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *