Taman Burung, Alternatif Wisata Baru Masyarakat Tangerang

Hari Minggu, 11 Februari 2018, sepanjang Jalan M. Yamin Cikokol terlihat ramai. Ada beberapa rangkaian acara untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang diadakan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Mulai dari jalan sehat, kumpul komunitas, pelayanan masyarakat, sampai flash mob.

Selain acara-acara tadi, ada dua agenda utama dari perayaan tadi yang menarik perhatian saya. Yang pertama peluncuran ulang tim Persikota, lalu yang kedua adalah peresmian Taman Burung.

Dalam beberapa bulan terakhir, pencinta sepakbola Kota Tangerang memang sering membicarakan kemungkinan kembalinya tim sepakbola kebanggaan mereka, Persikota. Setelah sekian lama mati suri akibat sempatnya liga tidak berjalan dan aktivitas klub dihentikan, kini masyarakat Kota Tangerang siap menyambut harapan baru. Apalagi ada isu bahwa Indra Sjafri, mantan pelatih Timnas U-19, akan menjadi pelatih kepala.

Dan dengan diluncurkannya tim ini oleh Walikota Tangerang, isu tersebut telah dibuktikan benar adanya. Dan yang lebih menyenangkan masyarakat, Indra Sjafri yang dikenal bertangan dingin itu benar-benar ditunjuk sebagai pelatih tim. Sebuah awalan baru yang bagus untuk tim yang baru kembali setelah sekian tahun berhenti.

Selain peluncuran Persikota, agenda HPSN kemarin turut dimeriahkan dengan diresmikannya taman tematik baru di daerah Cikokol. Memiliki tajuk Taman Burung, taman ini menjadi salah satu alternatif wisata masyarakat Tangerang. Walau tidak seberapa besar, namun atensi masyarakat terhadap taman ini terlihat besar ketika dibuka kemarin.

Dengan adanya Taman Burung menambah daftar taman bertema hewan di antara taman-taman tematik lainnya. Sebelumnya, Kota Tangerang sudah mempunyai Taman Kunci (kupu-kupu dan kelinci) yang berada di sebelah Taman Potret, Cikokol.

Taman Burung ini berada di area CFD Tugu Adipura, Jalan M. Yamin, Cikokol. Tepat di sebrang SMKN 3 Kota Tangerang. Tempat ini diberi nama Bird Park “Taman Burung Perak”. Taman ini hadir seperti taman burung yang ada di Bandung, Palembang dan Taman Mini Indonesia Indah.

Di Bandung, taman burung berada di lingkungan resort terpadu bertaraf internasional. Taman ini adalah bagian dari resort yang luas. Di Palembang, koleksi jenis burung cukup banyak dengan jumlah 1000 ekor lebih. Namun, di sana dikenakan tiket masuk sebesar 50 ribu. Sedangkan di TMII, jenis burungnya lebih lengkap. Mulai dari burung lokal hingga internasional.

Taman ini berbentuk sangkar besar dengan beberapa kandang burung di dalamnya. Jadi, pengunjung tidak bebas keluar masuk untuk melihat-lihat di dalam. Tidak seperti taman yang lain, taman ini ada penjaga dan pemandu untuk memastikan burungnya aman.

Di hari peresmian kemarin, pengunjung diberi waktu hanya 5 menit untuk melihat-lihat taman tersebut. Namun, selanjutnya pengunjung diberi 15 menit. Pun dengan jumlah pengunjung yang dibatasi dalam satu waktu, maksimal 15 orang.

Untuk saat ini ada 15 jenis dengan jumlah 150 ekor burung di taman tersebut. Burung-burung tersebut berasal dari endemik Jawa seperti Jalak Suren, Pancawarna, Merpati Kipas, dan sebagainya. Walaupun taman ini masih baru, namun tempat ini mendapat perhatian dari masyarakat. Terutama untuk pecinta burung, tempat ini wajib untuk dikunjungi.

Hadirnya taman-taman tematik seperti itu, Kota Tangerang sudah membantu warganya untuk menghilangkan stress. Apalagi fasilitas yang diberikan tidak berbentuk komersil alias gratis. Selain itu, taman burung memberikan kesan alam bebas yang jarang dijumpai oleh warga Tangerang.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *