Reda Gaudiamo: Seorang Musisi Sekaligus Penulis Cerita Anak

Reda Gaudiamo, atau akrab disapa dengan mbak Reda, seorang penulis sekaligus musisi yang memulai debutnya sebagai seniman sejak menempuh pendidikan pada Jurusan Sastra Perancis di Universitas indonesia. Ia menulis berbagai topik artikel dan cerita pendek yang dipublikasikan ke berbagai media massa.

Bersama sejumlah temannya, ia membuat musikalisasi puisi karya Sapardi Djoko Damono. Albumnya antara lain Hujan Bulan Juni (1989), Hujan dalam Komposisi (1996), Gadis Kecil (2005 bersama Nana Soebianto/DuaIbu), Becoming Dew (2007 bersama Ari Malibu). Akan ke Manakah Angin merupakan rekaman lain, musikalisasi puisi karya Emha Ainun Najib, Acep Zamzam Noor, dan Ags. Arya Dipayana. Selain menyanyikan dan membuat komposisi musik puisi (Gadis Kecil, Don’t Tell Me, dan Mengalirlah Sungai -semua karya Sapardi Djoko Damono), bersama Ivan Haris, Jubing Kristianto, Tunjung Rukmo, Jonbee, dan ZainulAsikin, Reda tergabung dalam Komplotan, band beraliran country dengan album perdananya, Nyanyian Laut, 2010.

Baca Juga: 3 Musisi Yang Berhasil Menerbitkan Buku

Sungguh berbakat memang, Reda dalam membuat karya puisi, sehingga Reda mendapatkan banyak sekali penghargaan. Juara Lomba Penulisan Cerita Pendek Majalah Femina (1990), Juara Lomba Penulisan Cerita Pendek Majalah Gadis (1991), Terpilih sebagai salah satu penulis Indonesia yang diundang mengikuti Ubud Writers & Readers Festival (2008 dan 2010), Pada tahun 2008, menjadi pembicara dalam topik penulis perempuan yang datang dengan gaya penulisan baru di wilayah ASEAN. Tahun 2010 datang bersama Ari Malibu untuk mempromosikan musikalisasi puisi.

Pencapaian yang telah diraih, tidak menjadikan Reda berhenti membuat karya-karya baru. Reda terus berkaya walaupun telah ditinggal teman dekatnya Ari Malabu. Kepergiannya tidak membuat Ia berhenti , tetapi menjadi semangat baru baginya. Duet apik yang diberikan Reda bersama Ari Malabu membuat saya terhanyut dalam alunan suara yang begitu lembut, dan alunan gitar yang memperkuat imajinasi saya.

Tidak hanya pandai menulis puisi, pada tahun 2012 Reda membuat sebuah karya buku yang berjudul Na Willa. Karya ini banyak mengejutkan banyak orang, yang kembali dicetak pada tahun 2018. Gaya penulisan Reda yang ringan, sederhana, dan pendek-pendek agaknya memang pas untuk Na Willa. Cerita anak tetapi bukan ditunjukan bukan untuk anak-anak sendiri. Penasaran bukan? Silakan dibaca yang belum membacanya.

Baca Juga: Berharap Kaya Dengan Menulis Buku

Na Willa adalah cerita anak yang unik. Bocah perempuan usia 5 tahun yang tinggal di rumah pinggir rel kereta di Surabaya ini berinteraksi dengan dunianya. Tidak terpisah dari dunia nyata dan segala masalahnya. Menjadi anak kecil juga tidak enak, siapa bilang menjadi anak kecil itu enak? Banyak masalah yang dihadapi juga.

Reda sebagai penulis memang sengaja menciptakan dunia anak yang tak selau baik dan cerah. Menurut reda, kenapa sih buku anak-anak di indonesia harus yang baik-baik saja? Anak-anak juga manusia yang mempunyai kesedihan dan banyak mengalami masalah buruk. Jadi tidak masalah kalo memasukan masalah dan kejadian buruk kedalam cerita anak-anak.

Mempunyai pemikiran yang berbeda dari penulis cerita anak lainnya, perlu diacungi jempol rasanya untuk Reda. Terakhir saya ucapkan terimakasih terhadap Reda Gaudiamo yang telah membuat karya yang begitu mengena dikehidupan nyata sekarang ini. Terus berkarya mbak Reda. Karya mu selalu ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat indonesia

Bagi kalian yang belum pernah mendengar suara dari Reda Gaudiamo lansung klik link dibawah, yang belum mempunyai bukunya silakan membelinya ke MojokStore, BerdikariBook, dan Buku Rakjat.

https://www.youtube.com/watch?v=wMX_KvJkr5Y

 

Komentar

Banyak buku, sedikit nyender, tapi tidak oleng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *