Sisi Lain Jerinx, Drummer Superman Is Dead yang Suka Membaca

Superman Is Dead, menjadi salah satu band group beraliran punk rock yang sukses di Indonesia. Terbentuk sejak tahun 1995, SID telah menoreh banyak prestasi di dalam maupun luar negeri. Dengan aliran punk rock yang enerjik, banyak anak muda yang menyukai lagu-lagunya. Maka tak heran,  Jerinx, Bobby Kool, dan Eka Rock memiliki banyak penggemar yang tersebar hingga ke pelosok negeri.

Di balik kesuksesan SID di permusikan Indonesia, salah satu personelnya, Jerinx, ternyata suka membaca buku. Jerinx memiliki nama asli I Gede Ari Astina. Nama akhirannya Astina yang berarti kerajaan para kesatria. Namun nama populernya tetaplah Jerinx, nama yang dibesarkan bersama SID atau orang menyingkatnya dengan sebutan JRX.

Dilansir dari jawapos.com, pria dengan banyak tato di tubuhnya ini ternyata suka membaca buku sejak duduk di bangku SMP, jauh sebelum kesuksesannya di SID. Ketika SMP, Jerinx sering membaca koran dan apa saja yang Ia temui. Kebiasaan itu terjaga hingga saat ini, meskipun sekarang Ia disibukkan dengan jadwal manggung.

Baginya, membaca buku adalah sebuah hiburan yang menyenangkan. Dengan membaca buku bisa melatih otak untuk berimajinasi dan membuat otak menjadi berfungsi. “Karena kamu cuma melihat huruf dan angka, tapi otakmu dilatih untuk memvisualisasikan keadaan tersebut, jadi membaca ini tidak ada penggantinya. Intinya membaca ini membuat otak lebih hidup,” Jerinx, dikutip dari jawapos.com.

Jenis buku yang disukainya adalah buku-buku biografi. Ia membaca buku-buku tentang orang yang Ia kagumi. Dari membaca buku biografi tersebut, Ia bisa menganalisa kenapa tokoh A menentukan sebuah keputusan yang membuatnya sukses. Secara entertaining menurutnya buku biografi lebih menghibur.

Nah, untuk pemikiran-pemikiran kritisnya, Ia mengaku bahwa hal itu sebagai persembahan untuk Outsider, fan SID. Jadi, pemikiran-pemikiran kritis itu sebagai take and give mereka terhadap fan.

Untuk permasalahan-permasalahan di sekitarmya, Ia sering berkomentar jika ada sesuatu yang mengganjal, jiwa kritisnya selalu muncul. Bahkan dulu Ia kerap menulis di salah satu koran harian lokal Bali untuk mengungkapkan kritiknya terhadap kondisi sekitar, apalagi kalau sudah menyangkut kepentingan rakyat.

“Banyak band-band di Indonesia yang mengambil keuntungan dari fans-fans mereka. Belilah album kami, belilah merchandise kami. Tapi sangat sedikit yang bisa memberi sebuah pemikiran yang memberi kontribusi yang bisa fans itu kuat, pintar, dan memberi efek yang bagus bagi lingkungannya,” Jerinx dikutip dari acara Tonight Show.

Jerinx bisa dibilang musisi punk yang konsisten menyuarakan persoalan-persoalan ketidakadilan. Walaupun SID bekerjasama dengan sebuah label musik, namun jiwa bebasnya tetap menggelora. Ia memang bekerjasama dengan label, namun bukan berarti tindakan mereka dibatasi.

Tidak seperti pemusik pada umumnya, SID tidak hanya fokus berkarya, namun juga aktif berpartisipasi dalam gerakan sosial. Salah satunya adalah menolak reklamasi di Bali. Mereka begitu vokal menyuarakan kasus ini dan mengajak masyarakat untuk menolak reklamasi. Tak ayal mereka sering dipersulit untuk manggung di Bali, tanah kelahiran mereka sendiri.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *