Si Buta dari Gua Hantu: Sebuah Karya yang Diciptakan oleh Komikus Asal Tangerang

Kamu ingat tokoh Si Buta Dari Gua Hantu? Yaps, tokoh utama dalam komik serial silat dengan karakter seorang pendekar silat yang buta. Pendekar yang selalu ditemani seekor kera bernama Wanara.

“Si Buta Dari Gua Hantu” menceritakan tentang kisah hidup seseorang yang tragis, Barda Mandrawata seorang pemuda yang hancur seketika setelah ayahanda, gadis tunangan, dan saudara-saudaranya mati di tangan pendekar kejam yang buta dengan julukan “Si Mata Malaikat”. Karena kesal dan merasa terpukul, akhirnya Barda membalas dendam dengan pendekar kejam tersebut. Pada akhirnya pembalasan dendam Barda harus menambah kepedihan hatinya dikarenakan ia harus kehilangan indra penglihatannya.

Setelah mengalami kebutaan, Barda melakukan perjalanan panjang hingga Ia menemukan sebuah gua tersembunyi. Gua tersebut angker. Di dalam gua Ia mengasingkan diri dan berhasil mempelajari ilmu langka

Setelah keluar dari gua tersebut Barda malah menemukan kenyataan yang lebih pahit. Marni Dewianti, tunangannya yang sebelumnya dikabarkan telah meninggal ternyata masih hidup dan sudah menjadi istri orang lain. Kekesalan Barda pun memuncak. Amarahnya kian membara. Barda kembali mengasingkan,  tetapi tidak kembali ke gua. Melainkan berkelana bersama temannya yang berwujud kera, Wanara. Sejak saat itu Barda berkelana untuk membasmi kejahatan dan menolong orang-orang yang tertindas. Kurang lebih seperti itu alur cerita dari “Si Buta dari Gua Hantu.”

Kini yuk kita lebih mengenal sosok dibalik cerita komik si Buta dari Gua Hantu, Ganes TH. Seorang komikus Indonesia terkenal pada era tahun 1970-an. Ganes TH merupakan nama pena dari seseorang bernama lengkap Ganes Thiar Santosa (Thio Thiauw San). Pria kelahiran Tangerang, 10 Juli 1935 sekaligus pencipta komik populer yang dijelaskan di paragraf sebelumnya, Si Buta Dari Gua Hantu. Komik ini terbit perdana pada tahun 1967. Terbitan perdana komik tersebut pun kian “meleda.” Kesuksesan “Si Buta” membuat seni bela diri pencak silat menjadi booming di masyarakat. Sekaligus menjadi pelopor komikus lain untuk membuat karya cerita silat khas Nusantara.

Dengan kesuksesan tersebut, serial komik ini dicetak kembali pada Januari 2005 oleh penerbit Pustaka Satria Sejati. Karena komik ini cukup populer di masyarakat dan melegenda hingga kini, Ganes TH dijuluki menjadi salah satu “Tiga Dewa Komik Indonesia” dibarengi dengan Jan Mintaraga dan Teguh Santosa.

Kenapa serial komik “Si Buta Dari Gua Hantu” bisa menjadi legenda? Hal ini dikarenakan petualangan di Buta yang berawal dari Jawa Barat menuju ke berbagai pulau seperti Bali, Flores, Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah menunjukan bahwa pengetahuan Ganes TH terhadap pelosok-pelosok tanah air cukup luas dan kecintaannya terhadap tanah air sudah tidak perlu diragukan lagi. Tidak hanya sampai disini kesuksesan Ganes TH dengan komik yang mengharumkan namanya itu.Karena sangat populer, serial komik ini pun diadaptasi ke dalam sebuah film layar lebar bergenre film laga pada tahun 1970 dengan judul yang sama.

Selain serial komik “Si Buta Dari Gua Hantu”, Ganes juga menciptakan karya-karya lain yang berjudul : “3 pahlawan”, “Detik-Detik Maut”, “Si Letoy”, dan “Menjelang Fajar” di periode pertama. Lalu ada pula “Misteri di Borobudur”, “Manusia Serigala dari Gunung Tambora”, “Misteri Air Mata Duyung”, di periode kedua dan masih banyak karya-karya lainnya.

Kini, nama Ganes TH juga menjadi legenda bagi kita. Karena beliau meninggal dunia tepat 10 Desember 1995 di Jakarta saat beliau berusia 60 tahun. Akan tetapi karya-karya beliau selalu melekat di hati para sastrawan khususnya komikus di Indonesia hingga kini dan untuk selamanya.

Komentar
Arianto Darma Putra

Gua kece dari lahir, ya beginilah sudah takdir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *