Setelah PPKM Darurat, Terbit PPKM Level 4. Setelah ini, Level berapa lagi?

Pemberitaan mengenai Pandemi Covid-19 tak kunjung usai dan mereda, bahkan hingga saat ini berita mengenai Covid-19 justru semakin tinggi dan selalu diangkat oleh banyak media. Lalu apa penyebab dari angka kasus corona tidak kunjung turun? Padahal vaksinasi sudah di mana-mana, harusnya angka ini mampu ditekan.

Hingga pada akhirnya Pemerintah membuat keputusan untuk menerapkan sebuah kebijakan baru, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat). Langkah ini sudah mulai diterapkan pada 02 hingga 20 Juli 2021.

Hal ini dikonfirmasi langsung melalui Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto melalui unggahannya pada akun Instagram pribadi.

Dengan adanya kebijakan baru Menteri Koordinator Perekonomian ini, diharapkan target penurunan penambahan kasus konfirmasi harian kurang dari 10 ribu kasus per hari bisa tercapai. Namun pertanyaannya bisakah terjadi? Pasalnya, dengan kebijakan PSBB sebelumnya saja masih jauh dari kata berhasil.

Apalagi dengan berbagai dampak ekonomi yang dirasakan kepada masyarakat saat ini. Mengharuskan mereka harus tetap pergi keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebijakan PPKM Darurat ini membuat gerak mereka untuk mengisi perut terbatas.

Bagaimana tidak, dengan adanya peraturan baru dari kebijakan PPKM Darurat ini, membatasi durasi jam buka dan pengunjung yang datang di banyak pusat perbelanjaan dan banyak tempat makan. Dampak ini terasa lebih berat oleh banyak pelaku UMKM. Kalian sudah pasti sering melihat banyak kejadian soal ini di internet bukan?

Baca Juga: Benarkah Image Perempuan Berpendidikan Disegani Para Lelaki?

Ketika kebijakan ini dibuat, tentu diharapkan agar bisa menekan penyebaran laju virus corona.  Namun kenyataannya, penyebaran virus corona semakin massif. Apalagi variasi virus ini semakin banyak.

Dari waktu ke waktu, penyebaran virus ini juga semakin menyeramkan. Banyak teman terdekat bahkan keluarga sendiri terkena dampaknya secara langsung. Kasus semakin meninggi, angka kematian selalu bertambah setiap hari.

Bahkan saat ini, istilah PPKM Darurat sudah diganti menjadi PPKM Level 4 yang dikonfirmasi langusung Koordinator PPKM Level 4 Jawa-Bali Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

PPKM Level 4 ini mulai diberlakukan sejak 21 Juli 2021, namun pertanyaannya akankah ada perubahan signifikan mengenai angka kasus corona nanti? Sebetulnya, masyarakat juga sudah jengah dengan kebijakan semi lock down yang gonta ganti kemasan ini. Tapi apalagi yang mau diperbuat?

Kita sebagai masyarakat yang tidak memiliki kekuatan untuk membahas dan merubah kebijakan hanya bisa berharap, semoga kebijakan selanjutnya bisa membuat seluruh masyarakat menikmati kondisi yang tidak berat sebelah.

Lantas, sebagai warga akan bagaimana kita menjalani PPKM Level 4 ini? Entahlah, Maka dari itu langkah awal adalah berusaha mengetahui ketentuan pengaturan apa saja yang diberlakukan. Biar tahu apa yang boleh dan dilarang. Malas juga diciduk aparat hanya karena dianggap meremehkan wabah.

Baca Juga: Sudahkah Sistem Belajar Daring Efektif Atau Sebatas Sarana Alternatif?

Berusaha meningkatkan segala protokol kesehatan yang selama ini sudah dijalankan juga tidak kalah penting. Memenuhi asupan nutrisi yangebjh bergizi. Juga lebih disiplin dulu setidaknya untuk melindungi diri sendiri, lebih-lebih untuk orang lain. Kurang-kurangi deh pergi ke luar rumah jika dirasa tidak terlalu perlu.

Selain harus tetap aware terhadap kondisi tubuh dan selalu berfikir positif. Lakukan vaksinasi ketika anda belum melakukannya, namun hindari penyedia vaksinasi massal yang membuat kerumunan, jangan sampai malah tertular atau menularkan virus dari klaster antrean vaksinasi. Kita semua pasti bisa melewatinya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *