Sensasi Luar Biasa Menonton Persita di Kandang Tercinta

Persita Kudukung, Kubela Kubanggakan!

Hari Minggu lalu tanggal 25 November 2018 merupakan jadwal pertandingan sepak bola Persita melawan Semen Padang. Sewaktu pertandingan tersebut, dukungan para supporter terus tercipta sampai menggebu-gebu. Saat itu pertandingan bola berlangsung di kandang milik Persita, yaitu stadion Benteng Taruna yang bertempat di daerah Bojong, Kelapa Dua. Stadion yang belum lama digunakan itu membuat saya berdecak kagum saat mendatanginya.

Siapa yang tidak ingin melihat tim kebanggannya menang? Dengan dasar hati seperti itu, saya berniat untuk datang menyaksikan. Bersama dengan teman-teman yang sesama penyuka Persita, berangkatlah kami menggunakan sepeda motor menuju stadion.

Tak disangka, belum sampai di tempat tujuan saya dan rekan-rekan yang terjebak dikemacetan, sampai mengekor panjang. Melihat hiruk pikuk para supporter yang semangatnya menyala-nyala mendukung tim kesayangannya bertanding. Tak hanya naik sepeda motor untuk melihat pertandingan, ada juga yang menaiki bus ataupun angkutan umum. Saking ramainya, mereka ada yang naik di atas mobil tersebut, sambil bernyanyi dan menabuh salah satu alat musik. Hal semacam itu sudah menjadi sebuah ritual sebelum sesampainya di stadion, dan sampai di stadion pun tetap terus dilakukan.

Setibanya di stadion terlihat berbagai macam pemandangan. Di pinggirannya banyak yang Menjajaki makanan dan minuman, ada juga yang menjual merchandise atribut seperti kaos, syal, hingga bendera. Seakan saya ditarik untuk mengenakannya. Ya, dukungan berbekal atribut pakaian saja nampaknya sudah cukup.

Di samping itu, sayangnya banyak para pendukung yang terhambat untuk masuk ke dalam stadion. Kendala pemeriksaan adalah perkara utamanya. Mereka yang ingin menonton dan memesan tiket di tempat secara langsung sangat dirugikan, karena kehabisan tiket. Padahal mengantre adalah usaha terbesarnya yang mereka lakukan. Memang sih, di sana tersedia beberapa layar yang terpampang di pinggiran stadion. Guna memenuhi hasrat para fans yang tidak dapat menonton di dalam stadion, itulah mengapa pihak penyelenggara segera mengantisipasinya dengan penuh pertimbangan.

Namun berbeda dengan saya. Sedari awal saya dan rekan-rekan sudah memesan tiket di bangku VIP. Sebenarnya kalau boleh jujur, duduk di bangku tribun adalah tujuan utama kami. Guna bisa menyanyikan lagu-lagu kebanggaan Persita bersama-sama dengan para laskar. Duduk di bangku istimewa pun tak menyurutkan semangat untuk melihat jalannya pertandingan. Bedanya, para penonton yang berada di VIP tidak seperti penonton yang ada di kelas tribun yang berdiri selama jalannya pertandingan. Namun, bersama para penonton VIP saya merasakan aura fanatisme yang keluar dari mereka-mereka yang berada di tribun. Agak heran sedikit, kok bisa ya duduk di VIP tapi rasa Tribun. Ternyata kebanyakan dari mereka yang dapat kursi di tribun beralih ke kelas VIP. Lagi-lagi persoalan kehabisan tiket. Dengan komentar dan kritikan deras, jadi alasan kenapa bisa sampai-sampai saya sebut rasa tribun.

Di sisi selatan tribun ada pendukung garis keras Persita, berjuluk North Legion Ultras Persita. Identiknya fans tersebut mengenakan pakaian serba hitam. Tak henti-hentinya mereka menyuarakan dukungan berupa yel-yel dan kekompakannya yang lantang. Koreografi juga tampak menarik. Mulai dari memajang warna-warni kertas dan Flyer Besar bergambar Gojek. Lantaran segi optimisme ultras memang sudah menakar akan berhasil lolos ke liga 1.

Kemudian ada juga fans yang berada di sisi timur. Mereka berjuluk LBV (Laskar Benteng Viola) mengenakan pakaian serba ungu. Sama seperti di bagian utara, para fans juga bewarna ungu. Di jalannya laga, skuad asuhan Wiganda Saputra nampak melempem diseparuh babak pertama, dari mulai Egi selaku kapten Persita yang kurang bisa mengalirkan bola. Belum lagi kurang baiknya performa dari bek kiri Persita yang menjadikannya tergantikan di setengah babak.

Setelah hampir separuh babak pertama, akhirnya gol tercipta melalui sepakan keras Ryan Kurnia. Riuh fans pecah seketika saat itu menambah atmosfir seisi stadion, semakin bergemuruh dengan beragam teriakan dan yel-yel.

Penghujung waktu, akhirnya Persita berhasil memetik kemenangan di kandang sendiri. Namun, upaya ini semata belum selesai. Persita mesti melakoni laga tandang di leg kedua nanti. Di kandang Semen Padang, minimal skema bertahan harus tercipta di laga berikutnya. Demi merengkuh kemenangan untuk masuk 3 besar dalam partai semifinal ini.

Tangerang kini akhirnya berhasil memunculkan kebanggan. Tim sepakbola Tangerang yang dijuluki La Viola ini memungkinkan kesempatan untuk berhasil lolos ke liga 1. Bukan main kiranya, optimisme para pendukung semakin menjadi-jadi kala usai pertandingan. Semoga Persita dapat tampil cantik di liga 1. Urusan naik tahta ke liga domestik utama ini sudah selayaknya para warga Tangerang ikut mendukung.

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *