Sekolah Kreatif di Oemah Daon

Memang benar, banyak orang menganggap sekolah adalah satu-satunya wadah yang dapat menolong mereka di masa depan. Makanya ada orang berlomba untuk mendapat ranking kelas, ada juga yang ingin meraih gelar pendidikan setinggi-tingginya. “Sekarang mah kalau ngga sarjana ya susah nyari kerjanya”, Kata teman saya.

Lalu, adakah alternatif untuk mendapatkan pendidikan?

Keraguan dari pertanyaan tadi dapat dijawab oleh Oemah Daon. Suatu wadah yang menyediakan kreatifitas dan pengembangan diri tanpa adanya sistem sekolah.

Akhir tahun 2017, saya bertemu dengan pengurus Oemah Daon di acara peringatan HUT Kabupaten Tangerang yang ke-74. Di sana mereka memamerkan karya-karyanya. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah robot setinggi dua meter yang terbuat dari barang bekas motor. Robot itu juga menjadi perhatian para pengunjung.

Selain itu, di stand Oemah Daon menjual kaos Sablon Cukil. Salah satu teknik menyablon dengan media papan yang sudah digambar/dicukil. Teknik ini termasuk teknik lama yang pengerjaannya secara manual. Kebetulan waktu itu Mas Ribut, salah satu pengurus, sedang sibuk mencukil papan untuk media gambarnya.

Oemah Daon terbentuk berawal dari aktifitas Denok, Ipin dan Mas Ribut yang mendirikan perpustakaan di bawah Flyover Balaraja. Mereka pernah menggerakkan literasi di Tangerang lewat perpustakaan itu. Dari kegiatan itu mereka menginisiasi pemuda setempat agar mencintai buku. Mas Ribut mengatakan bahwa perpustakaan itu sebagai alternatif buku yang tidak didapatkan anak-anak di sekolah. Dari kegiatann tersebut terbentuklah Oemah Daon sebagai wadah untuk menumbuhkan kreatifitas.

Komunitas ini dinamakan Oemah Daon karena bertempat di Kelurahan Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. “Daon sendiri adalah bagian tanaman yang memberi oksigen kepada kita, dan bisa mengurangi polusi,” ungkap Denok, salah satu pendiri Oemah Daon.

Di Oemah Daon, semua orang bisa belajar musik, membuat kerajinan dari barang bekas, menyablon kaos, atau membuat robot juga bisa, tentu tanpa dipungut biaya. Syaratnya Cuma satu; mau belajar. karya-karya yang dibuat akan dipamerkan pada acara-acara yang diikuti komunitas dan bisa dibawa pulang oleh pembuatnya.

Oemah Daon memberi pandangan kepada kita bahwa Ilmu tidak hanya didapatkan di sekolah formal. Di mana saja kita bisa belajar. Asal ada niat, bisa mendapat ketrampilan. Hal lain yang mereka sampaikan adalah kita seharusnya tidak hanya belajar tentang teori. Ada kalanya belajar ketrampilan. Oemah Daon bukanlah sekolah formal seperti biasanya. Oemah Daon adalah sekolah kreatif yang luarbiasa.

“Semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru, semua buku adalah ilmu”—Roem Topatimasang

 

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *