Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2019 : Konsistensi Menjaga Mutu Dan Ragam Karya Sastra

Akhir-akhir ini perkembangan sastra dan literasi Indonesia menunjukkan gejala positif. Berbagai lomba menulis dan diskusi-diskusi sastra mulai digandrungi oleh masyarakat, komunitas pegiat literasi tumbuh menjamur di berbagai daerah, menyebarkan virus literasi hingga pelosok Nusantara. Dan begitu juga pada Dewan Kesenian Jakarta yang tak kalah andil, terus konsisten menyediakan wadah bagi masyarakat untuk berkarya dan menjaga kelanjutan literasi dan sastra, salah satunya adalah dengan mengadakan Sayembara Novel DKJ.

Sayembara Novel DKJ kembali digelar pada tahun ini dengan total hadiah mencapai 75 juta. Bersamaan dengan sayembara tersebut, diadakan pula Sayembara Cerita Anak dan Sayembara Kritik Sastra. Sayembara ini semua rutin digelar oleh Dewan Kesenian Jakarta setiap tahunnya. Karena memang agenda ini merupakan ajang bergengsi dalam ranah kesastraan Indonesia.

Sayembara Novel DKJ dibuka untuk umum, untuk mengikuti sayembara ini tidak terlalu rumit, apalagi untuk mengikuti sayembara ini tidak dipungut biaya sepersen pun. Pengiriman naskah bisa dilakukan sampai 3 September 2019. Naskah novel yang telah dikirim nantinya akan diseleksi dan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari sastrawan dan akademisi sastra.

Baca Juga: Bahayanya Buku Bajakan Dan Dampak Buruk Terhadap Penulis

Dan di waktu acara puncaknya diadakan pengumuman pemenang yang termasuk dalam rangkaian acara Malam Anugerah Sayembara Sastra DKJ 2019, bertempat di Taman Ismail Marzuki pada 4 Desember 2019. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan kunjungi website resmi DKJ

Banyak dari para penulis-penulis terkenal yang pernah menjadi pemenang dalam Sayembara Novel DKJ ini. Bahkan, beberapa dari mereka telah merebut lebih dari 1x seperti Putu Wijaya dengan novel yang berjudul Stasiun (1975), Sobat (1979), Merdeka (1980), penulis lain yaitu Arafat Nur dengan novel yang berjudul Lampuki (2010) dan Tanah Surga Merah (2016). Penulis Gadis Kretek, Ratih Kumala juga pernah keluar sebagai pemenang dengan karyanya berjudul Tabula Rasa (2003).

Sayembara DKJ sangat berpengaruh pada karya-karya sastra di Indonesia. Mulai dari keterampilan berbahasa, penokohan hingga beragamnya pemikiran dari zaman ke zaman. Sayembara ini nampak sangat berpengaruh dalam melahirkan penulis-penulis baru dengan berbagai karya yang apik, termasuk dengan pemberharuan tema dan genre yang menjadikan karya sastra Indonesia semakin beragam.

Dengan adanya sayembara ini, banyak penulis-penulis pemula menjadi terdorong untuk menciptakan karya yang gemilang. Dari pihak DKJ mempunyai tujuan agar sayembara ini mampu menjadi gerbang untuk para penulis pemula yang mungkin belum memiliki keberanian untuk masuk ke dalam industri penerbitan atau gelanggang kesastraan yang layak diperhatikan oleh publik, mampu menciptakan peluang bagi para penulis pemula untuk berkompetisi dalam dunia sastra. Selain itu, dengan mengikuti Sayembara Novel DKJ ataupun sayembara lain dapat mampu melatih kepercayaan diri sekaligus sebagai dorongan untuk terus berkarya.

Semoga perhelatan Sayembara Novel DKJ 2019 berjalan dengan lancar dan bagi para peserta kirimkan naskah terbaik kalian demi kebaikan dan kemajuan sastra Indonesia. Saya berharap dengan adanya sayembara ini benar-benar dapat melahirkan sosok penulis-penulis generasi baru yang mampu berikan warna berbeda pada sastra Indonesia.

Baca Juga: Tempat Terbaik Untuk Menangis Di Tangerang

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *