Romantisme di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang

Apakah ada Pusat Pemerintahan seromantis ini di Indonesia?

Pertanyaan itu muncul tatkala saya tengah menikmati malam di depan Kantor Pemerintahan Kota Tangerang. Dan saya kira, tak ada pusat pemerintahan yang memiliki suasana seromantik Kota Tangerang. Tidak ada yang mengalahkan pusat pemerintahan yang satu ini.

Saya suka menghabiskan waktu malam dengan nongkrong di tempat-tempat yang ramai. Misalnya ketika saya di Jogja, saya suka nongkrong di Angkringan Kopi Joss, di dekat stasiun tugu. Atau bisa di pinggiran Malioboro dengan jajanan malamnya. Ketika di Bandung, saya saya suka nongkrong di sekitar alun-alun yang ramainya minta ampun ketika malam minggu.

Daripada nongkrong di kafe-kafe, kopi pinggir jalan atau angkringan lebih menggairahkan saya. Bukan apa-apa. Selain karena jajanannya lebih murah, tempatnya juga terbuka dan jangkauan pandangan bisa lebih luas. Terutama jika pemandangan yang dihadirkan cantik.

Dan seperti Jogja atau kota lainnya, Tangerang memiliki banyak tempat nongkrong yang asik. Salah satunya Pusat Pemerintah Kota Tangerang. Di Tangerang, Kawasan Pusat Pemerintahan disulap menjadi salah satu tempat nongkrong yang paling asyik. Apalagi setelah dibuatnya taman elektrik yang membuat Puspem bermandikan cahaya dan lampu-lampu yang cantik.

Suasana romantik yang hadir di sana semakin lengkap dengan satu dua pengamen yang menyanyikan lagu cinta tatkala kita menikmati jajanan. Sembari duduk-duduk di trotoar atau di Plaza, menikmati malam bersama teman-teman atau kekasih membuat indahnya malam menjadi semakin lengkap.

 

Di kawasan ini pula berdiri sebuah masjid terbesar se-Tangerang yang juga menjadi masjid dengan kubah terbesar di Asia Tenggara. Keberadaan masjid ini sendiri membuatnya menjadi destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi. Apalagi ketika bulan puasa, tempat ini menjadi salah satu favorit warga untuk ngabuburit.

Untuk urusan kuliner, kawasan ini menyediakan banyak jajanan kali lima yang murah. Ada kerak telur, sate, bakso, nasi goreng, dan makanan lainnya untuk menemani kalian nongkrong di sana. Minumannya, ya tak kalah banyak. Mau kopi, ada. Susu, ada. Yang dingin-dingin, banyak. Tinggal pilih saja deh.

Masih kurang asik? Masih kurang romantik? Baiklah. Saya tambahkan lagi kebahagiaan kalian.

Setiap malam minggu, kawasan puspem ini dipenuhi oleh banyak komunitas seperti Komunitas Motor, Komunitas Mobil, dan sebagainya. Keberadaan komunitas-komunitas itu membuat malam di Puspem makin semarak. Meski begitu, dari sekian banyak komunitas, ada satu yang membuat saya tertarik. Satu komunitas musik yang kerap menyajikan lagu-lagu romantik untuk para pengunjung.

Nama komunitas ini adalah Puspem Coustic. Komunitas ini memiliki latar belakang anggota yang amat beragam. Dari pemain musik profesional hingga pengamen jalanan, semua menyanyikan lagu dengan semangat yang sama: menikmati malam bersama masyarakat di kawasan Puspem Kota Tangerang.

Menurut saya, Puspem telah menjadi simbol masyarakat Tangerang yang  bahagia. Di mana mereka bisa beribadah di masjid yang mewah, lalu mereka dapat menghibur diri dengan alunan musik yang asik serta kuliner yang beragam. Dengan keadaan begini, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang berhasil menepis pandangan bahwa pejabat selalu menutup diri dari warganya. Dan yang paling penting, Pemerintah Kota Tangerang bersedia menyulap Puspem sebagai tempat yang asyik dan terbuka untuk warganya. Bukankah itu romantis?

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *