Review Buku Madre: Salah Satu Persembahan Fiksi Terbaik Dari Dee Lestari

Pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan review buku madre karya dari Dee Lestari atau yang biasa disapa Dewi Lestari. Yang termasuk kedalam salah satu penulis yang karyanya selalu dinantikan oleh para penyuka novel fiksi. Setiap karyanya selalu menjadi best seller.

Siapa yang hari ini tidak mengetahui kisah dari Supernova, Perahu Kertas, Filosofi Kopi dan juga Madre? Tentunya itu adalah sebagian novel terbaik yang telah Dee Lestari tulis. Memang Dee Lestari sudah sangat jenius dalam membuat sebuah cerita fiksi yang menarik.

Buku yang membuat saya jatuh cinta terhadap karya dari Dee Lestari adalah Madre. Penggambaran alur cerita yang dikisahkan dalam Madre memang sungguh membuat siapa saja terpukau dan ingin terus menerus menyelami setiap cerita yang disajikan oleh buku ini. Madre merupakan novel fiksi yang patut sekali kalian baca.

Salah satu alasan mengapa saya sangat menyukai buku ini karena karakter yang dibuat oleh Dee Lestari menjadi preferensi dari keberbedaan suku, agama, budaya, kelas sosial, gaya hidupdan lain sebagainya. Berkat kejeniusan Dee dalam mengemas cerita, maka kita akan mendapatkan pembelajaran yang sangat penting.

Tentang bagaimana menjaga persatuan dan bahu-membahu demi mewujudkan kesejahteraan bersama. Inilah hal tersirat yang bisadiambil ketika membaca Madre dan beberapa kumpulan cerita yang ada di dalamnya

Kisah Madre bermula dari permasalahan Tansen Wuisan yang tidak tahu menahu mengenai silsilah keluarganya. Namun semua berubah setelah ia mendapatkan warisan Madre yang diberikan oleh kakeknya.

Madre merupakan warisan keluarga yang sangatlah berharga. Namun Tansen menemui kegelisan danharus mencari jawaban. Ia dihadapkan dengan dua pilhan, apakah ia ingin menemukan kebebasan seperti semula sebelum mengenal Madre, ataukah harus membangun kembali usaha toko roti Tan De Bakker.

Dengan penuh pertimbangan, Tansen akhirnya memutuskan untuk meneruskanusaha toko roti ini demi meneruskan warisan keluarga.

Sosok seperti Tansen ini dapat dengan mudah saya temui di dunia nyata, yaitu diri saya sendiri. Seorang pemuda yang selama ini berada di zona nyaman, yang dirinya telah mengira sudah menemukan apa yang inginkan dalam hidupnya.

Akan tetapi sesuatu terjadi dan mengubah paradigma serta preferensinya. Tansen akhirnya menyadari bahwa kebebasan yang berlatar belakang keegoisannya itu tidak lebih penting dibandingkan kebahagiaan bisa menemukan sebuah keluarga, keluarga Tan de Bakker.

Konflik yang disuguhkan buku ini terkesan sanga sederhana. Walaupun sederhana, namun kita bisa memetik berbagai macam perjuangan dalam hidup. Salah satu bagian yang menyentuh hati saya, adalah kisah perjuangan membangun kembali usaha toko roti yang mengalami kebangkrutan sebelumnya. Dengan segala bentuk perjuangan yang dilakukan untuk membangun kembali usaha tersebut, memberikan apa arti hidup sesungguhnya untuk saya.

Kisah ini  tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari yang sering kita jalani. Buku yang satu ini memang mampu menyihir saya, dan apabila kalian membaca buku ini kalian akan merasakan hal yang sama dengan saya. Mendapat pwlajaran hidup, serta memberikan pengalaman membaca buku yang sangat amat menarik.

Salah satu kelebihan buku yang satu ini, terletak pada penyampaian pesan yang diberikan Dee Lestari menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Kisah yang disajikan oleh Dee pun terkesan sangatlah unik dan tergolong Fresh bagi pembaca.

Selain terdapat cerita Madre yang mengesankan, terdapat pula beberapa cerita lain di dalamnya. Terdapat pula 12 ceritamenarik lainnya:

Rimba Amniotik
Perempuan dan rahasia
Ingatan tentang kalian
Have you ever?
Semangkuk acar untuk cinta dan tuhan
Wajah telaga
Tanyaku pada bambu
33
Guruji
Percakapan di sebuah jembatan
Menunggu layang-layang
Barangkali cinta

Tentu semua yang diceritakan oleh Dee Lestari merupakan cerita terrbaik yang ada di buku Madre ini. Sehingga ini menjadikannyapreferensi salah satu persembahan fiksi terbaik dari Dee Lestari.

Judul: Madre

Penulis: Dee Lestari

Penerbit: Bentang Pustaka

Cetakan: 1 Juni 2011

Tebal Buku: 162 Halaman

ISBN: 978-602-8811-49-1

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *