Rekomendasi Buku Bulan November

November mungkin jadi bulan yang sakral. Dimana diperingatinya hari pahlawan nasional, tepatnya tanggal 10 November. Hari pahlawan tentunya jadi titik dimana kita mengingat jasa pahlawan kita dalam memperjuangkan republik ini. Mereka yang berjuang mempertaruhkan nyawa, demi Indonesia meredeka.

Ya meskipun sebenarnya tidak hanya di hari pahlawan kita mengingat jasa mereka. Sebagaimana yang dikatakan Bung Karno Jas Merah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Semboyan ini sudah sangat terkenal, beliau mengucapkan semboyan tersebut dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tanggal 17 Aguustus1966.

Agar kita tidak meninggalkan sejarah, Bimo mau memberikan beberapa rekomendasi buku biografis pahlawan series buku sakunya Tempo. Beberapa buku dikeluarkan oleh Tempo membahas satu per satu pahlawan reformasi Indonesia. Dari mulai Soekarno hingga Tan Malaka diulas secara singkat namun padat oleh Tempo.

Baca Juga : Sebuah Upaya Membedah Gelap Terang Hidup Kartini

Jujur buku saku seperti ini cocok banget buat kalian yang mungkin malas membaca buku tebal. Meskipun tipis namun isinya sangat padat dalam mengulas kisah menarik para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Namun Bimo sih tetap menyarankan kalian membaca buku sejarah yang mungkin lebih detail pembahasannya. Agar pengetahuan sejarah kalian semakin dalam.

Buku series tempo ini jugua bisa jadi alternatif terbaik buat kalian yang hanya ingin mengulas lagi pengetahuan sejarah kalian. Bimo akan kasih tau rekomendasi buku series pahlawan Tempo yang wajib kalian baca.

  1. Soekarno

Buku yang berjudul Sukarno : Paradoks Revolusi Indonesia, wajib kamu baca. Kalimat yang mungkin paling melekat ketika kita mendengar nama Ir. Sukarno adalah “Beri aku 10 Pemuda Yang Membara Cintanya Kepada Tanah Air Maka Akan Aku Guncangkan Dunia

Mungkin tidak ada yang menyangsikan peran Soekarno sebagai presiden pertama RI. Sepak terjangnya di bidang politik terutama dalam upaya kemerdekaan pun tidak diragukan lagi. Kisah perjalanan politik Sang Putra Fajar ini diulas oleh Tempo, jam terbangnya yang sudah malang melintang di mana-mana. Data, hingga fakta lain terkait Soekarno dan istrinya diulas dengan bahasa yang mudah dimengerti.

  1. Hatta

Series kedua yang Bimo rekomendasikan adalah Mohammad Hatta. Wakil presiden RI pertama sekaligus partner politik Soekarno dalam sejarah perjuangan kemerdekaan RI ini diulas oleh Tempo dengan buku yang berjudul Hatta : Jejak Yang Melampaui Zaman. Mungkin jika masih hidup, jikalau diminta melukiskan situasi sekarang, Mohammad Hatta hanya perlu mencetak ulang tulisanya yang terbit pada 1962. Pembangunan yang tak berjalan sebagaimana mestinya, perkembangan demokrasi pun terlantar karena percekcokan politik, dan lain sebagainya.

  1. Tan Malaka

Buku yang membahas Tan Malaka : Bapak Republik yang Dilupakan, mungkin benar adanya. Karena tak ada satu buku sejarah di sekolah yang membahas tentang beliau. Beruntungnya Tempo mengulas kisah Tan Malaka dari buku-buku seorang Tan Malaka secara lengkap. Perjuangan revolusi yang Tan inginkan, sosok Tan yang tangguh dan juga cerdas tergambarkan secara nyata.

Bapak pencetus Republik Indonesia ini patut kalian ulas kisahnya. Tempo menceritakan bagaimana kisah Tan dari penjara ke penjara. Dari daerah satu ke daerah lainnya untuk mengorganisir masyarakat agar terciptanya revolusi.  Seorang Tan Malaka Pernah berkata “Orang Tak Akan Berunding Dengan Maling di Rumahnya”, kalimat tersebut memiliki makna yang sangat dalam pada saat itu. Tan Malaka tidak rela kita dijajah terus-terusan oleh kolonial.

  1. Sjahrir

Edisi terakhir adalah Sjahrir : Peran Besar Bung Kecil. Sesuai dengan judul yang diberikan Tempo pada bukunya kali ini. Tidak banyak yang membahas peran seorang Sjahrir di buku-buku sejarah sekolah. Namun di sini Tempo hadir mengulas peran penting seorang Sjahrir dalam kemerdekaan Rakyat Indonesia. Dia adalah salah satu pahlawan yang harus diakui, karena perannya yang begitu besar.

Man Wijf! Begitu Sutan Sjahrir kepada Soekarno karena tak bernyali memproklamasikan kemerdekaan Indonesia segera setalah berita kekalahan Jepang beredar. Sjahrir adalah salah seorang yang paling keras mendesak Soekarno dan Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada Agustus tahun 1945.

Sjahrir memang termasuk bapak bangsa yang tergolong radikal, namun tidak suka melawan musuh dengan kekerasan. Sjahrir selalu percaya pada perjuangan diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Edisi tersebut diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo sepanjang 2001-2009. Serial buku yang mereportase ulang kehidupan empat bapak bangsa tersebut. Mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur mereka.

Rekomendasi Buku Bulan November kali ini memang edisi spesial untuk hari pahlawan Indonesia. Salah satu cara untuk mengabadikan atas jasa-jasa besar mereka adalah membaca bukunya dan mengambil hal baik dari apa yang bapak bangsa kita berikan kepada tanah air.

Selama ini mungkin kita sering mengeluh dengan keadaan bangsa. Namun apa yang sudah kita berikan kepada Republik Indonesia? Perjuangan kita lebih berat karena kita melawan bangsa sendiri. Sebagaimana yang memang sudah diprediksi Bung Karno.

Baca Juga : Membaca Soekarno Dan NU Dalam Pertemuan Semangat Nasionalisme

Selamat memperingati hari pahlawan, dan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *