Rbamba : Radio Komunitas Yang Tetap Hidup di Tengah Masyarakat Balaraja

Di Balaraja, ternyata berdiri sebuah radio komunitas berbasis masyarakat, RBAMBA namanya. Dalam kesatuan yang utuh bernama Radio Komunitas Anak Muda Balaraja.

Terletak di Kampung Sangereng desa Talagasari, tak jauh dari kantor kecamatan Balaraja,  Radio ini terbentuk sekitar tahun 1996, lewat hobi yang terus konsisten di jalankan, Maman merintis dari jaman pemuda sampai sekarang. Saya jadi tahu bahwa mengurus legalitas radio serta embel-embel administrasi itu sangat sulit.

Rbamba sendiri aktif siaran dari pagi hingga tengah malam. Radio ini berfungsi untuk menyokong program pemerintah dan mensosialisasikannya, seperti program KB atau tentang pemilu. Radio ini juga jadi wadah para anak muda Balaraja yang ingin belajar tentang penyiaran dan pengoperasian radio.

Saya yang kebetulan sering berkunjung kesana, sekali-dua kali mencoba siaran dan ternyata sangat mengasyikan. Saya sendiri awalnya bingung kenapa Radio ini tetap mampu bertahan diantara panggung hiburan paling populer macam Tv, media komunikasi yang sudah berkembang pesat atau nama-nama radio besar seperti Prambors atau GenFm. Di antara nama radio besar itu, sebenarnya apa keunggulan Rbamba sendiri? Selain radio komunitas tertua di Banten, Rbamba juga tetap memanjakan para pendengar dengan alunan dangdutnya, tak memutar lagu-lagu barat kekinian atau galau-galau hits.

“Karena tukang ojek lebih suka lagu dangdut, selain itu, para petani juga kalo ke kebun sambil nenteng radio. Belum lagi masyarakat Sangereng yang berjualan dan punya warung. Wah, itu jadi kesenangan pribadi buat kita semua” kata Maman.

“untuk operasional pembiayaan, kita mencatat penggemar dan mereka memberi kami iuran. Izin siaran tentu punya kewajiban administrasi yang lumayan, dan ada beberapa iklan juga yang masuk” lanjutnya.

Saya ngiseng saja membeli gorengan ke warung terdekat disana, dan ternyata benar, penjaga warung sedang mendengarkan radio dengan alunan lagu dangdut. Dan, terdengar suara orang sedang merequest lagu-lagu favoritnya.

“dulu sih ada banyak penyiar yang muda, tapi banyak orang main ke studio siaran, repot, saya jadi ngga mau ambil resiko. Makanya sekarang usia penyiarnya tergolong tua” Maman menambahkan. Kendala-kendala lain adalah tentu soal banyaknya radio ilegal di daerah Kab. Tangerang, ini berdampak buruk karena bisa mengganggu frekuensi penyiaran.

Saat ini, jarang sekali kita melihat berdirinya radio komunitas yang tetap konsisten siaran bertahun-tahun meski tak mendapat profit yang banyak. Rbamba adalah satu di antara banyaknya radio komunitas yang ada di Banten. Rbamba juga pernah mendapat penghargaan di KPID Award sebagai Radio Komunitas terbaik di Provinsi Banten pada tahun 2017. Sungguh ini jadi motivasi tambahan tentunya yang akan terus membuat R-Bamba konsisten untuk menghibur para masyarakat Balaraja khususnya kampung Sangereng.

Para pendiri komunitas ini sendiri juga aktif mengikuti beberapa pelatihan atau workshop tingkat daerah maupun nasional, untuk mengedukasi penyiar maupun pengelolaan radio sendiri agar lebih progresif.

Jadi buat kalian yang ingin tahu tentang seputar radio dan mau belajar siaran bisa datang kesini. Mari belajar tentang bagaimana membangun sebuah komunitas yang tetap konsisten dan beroperasi meski profitnya tidak banyak. Karena melakukan sesuatu dengan hati akan membuat kita ikhlas. Karena saat semua  berbicara tentang kekuasaan, kita sebagai manusia harusnya membicarakan tentang manfaat dan guna di kehidupan masyarakat.

Komentar

Nggak bisa tidur kalau belum diucapin selamat malam

One Comment

  1. Maman s Reply

    Berbagai media yang muncul ditengah tengah kita .namun radio Bamba balaraja yang didirikan, oleh dan untuk kebutuhan imformasi masyarakat balaraja tetap exis dan bertahan .Lalu berbagai program yang sudah diterapkan di program rbamba.
    Trimakasih kepada semua baik fan’s pengurus dan pemerintah Desa Telagasari Balaraja Tangerang Banten Yang sudah memberikan suport sehingga rbamba tetap exis dan diterima dimasyarakat dan menjadikan radio yang berlegalitas .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *