Prestasi Terbesar Ilham Jaya Kesuma dan Persita Tangerang

Ilham Jaya Kesuma adalah legenda bagi penggemar sepakbola Tangerang. Ia setara Boaz bagi rakyat Papua atau Maradona bagi Argentina. Pemain hebat yang belum tentu bisa ditemukan dalam dua dekade.

Ia memang bukanlah orang asli Tangerang. Tapi apalah arti keaslian geografi selama Ia bisa berprestasi dan mengharumkan nama Tangerang. Lah Gaj Ahmada saja bisa diklaim sebagai pejuang muslim, masa Ilham nggak boleh diklaim sama warga Tangerang.

Nama Ilham JK (bukan Jusuf Kalla) mulai dikenal publik sepakbola Indonesia ketika Ia berhasil membawa Persita Tangerang menjadi runner up liga. Keberhasilan yang agak mirip dengan Luis Suarez dan Fernando Torres yang berhasil membawa pendukung Liverpool harap-harap cemas meski akhirnya cuma nongkrong di posisi 2.

Meski tidak jadi juara, para Benteng Viola sudah amat senang. Maklum, Persita bukanlah tim besar di Indonesia. Waktu itu tim belum lama promosi ke divisi utama, cuma underdog. Lah tahu-tahu bisa tampil menggila bersama Ilham yang kemudian dinobatkan jadi pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak pada tahun yang sama.

Coba bandingkan dengan Juventus yang butuh waktu 4 tahun untuk kembali berprestasi setelah degradasi. Kembali jadi juara liga maksudnya yaaaa. Plis deh, Ini Juventus yang juara 6 kali berturut di liga Itali bos. Jangan bandingin sama Liverpool, eh Persita maksud saya.

Walau kini tertatih-tatih menapaki laga di Liga 2, setidaknya Persita pernah punya prestasi. Setidaknya masih bisa lebih berbangga diri ketimbang tetangga sebelah yang kostumnya kuning kayak warna t*i itu. Dan prestasi terbesar itu diraih ketika Ilham ada di masa puncak karirnya. Karena prestasi itu pula Ia kemudian jadi andalan Tim Nasional, walau cuma sebentar.

Keberadaannya sebagai juru gedor bersama Boaz membawa Indonesia jadi runner up dan pencetak gol terbanyak ketika berlaga di Piala Tiger tahun 2004. Sebuah prestasi yang belum bisa ditandingi pemain lain, dengan membawa Indonesia jadi juara. Sebuah tuah yang sama seperti ketika membawa Persita jadi runner up. Pokoknya, apalah arti jadi nomor satu ketika nomor dua telah membuat karirnya jadi cemerlang.

Karirnya yang cemerlang dan mengkilap membuatnya tidak hanya disegani oleh masyarakat sepakbola. Tapi juga oleh pemerintah Kabupaten Tangerang. Mungkin sebagai rasa terima kasih dan penghargaan buat prestasi belio, Ilham akhirnya diberi jabatan sebagai pegawai negeri sipil oleh pemkab. Satu hal yang kemudian membuat banyak pemain bola bergairah untuk berprestasi, agar nantinya bisa diangkat jadi PNS sebagaimana cita-cita orang tua mereka.

Sayangnya, seperti kebanyakan kisah cinta yang manis-manis gurih tapi akhirnya harus putus juga, tahun 2006 Ilham memutuskan merantau jadi TKI ke Malaysia. Menjajal liga di sana sembari menikmati berkah ringgit yang lebih mahal dari rupiah. Keputusan ini bisa disebut sebagai fase terburuk dalam karir Ilham dan Persita.

Ketika karir Ilham hancur karena cedera dan cuma sekali main di Selangor, Persita harus menelan pil pahit turun kasta di liga Indonesia. Perubahan format liga menjadi super membuat Persita yang peringkatnya jelek harus turun divisi. Dari liga teratas, cuma hidup di kasta kedua.

Sejak saat itu Ilham dan Persita hampir tak pernah diingat masyarakat Indonesia. Persita cuma sempat merasakan liga super sebelum akhirnya degradasi lagi. Ilham, gagal mengembalikan tajinya sebagai penyerang haus gol karena harus berbagi waktu untuk kerja di kantor pemkab Tangerang.

Tapi memang itulah prestasi terbesar yang banyak ditiru pemain bola Indonesia. Menjadi pemain profesional, berprestasi, diangkat jadi PNS, kemudian menghilang dari dunia sepak bola. Kayak yang dilakuin Okto Maniani saat ini. Sempat dianggap sebagai Messi dari Indonesia berakhir jadi PNS yang punya jaminan pensiun dari negara.

Toh buat apa capek-capek latihan setiap hari, punya potensi cedera parah kayak yang pernah dialami Ilham JK, gaji kadang nggak dibayar sama klub, kalau akhirnya bisa kerja enak jadi PNS di daerahnya. Sebuah profesi yang diidamkan banyak pria agar mudah mendapatkan istri dan direstui mertua.

Begitulah kisah legendaris Ilham Jaya Kesuma. Dari penyerang haus gol berprestasi yang bertransformasi jadi pegawai negeri yang hidupnya dijamin negara. Benar-benar jalan terbaik untuk kenikmatan hakiki yang banyak diikuti oleh pesepakbola Indonesia.

Komentar

Bukan siapa-siapa, bukan apa-apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *