Polisi Katanya Melindungi dan Mengayomi, ko represi?

Masih ingat peristiwa mahasiswa yang dibanting oleh Polisi saat aksi demonstrasi HUT Kabupaten Tangerang? Itu salah satu bukti yang nyata bagaimana arogansi Polisi terekam jelas oleh jejak digital. Kalau kita Tarik mundur, masih banyak Tindakan represi lainya yang dilakukan oleh oknum kepolisian. Belum lagi yang tidak terekam layar kamera.

Tak haeran rasanya Polisi menjadi sosok yang sering dibenci serta sering dibicarakan oleh banyak masyarakat atas apa yang mereka lakukan. Kalau berbicara mengenai memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat bukankah sudah tugas pokok dari seorang Polisi?.

Padahal jika dilihat ke belakang, lahir serta tumbuh berkembangnya Polri tidak terlepas dari sejarah perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Polri telah dihadapkan pada berbagai yang unik dan kompleks.

Akhir-akhir ini, banyak sekali masyarakat yang membicarakan Polisi atas banyaknya fenomena yang terjadi. Salah satunya adalah viralnya video oknum polisi yang membanting mahasiswa saat demonstrasi memperingati HUT Kabupaten Tangerang.

Dari video tersebut, banyak orang beranggapan hal yang dilakukan oknum polisi di dalam video sangat tidak etis dan melanggar tugas pokok dari seorang polisi yaitu memberikan perlindungan kepada masyarakat. Padahal banyak cara yang bisa dilakukan tanpa harus menggunakan kekerasan dalam mengamankan demonstrasi.

Tak heran kenapa banyak warganet yang membicarakan hal tersebut. Dilihat dari tugas dan tanggung jawab Polisi itu sendiri, sangat menyimpang jauh. Melindungi tidak perlu sampai membanting mahasiswa dong. Kayanya anggota Polisi tersebut mantan pemain WWE A.k.a Smackdown. Rasanya seperti melihat John Cena comeback lagi.

BACA JUGA : Tips Membeli Buku Agar Tak Berperilaku Implusive Buying

Jujur saya tidak habis fikir, itu kenapa bisa sampai dibanting gitu sih. Se salah-salahnya mahasiswa tersebut ya masa iya ampe dibanting. Boleh pa kerja banting tulang, tapi ya ga tulang orang juga yang bapa banting. Hadeeeuh, hobinya disalurkan ke tempat yang salah bapak ini.

Kejadian ini menjadi gambaran penitng, bagaiamana wajah Polisi di hadapan masyarakat. Mereka selalu mengatasnamakan oknum. Tapi kok banyak banget oknum yang bersikap seperti ini. Wajar saja bukan, jika masyarakat geram atas terjadinya hal seperti ini.  Berbagai keluhan masyarakat terkait Tindakan represif yang dilakukan Polisi disampaikan di berbagai platform media sosial.

Salah satunya, Cuitan mengenai “Bisa nggak sih Polisi diganti sama satpam BCA aja” ini sempat ramai juga dibicarakan oleh masyarakat karena respon yang seolah anti kritik. Terlebih penulis dari isi ciutan tersebut mendapatkan respon ancaman dari berbagai pihak.

Bukankah bagus ketika salah satu masyarakatnya memberikan kritik atau aspirasi? Artinya kan mereka ingin hal tersebut jadi bahan evaluasi dan menjadi lebih baik lagi. Namun yang tak disangka, banyak banget ternyata anggota polisi yang mengirim pesan kepada pemilik cuitan tersebut. Mereka tak terima dengan adanya cuitan, sampai akun sosial media pemiliki cuitan tersebut hilang.

Bukanya jadi bahan evaluasi, malah makin menunjukan kearogansianya. Rasanya memang harus ada evaluasi besar-besaran di tubuh POLRI. Tidak perlu bahas terlalu jauh, tugas pokok POLRI saja masih belum terlaksana dengan baik.  Polisi yang harusnya melindungi dan mengayomi, ya tidak seharusnya bertindak represi.

Saya jadi teringat ciutan yang dilontarkan mantan Presiden Ke-4 RI Almarhum Abdurrahman Wahid, beliau sempat bilang dalam ciutannya melalui Twitter “hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia, pertama polisi tidur, kedua patung polisi dan ketiga polisi Hoegeng”.

Sekarang seolah anggapan mengenai Polisi baik hanya ada pada film-film saja. Lalu dengan berbagai fenomena tersebut, masih bisa kah masyarakat mempercayakan perlindungannya kepada Polisi? Saya rasa tanpa diminta, memang seharusnya Polisi bertindak sesuai dengan tugasnya yaitu memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Saya harap, POLRI benar-benar bisa menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. Oknum kepolisian yang memang menyimpang dari tugas Polisi segera ditindak dengan tegas. Polisi yang haursnya dekat dengan masyarakat, justru malah menciptakan jarak dengan adanya kekuasan. Hal ini tentu tidak dibenarkan.

Meski tidak bisa dipungkiri, hal ini memang tidak bisa digeneralisir. Namun saya masih percaya dibalik oknum-oknum Polisi yang berbuat seenaknya, masih ada Polisi yang mengemban tugas pokoknya dengan baik dan sesuai. Harapan bahwa sosok Polisi sebagai pelindung bagi masyarakat akan tetap ada.

BACA JUGA : BI COFFE : Coffe Shop Nyaman Di Pinggiran Kota

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *