PMI Door to Door: Menyiasati Kebutuhan Darah di Tengah Wabah

Seperti kita ketahui, dunia sedang kewalahan akan adanya wabah pandemi Covid-19. Virus ini membuat semua orang terpaksa tidak bisa menjalankan kehidupannya seperti biasa. Mau tidak mau harus menjaga jarak satu sama lain atau social distancing. Bahkan untuk urusan kerja saja sampai-sampai harus dari rumah.

Nasib baik buat para pekerja yang dapat kebijakan WFH (work from home), untuk buruh atau pekerja lain? Sebagian besar mereka mendapat getah: PHK massal yang serentak terjadi di berbagai daerah terutama di kota-kota besar.

Atas terjadinya wabah ini pun ternyata mengimbas pada persediaan di bank darah PMI. Kok bisa? Karena aturan jaga jarak ini membuat banyak orang yang biasa jadi pendonor, mendatangi lokasi PMI. Atau donor dengan cara mengikuti acara yang bekerja sama dengan PMI, jadi gak bisa melakukan itu semua. Lantaran kegiatan acara kumpul-kumpul sedang tidak diperbolehkan.

Seperti dikutip dari media lokal, salah petugas PMI mengatakan jika jumlah pendonor terus mengalami penurunan setiap minggunnya, apalagi di masa pandemi ini. Kalau terus begini, stok yang ada di bank darah juga makin berkurang dong. Lalu bagaimana nasib pasien yang membutuhkan transfusi darah kalau persediaan yang ada di bank darah menipis? Syukurnya, PMI gerak cepat ambil tindakan membuat program PMI door to door.

Di Tangerang Raya, baik itu di Kabupaten maupun Kota sedang gencar menjalankan program ini. Secara keamanan bisa terjamin. Kita sebagai pendonor tidak perlu khawatir, sebab ini hanya sebatas donor darah dan protokol kesehatannya juga sudah teruji. Jadi tidak akan ada yang namanya terpapar virus corona.

Dipastikan PMI punya protokol tersendiri dalam proses pengambilan darah. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, tracking perjalanan hingga proses jemput bola. Terhitung sejak awal Maret stok permintaaan darah melonjak sampai 10 ribu kantong. Namun dengan adanya program PMI door to door ini dari keterangan pihak PMI Kota Tangerang setidaknya mendapat tambahan 100 kantong per hari.

Baca Juga: Potret Dunia Pendidikan Di Tengah Pandemi Corona

Rencananya PMI menargetkan bisa dapat menyetok 20 ribu kantong darah selama bulan suci hingga pasca Idul Fitri. Hal ini mengantisipasi guna menjamin ketersediaan stok darah untuk para pasien yang ada di rumah sakit. Terutama pada pasien penderita Covid 19, Thalasemia, DBD dan yang lainnya saat benar-benar genting, membutuhkan transfusi darah.

Program ini memfasilitasi pendonor untuk dijemput atau melakukan donor didatangi petugas langsung dengan minimal pendonor 8-20 orang. Bisa dari komunitas, atau organisasi tertentu. Kabarnya langkah ini juga akan terus dilakukan selama social distancing berlaku. Bahkan kalau menuai hasil bagus bisa jadi program berkelanjutan. Tinggal kita lihat saja ke depan bagaimana respon setiap masyarakat.

Nah, sekarang sobat bimo semua bisa melakukan donor darah dengan lebih mudah dan aman tanpa mesti keluar rumah. Karena sudah ada program PMI door to door ini. Dengan adanya program ini juga secara langsung bisa lebih menyadarkan kita untuk lebih aware lagi. Membuka batin dan pikiran bahwa kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

Mulailah dari sekarang untuk lebih sering berbagi, memberikan makanan atau bahan pangan kepada orang yang sekiranya kurang beruntung di jalanan, membeli dagangan orang-orang terdekat, dan juga bantu pengumpulan donasi untuk diberikan APD kepada petugas medis.

Ya habisnya mau bagaimana, mengandalkan pemerintah rasanya kurang kredibel. Apa upaya yang sekiranya tindakan pemerintah yang dinilai bisa memerangi laju pandemi? bukannya bermaksud mau menyalahkan, kalo memang udah memiliki wewenang dan tugas untuk melindungi warga tapi gak mampu, masa mau maklum terus.

Di tengah keadaan seperti ini yang bisa kita lakukan sebagai jalan satu-satunya adalah saling menguatkan. Tunjukan budaya masyarakat kita yang suka bergotong-royong dan bersolidaritas. Kita sebagai masyarakat terus saling bantu melakukan aksi sosial. Walau sedikit itu sudah sangat berarti buat mereka yang membutuhkan. Jadi jangan jadikan pandemi sebagai halangan untuk donor darah ya!

Baca Juga: Senyap yang Lebih Nyaring: Membaca Eka Kurniawan dengan Lebih Sederhana

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *