Pesantren Cilongok, Pasar Kemis

Berada di tengah-tengah masyarakat modern dengan latar belakang kota industri, Pesantren Al-Istiqlaliyah tidak kehilangan jati diri sebagai pondok pesantren salafi yang konsisten dalam mengajarkan ilmu agama. Pesantren ini menjadi wadah penyebaran ajaran Islam sekaligus panutan akan sikap keberagaman bagi masyarakat sekitar.

Pesantren Al-Istiqlaliyah terletak di Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis. Pesantren ini berdiri sejak tahun 1957 M. Didirikan oleh KH. Dimiyati (almarhum). Seorang ulama yang digolongkan sebagai salah satu dari tiga ulama sufi berpengauh di Jawa. Beliau merupakan ayah dari KH. Uci Turtusi, pemimpin pondok pesantren saat ini.

Kesan tradisional pesantren ini terlihat pada sisitem pengelolaan pesantren yang masih mempertahankan sistem kekeluargaan. Di mana antara guru dan santrinya terjalin ikatan yang dekat. Asrama dalam bentuk kobong-kobong dikepalai oleh seorang lurah kobong atau penanggungjawab kobong. Nantinya, lurah kobong bertanggungjawab kepada pemimpin pondok.

Pesantren ini tidak membebani biaya pendidikan para santrinya. Mereka hanya diminta iuran listrik sebesar 5 ribu per-bulan. Siapa saja boleh mengaji disini. Tidak ada batasan usia. Sementara dalam pembalajarannya tidak ada penjenjangan, para santri dibebaskan untuk mengikuti pengajian-pengajian yang diajarkan di pesantren ini.

Seperti pesantren salafiyah lainnya, kurikulum pendidikan yang ada di pesantren ini tidak mengikat dan bukan dalam bentuk materi pelajaran, melainkan didasarkan pada kajian kitab kuning serta dalam berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu bahasa dan ilmu fiqih dalam kitab-kitab tradisional. semuanya disampaikan dalam metode pengajaran sorogan dan bandongan.

Setiap minggu pagi, pesantren ini selalu ramai santri dari berbagai tempat untuk mendengarkan siraman rohani. Di sana ada pengajian rutin yang langsung dipimpin oleh Abah Uci, panggilan akrab KH Uci Turtusi. Biasanya pengajian ini dihadiri ribuan orang. Pengajian ini dirasa cukup efektif mengingat sebagian besar warga sekitar adalah pekerja yang, mungkin, hanya mempunyai waktu luang di hari minggu.

Tidak hanya pengjian mingguan, ada pegajian-pengajian akbar lainnya. Terutama pada peringatan-peringatan hari besar Islam. Di saat-saat seperti inilah banyak warga sekitar bisa mendapat keuntungan dari lahan parkir yang disewa sampai berdagang.

Pondok Pesantren Salafiyah Al-Istiqlaliyah Cilongok selalu hadir dalam memberikan pembinaan mental spiritual yang menjunjung tinggi akhlakul karimah. Pesantren ini tetap pada jati dirinya sebagai pesantren salafi yang tidak mengutamakan materi dalam pelaksanaan pendidikannya. Inilah yang dipertahankan Pesantren Cilongok dalam dunia modern. Di mana orang-orangnya membutuhkan pendidikan agama yang bersahabat dan menyejukkan hati.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *