persita

Mampukah Persita Bebicara Banyak di Liga 1?

Setelah beberapa waktu lalu kita larut dalam hegemoni perayaan masuknya Persita ke Liga tertinggi, kini saatnya mengamati perjuangan tim ini. Dari tiga laga yang dilakoni, sayangnya Persita sama sekali belum meraih kemenangan. Ini tentu kabar buruk, sebab besar harap warga Tangerang pada klub ini untuk bicara banyak dalam laga. Setidaknya mampu menembus papan atas klasemen.

Pada beberapa laga lalu, klub ini harus puas berbagi angka dengan Bali United dan PSM Makasar, serta harus rela kalah di kandang Persikabo pekan lalu. Bagi saya hal tersebut bisa dimaklumi sebab mampu menahan Bali United sebagai juara bertahan, itu salah satu prestasi yang bagus untuk klub promosi sekelas Persita.

Lalu, yang jadi pertanyaan, kenapa klub ini belum meraih kemenangan satu pun? Padahal terlihat dari persiapan mereka sebetulnya cukup bagus. Mendatangkan empat pemain asing sekaligus, serta mendatangkan pemain-pemain berpengalaman seperti: Hamkah Hamzah, Samsul Arif, serta Ricky Kayame merupakan keputusan tepat.

Secara permainan memang Pendekar Cisadane belum terlalu impresif dan masih belum konsisten. Dari beberapa laga yang di lakoni, sangat kelihatan chemistry antar pemain belum terlihat. Hal ini sangat di wajarkan karna Persita merombak habis skuatnya musim lalu demi bertahan di Liga 1.

Memang membutuhkan waktu dalam membentuk chemistry sebuah tim, saya yakin pelatih sekelas Pep Guardiola pun belum tentu bisa memberikan kemenangan ketika ditantang menahkodai skuat Persita sekarang. Saya selalu percaya proses, baiknya kita sebagai suporter tetap sabar dan harus terus selalu mendukun tim ini.

Sebenarnya klub ini bermain bukan tanpa serangan, pengaruh Hamkah sebagai Kapten dan empat pemain asing memberikan sedikit perbedaan dalam permainan Persita di lapangan. Bustos dan Eldar Hasanovic yang menjadi motor serangan andalan Persita cukup memberikan dampak yang positif.

Sesekali, Mateo bustos dan Eldar Hasanovic merepotkan pertahanan lawan dengan akselerasi dan umpan kunci yang memanjakan pemain depan Persita. Dua pemain ini juga sering sekali mengancam lewat sepakan jarak jauh akurat. Sayangnya keberuntungan memang belum berpihak pada Persita.

Yang perlu menjadi evaluasi tentunya adalah dalam segi permainan: kurang variasi dalam mengancam pertahanan lawan. Penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah lini serang, sering sekali peluang emas terbuang sia-sia. Widodo C. Putro harus segera memutar otak kalau memang ingin tim ini berbicara banyak di liga.

Tadi baru lini depan, mari kita bahas tentang lini belakang tim ini. Persita yang baru saja kebobolan tiga gol, Apa  ada yang salah dalam pertahanan Pendekar Cisadane ini? Beberapa peluang dan gol yang tercipta terjadi karna kelengahan pemain belakang yang telat mengantisipasi pergerakan lawan.

Entah karna kurang fokus atau memang pergerakan lawan yang sulit terbaca, pemain belakang Persita sering sekali lengah dan minim presing yang ketat pada striker lawan. Keadaan itu tentu tak bagus untuk pertahanan sebuah tim.

Finishing dan Pertahanan menurut saya menjadi ‘PR’ besar Coach Widodo untuk skuat Persita, dua elemen ini sangat penting untuk segera di perbaiki. Masih ada waktu untuk pelatih memperbaikinya, laga masih panjang, masih ada pertempuran lain yang harus dimenangkan. Berbenah adalah cara terbaik untuk terhindar dari pahitnya menjadi penghuni papan bawah. Saya yakin Coach Widodo akan memberikan yang terbaik untuk memenuhi harapa para suportert supaya Persita dapat berbicara banyak dan bertahan di Liga 1 untuk musim depan.

Baca juga: Pendekar Cisadane Dan Kisah Yang Dilupakan

Kita tunggu pertandingan-pertandingan berikutnya, kita doakan supaya Persita bisa memberikan hasil terbaik dan mampu menjadi tim papan atas di liga. Menang atau kalah kami bangga mengawalmu pendekar.

Ku yakin kau bisa. Ku yakin kau bisa menang. Kita kan selalu ada disini, selalu ada untuk mu.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *