Perpustakaan Nasional Untuk Kemajuan Bangsa Indonesia

Bila ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban maka hancurkanlah buku-bukunya maka bangsa itu akan musnah – Milan Kundera

Perpustakaan mempunyai peranan penting terhadap kemajuan sebuah bangsa. Di tempat tersebut terkumpul buku-buku yang menjadi sarana belajar bagi masyarakat.

Pada masa keemasan peradaban Islam contohnya, Islam mempunyai perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Perpustakaan itu bernama Baitul Hikmah, dibangun pada masa khalifah Harun al-Rasyid. Tujuan utama didirikan perpustakaan ini adalah untuk mengumpulkan dan menyalin ilmu-ilmu pengetahuan asing ke dalam bahasa Arab.

Dengan adanya perpustakaan yang memadai menunjukkan bahwa ada keseriusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Biasanya Negara dengan pengembangan ilmu pengetahuan melalui perpustakaan adalah Negara maju. Mereka memfungsikan perpustakaan sebagai pengarsipan, pusat ilmu pengetahuan dan pusat penelitian.

Selain itu, keberadaan perpustakaan terbukti mampu berperan untuk menyediakan kesempatan luas bagi masyarakat dalam pengembangan diri, keluar dari belenggu kemiskinan, kebodohan, dan ketidaksetaraan

Di Inggris ada British Library yang menjadi perpustakaan terbesar di dunia dalam jumlah item. Perpustakaan ini memiliki koleksi 150 juta buku yang berasal dari berbagai Negara. Rusia memiliki Russian State Library yang menjadi perpustakaan terbesar yang ada di Rusia dan dikenal sebagai salah satu perpustakaan nasional dengan total koleksi mencapai 44,4 juta buku.Sedangkan China mempunyai  National Library of China yang menyimpanan lebih dari 32 juta buku.

Lalu di Indonesia?

Indonesia sebenarya memiliki masalah minat baca masyarakat rendah. Menurut data dari The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), budaya membaca masyarakat Indonesia berada di peringkat terendah di antara 52 negara di Asia.

Data dari UNESCO pada tahun 2012 melaporkan bahwa kemampuan membaca anak-anak Indonesia pada titik terendah, yaitu 0,001 persen. Atau hanya satu anak yang mampu menghabiskan satu buku dalam setahun dari 1000 anak Indonesia. Berbanding terbalik dengan anak-anak di Eropa yang mampu menghabiskan rata-rata 25 buku dalam setahun.

Dengan masalah seperti itu, pemerintah Indonesia mencoba menepis survey tersebut. Salah satunya dengan membuat perpustakaan nasional tertinggi di dunia. Hal ini merupakan salah satu yang sangat penting untuk dilakukan, mengingat pemenuhan kebutuhan informasi dan akses literasi bagi rakyat Indonesia.

Dengan tinggi 126,3 meter, perpustakaan ini melampaui perpustakaan tertinggi sebelumnya yang berada di Shanghai Library Institute, China. Perppusnas dengan 27 lantai ini tergolong baru. Tempat ini baru diresmikan pada 14 September 2017. Sebelumnya, Perpusnas lama hanya mempunyai tiga lantai.

Perpusnas berada di di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Perpustakaan ini mempunyai berbagai fasilitas penunjang yang cukup lengkap. Untuk fasilitas anak-anak, Perpusnas membuat fasilitas reading area khusus anak-anak dengan bentuk menarik dan beraneka warna.

Fasilitas yang juga dikembangkan oleh Perpusnas adalah layanan pada lansia dan penyandang disabilitas. Hal ini menjadi perhatian pengurus perpusnas mengingat pembaca berasal dari berbagai kalangan.

Gedung Perpusnas terlihat begitu modern. Di ruang lobi kita dihadapkan dengan rak penuh buku yang menjulang dengan ketinggian hampir 30 meter. Di lantai 21 hingga 24 yang merupakan ruangan utama untuk membaca dan meminjam buku. Berbagai furnitur warna warni berdesain minimalis tersebar di berbagai ruangan, melengkapi barisan rak buku yang berjajar rapi.

Fasilitas-fasilitas tersebut adalah fasilitas pendukung. Fasilitas yang utama adalah koleksi buku. Pada awal peresmian, perpusnas baru mempunyai koleksi 2,6 juta buku. Jumlah tersebut masih tergolong sedikit mengingat Perpusnas menyandang status sebagai perpustakaan tertinggi di dunia. Namun jumlah tersebut akan terus bertambah dengan semakin berkembangnya literasi Indonesia.

Dengan adanya perpusnas diharapkan akses literasi dan minat baca masyarakat semakin meningkat. Indonesia sudah bersaing di kancah dunia dalam penyediaan bahan bacaan untuk masyarakatnya melalui perpustakaan ini. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia siap untuk bersaing dalam kemajuan ilmu pengetahuan di dunia.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *