Perjuangan Mpok Ris dan Kayu Plawad

Bagi orang Tangerang, jika disebutkan nama Poris Plawad, akan berfikir kalau nama itu adalah sebuah nama terminal yang ada di Kota Tangerang. Dengan keramaiannya sekarang, dan pusat transportasi Kota Tangerang. Dibalik itu semua, nama Poris Plawad ternyata mempunyai kisah tersendiri.

Siapa yang menyangka bahwa nama Poris Plawad berasal dari nama orang. Seorang yang dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat kala itu; Mpok Ris. Dan Plawad adalah senjata yang digunakan Mpok Ris untuk melawan penjajah berupa kayu: Kayu Plawad. Dari nama yang berjasa tersebut terbentuklah nama Poris Plawad: salah satu daerah di Kota Tangerang.

Namanya asing terdengar oleh sebagian warga Tangerang. Maklum, nama Mpok Ris ini jarang disebut di buku-buku pelajaran dan namanya tidak digembor-gemborkan seperti kisah Si Pitung dari Betawi.

Hanya saja yang membedakan, Mpok Ris adalah salah satu jawara perempuan yang amat tangguh. Kiranya kita perlu tahu banyak tentang jawara yang satu ini.

Selama ini kita hanya mengenal bahwa jawara identik dengan laki-laki. Kita mengenal Si Pitung, Bang Jiih atau pendekar laki-laki lainnya. Ternyata, di Tangerang, selain Pendekar Cisadane dan Nyi Mas Melati yang namanya telah harum, kita masih punya satu jawara lain yang juga dibanggakan: Mpok Ris.

Mpok Ris adalah jawara keturunan Betawi yang tinggal di sekitaran Kecamatan Cipondoh. Dulu, Cipondoh adalah tempat penyimpanan barang milik Belanda. Semua barang-barangnya berasal dari jarahan rakyat kecil. Terutama hasil tani masyarakat Cipondoh.

Penjajahan Belanda membuat geram Mpok Ris. Ia berusaha membela rakyat kecil dengan menantang penjajah kala itu. Awalnya, Ia disepelekan karena notabenenya seorang perempuan. Namun, kemampuan bela dirinya membuktikan kepada penjajah bahwa ia adalah pendekar wanita yang sakti.

Kemampuan bela diri Mpok Ris didapatkan dari beberapa guru ahli silat Betawi dan Tiongkok. Dia menguasai berbagai jurus dan dikenal sulit dikalahkan. Mpok Ris termasuk jawara yang sakti dengan senjata khasnya yang berasal dari pohon Plawad. Walaupun demikian, Ia tidak pernah takut menghadapi tentara Belanda yang menggunakan senjata api. Bahkan, tentara Belanda segan jika berhadapan dengan Mpok Ris. Berkat Mpok Ris, Belanda mundur dari wilayah Cipondoh.

Meski seorang wanita, Mpok Ris dikenal sangat hebat dalam bela diri. Kemampuan bela diri Mpok Ris sangat tinggi. Banyak pemuda Betawi yang berfikir dua kali jika ingin mendekatinya. Apalagi kalo berani menggodanya, bisa-bisa mereka babak belur nantinya.

Mpok Ris tetaplah seorang wanita normal. Sekuat apapun jurus yang dimiliki, Ia ingin mencintai dan dicintai seorang pria. Di umurnya yang semakin dewasa Ia membutuhkan pendamping hidup. Atas dasar tersebut, ayahnya mengadakan sayembara. Bagi laki-laki siapa saja yang sanggup mengalahkan Mpok Ris, boleh menikahi wanita hebat ini.

Dari banyaknya lelaki yang mengikuti sayembara, Mpok Ris berhasil dikalahkan oleh lelaki yang sangat sakti. Akhirnya, Mpok Ris dinikahkan dengan lelaki tersebut.

Namun, dari pernikahan tersebut memberi kabar buruk, kesaktian Mpok Ris berangsur menghilang. Letak kesaktian Mpok Ris tidak lain berada pada keperawanannya.

Mengetahui hal tersebut, Belanda kembali berulah dan meringkus Mpok Ris dengan misi balas dendam. Mpok Ris berhasil ditangkap dan dipenjara hingga meninggal.

Kisah perjuangan Mpok Ris dikenang dengan nama daerah di Kota Tangerang: Poris Plawad. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui bahwa ada sosok pejuang yang kala itu membela rakyat yang tertindas, hebatnya Ia adalah seorang wanita.  Yah, perjuangan memang seharusnya akan selalu ada dan berlipat ganda jika kita melihat penindasan yang merebut hak kita. Tak peduli jenis kelaminnya apa.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *