Pengadaan Mobil Dinas Senilai 1,4M Di Tengah Pandemi, DPRD Kota Tangerang Sehat?

Nampaknya DPRD Kota Tangerang tak ingin kalah kontroversial dengan DPR RI yang berada di Senayan. Semakin ada-ada saja kelakuan wakil rakyat kita. Di tengah pandemi seperti ini masih saja sempat mementingkan kepentingan golongan.

DPR RI beberapa hari lalu baru saja mengesahkan RUU Minerba (Mineral dan Batu Bara) yang sempat di protes ribuan mahasiswa dan buruh saat aksi #ReformasiDiKorupsi September 2019 lalu. Dan kini giliran DPRD Kota Tangerang yang membuat kontroversi dengan pengadaan mobil dinas senilai 1.4M.

Di tengah pandemi seperti ini, bisa-bisanya menari di atas penderitaan rakyat. Tidak cukup melihat masyarakat sengsara akibat pandemi ini? Masih kurang melihat rakyatmu ini menderita? Saat banyak rakyat mengharapkan bantuan serius di tengah pandemi ini, harusnya disitulah wakil rakyat hadir. Atas perencanaan pengadaan mobil dinas tersebut, pertanyaan yang tepat untuk para wakil rakyat—“di mana hati nurani kalian?”.

Pengadaan mobil dinas ini sempat di protes dengan aksi moral yang diinisiasi oleh sekelompok warga. Salah satunya adalah Saipul Basri, ia berdiri di depan kantor DPRD Kota Tangerang  dengan beberapa temannya sambil mengibarkan bendera merah putih, menggunakan alat peraga aksi bertuliskan “Rakyat ingin sembako bukan mobil mewah”.

Baca juga: PMI Door To Door: Menyiasati Kebutuhan Darah Di Tengah Wabah

Memang benar, saat ini rakyat membutuhkan bantuan dari negara di kala menghadapi kondisi ekonomi yang kian terpuruk akibat dari pandemi ini. Daripada pengadaan mobil dinas, uang 1.4M itu bisa dibelikan beberapa paket sembako untuk dibagikan ke rakyat miskin kota yang butuh perhatian negara. Yah syukur-syukur nanti dananya tidak disunat oleh koruptor yang akan tetap saja lapar dan kalap.

Berkat aksi moral tersebut akhirnya wakil DPRD Kota Tangerang mengiyakan perihal pengunduran pengadaan mobil dinas. Sebagai rakyat, kita patut berterimakasih Saipul dan kawan-kawan yang telah menyampaikan aspirasi kita di tengah pandemi ini, corona baginya bukan halangan untuk tetap mengawal segala kebijakan yang ada.

Dipikir-pikir, enak juga ya jadi wakil rakyat. Mobil disediakan oleh negara, gaji besar, tunjangan apa lagi. Tapi kontribusi buat rakyatnya?—Suka sedih deh, kalo gini caranya bisa ancur negara tercinta kita. Masyarakat yang masih pontang-panting dengan nasib harus bergantung pada siapa, harus mengeluh pada siapa. Sedangkan mereka masih bisa enak-enakan nonton Netflix di rumah, dapet gaji pula dari rakyat.

Haduuh, Bapak dan Ibu wakil rakyat yang terhormat. Ayolah coba di pake hati, akal dan pikirannya sekali saja. Bukanya sama-sama berjuang memerangi corona, malah menjadikan pandemi ini momentum untuk mengambil keuntungan pribadi. Sadar atuh, kalian ini wakil rakyat yang seharusnya merakyat.

Saran saya nih yah, baiknya Pemda dan DPRD bekerja sama deh ya untuk menekan penyebaran virus corona ini. Kami sudah bosan di rumah aja, kami jadi susah cari uang, kami mau belajar seperti sediakala, kami juga ingin berjumpa dan berinterkasi dengan kawan-kawan tercinta Pak. Udah deh Pak cukup main-mainya. Lelah hati adek bang~

Semoga bapak dan ibu cepat sadar, bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Tidak mementingkan urusan pribadi ataupun golongan, Itu secercah harapan dari masyarakatmu yang membutuhkan sedikit perubahan. Jangan jadikan kekuasan lahan mencari uang dan keuntungan. Wujudkan keadilan rakyat bagi suluruh Indonesia sehingga tidak sebatas jargonisme saja.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *