metode tegak sambung

Menulis Tegak sambung: Metode Menulis Dengan Beragam Manfaat

Ketika duduk di bangku sekolah dasar,  mungkin sebagian dari kita merasakan diajarkan menulis dengan metode tegak sambung. Biasanya guru akan memberikan media instrumen pembelajaran lewat sebuah buku, buku itu dikenal dengan istilah: buku mulok. Kata mulok merupakan singkatan dari ‘muatan lokal’—alias mata pelajaran tambahan. Karena dahulu selain mata pelajaran inti ada juga mata pelajaran tambahan.

Untuk urusan menulis, saya bukan orang yang suka terhadap hal itu. Namun saat pertama kali dikenalkan dengan gaya menulis tegak sambung, ada rasa penasaran sekaligus ketertarikan pada hal tersebut. Saya melihat bahwa tulisan tegak sambung memiliki sisi keindahan tersendiri, huruf-huruf kursif saya anggap memiliki satu kesatuan yang indah apabila dipadukan menjadi sebuah kata. Hal itulah yang kemudian membuat gairah menulis saya terasa dibangkitkan. Bagi saya, saat menulis tegak sambung, rasanya sama seperti sedang melukis—ada sisi keindahan. walaupun diawal-awal saya menemui kesulitan saat belajar menulis tegak sambung.

Menulis tegak sambung atau disebut juga menulis halus tak semata-mata hanya metode menulis, ternyata terselip juga manfaat dibaliknya. Tanggapan beberapa pakar seperti dari William R. Klemm Ph.D yang merupakan pakar psikolog mengatakan bahwa saat menulis halus atau tegak sambung terjadi perkembangan otak dalam hal spesialisasi fungsional yang terintegrasi baik dari sensasi motorik, gerakan kontrol, sekaligus berpikir. Anak akan belajar mengontrol tegak miring huruf, membuat huruf yang saling menyambung.

Pada intinya, menulis tegak sambung dapat meningkatkan konsentrasi, membuat sel-sel otak menjadi lebih aktif, dan merangsang perkembangan. Terbukti pada negara maju, seperti di Amerika Serikat, menulis tegak sambung terus menjadi kebutuhan utama dalam melatih tumbuh kembang anak.

Baca juga :  Berharap Kaya Dengan Menulis Buku

Di sisi lain, mereka menganggap penerapan metode ini membantu anak-anak yang kesulitan membaca—dengan cara terus membiasakan belajar menulis tegak sambung. Metode menulis ini juga sangat bermanfaat untuk anak yang memiliki gangguan disleksia—mengalami kesulitan dalam proses membaca, menafsirkan huruf, kata dan simbol. Dimulai lewat sesi sky wiriting yang mengajarkan bahwa tangan mereka bisa membantu dalam proses membaca. Lewat gerak tangan dengan menuliskan huruf di udara dan kemudian menuliskan huruf yang dibayangkan tersebut ke buku. Semua itu perlu adanya kesinambungan peran antara mata, tangan dan juga mengeja secara bersamaan. Hal ini yang telah dilakukan oleh salah satu sekolah di Amerika Serikat.

Untuk para orangtua agar sang buah hatinya dapat mengembangkan kemampuan menulis nampaknya bisa menggunakan metode menulis tegak sambung. Selain dapat terlihat rapi dan bagus, kemampuan motorik halus juga dapat terasah.

Walaupun bisa dikatakan bahwa metode menulis ini cukup rumit. Tak jarang beberapa anak menyerah saat diajarkan metode menulis ini. Sebagian merasa bahwa saat tulisannya menggunakan teknik tegak sambung, menjadikan tulisannya susah untuk dibaca. Mereka lebih memilih tulisan balok sebagai gaya tulisannya. Hipotesa saya, mungkin dari 1 kelas hanya tiga orang saja yang masih menggunakan gaya menulis tegak sambung hingga dewasa.

Baca juga: Cara Menulis Judul: Pakai Huruf Kapital Semua Atau Nggak, Sih?

Tapi jika dilihat dari hasil kajian, tentu sudah jelas bahwa teknik menulis tegak bersambung mempunyai beragam manfaat. Maka dari itu cobalah kenalkan metode ini kepada anak-anak. Satu hal lagi, bebaskan mereka dengan gaya menulis sambungnya masing-masing. Karena kelak, semakin bertambahnya umur, maka akan terbiasa menulis sambung dengan gaya tertentu yang khas. Jangan biarkan gaya menulis tegak sambung meredup meski jaman telah beranjak modern—huruf sambung telah digantikan huruf balok. Tapi tegak bersambung selalu punya sisi keunikannya tersendiri—tak akan kehilangan pecintanya—termasuk saya.

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *