Menyaksikan Fenomena Alam yang Jarang Terjadi di Pantai Anom

Tidak banyak hal menyenangkan yang muncul di benak ketika saya mendengar kata Tangerang. Ya, kota ini sedang bertumbuh, lengkap dengan macet dan polusi yang dihasilkan industrinya. Tidak menyenangkan, memang. Tapi nyatanya tidak semua hal tentang Tangerang melulu seperti itu.

Kota ini nyatanya masih memiliki sisi keindahan yang tidak banyak dibicarakan. Taman-taman berbagai macam, atau beberapa tempat lainnya yang tentu saja instagramable.

Nah, belakangan ini ada satu tempat dari Tangerang yang sedang viral di jagat maya. Adalah Kawasan Pantai Anom yang menjadi bahan perbincangan banyak orang itu. Karena fenomena alam, tanah di Kawasan Pantai Anom menjadi kering dan muncul retakan di kawasan tersebut. Hal yang jarang terjadi ini tentu menarik perhatian banyak orang dan menjadikannya viral.

Tidak hanya di dunia maya, kabar soal fenomena ini juga hadir di beberapa media arus utama. Bahkan, mereka merekomendasikan Kawasan Pantai Anom sebagai tempat wisata yang baik untuk dikunjungi entah dengan kekasih ataupun keluarga.

Tanah retak ini berlokasi di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Perlu kalian tahu, tanah retak ini terbentuk dari dampak fenomena alam akibat meluapnya sungai Cisadane yang kemudian membuat bendungan di kawasan tersebut jebol. Jebolnya bendungan ini membuat air sungai serta lumpur naik hingga ke pantai. Dan ketika kemarau datang, pasir yang tercampur lumpur mengeras, kemudian menjadi retak.

Awalnya tempat ini hanyalah sebuah kawasan pantai yang sepi akan pengunjung. Namun, ketika ada orang yang mengabadikan fenomena tersebut dan membagikannya di media sosial membuat kondisi pariwisata di tempat ini berubah total. Kini kawasan itu \ramai dan menjadi salah satu tempat favorit untuk rekreasi.

Sesaat setelah Viral, saya penasaran dan ingin berkunjung kesana. Akhirnya, beberapa hari lalu saya mendapatkan kesempatan mendatangi tempat tersebut. Perjalanan menuju Pantai Anom sendiri lebih baik ditempuh menggunakan sepeda motor. Mengingat akses masuk ke kawasan tersebut terbilang sempit karena diapit oleh 2 tambak ikan, saya merekomendasikan penggunaan sepeda motor sebagai sarana transportasi pada kalian.

Untuk masuk ke kawasan wisatanya kita akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000. Sebenarnya sih tarif tersebut dikenakan untuk biaya parkir sepeda motor di sana. Dan setelahnya, kita bisa menikmati fenomena alam yang jarang bisa dilihat secara langsung oleh diri sendiri. Yang agak saya sayangkan, fasilitas di lokasi wisata ini masih tergolong minim. Ya semoga ke depannya pihak pemerintah segera membenahinya mengingat potensi wisata tempat ini cukup besar.

Wisata seperti ini memang jarang di daerah Tangerang. Untuk itu, kita sebagai warga yang baik seharusnya dapat menjaga dengan tidak mengotori daerah wisata. Misalnya dnegan tidak membuang sampah sembarangan bahkan yang kecil sekalipun seperti puntung rokok atau bungkus permen.

Tentu, kita tidak ingin jika tempat wisata seperti ini berumur pendek hanya karena kemalasan kita membuang sampah pada tempatnya. Terakhir, mengutip kata Zafran dalam novel 5 Cm: Negeri ini indah sekali Tuhan, bantu kami menjaganya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *