Hutan Mangrove Sebagai Alternatif Wisata Bahari yang Asyik Di Tangerang

Penyusutan lebar pantai hingga menyempitnya lahan bagi penduduk yang tinggal di pesisir merupakan gejala yang sering terjadi di banyak pantai. Umumnya, peristiwa tersebut dinamakan abrasi. Memang daerah pesisir pantai seringkali mengalami abrasi, itu adalah hal yang lumrah. Namun jika terus dibiarkan tentu akan berdampak buruk untuk ekosistem. Cara mudah dan sederhana untuk mengatasi abrasi pada daerah pesisir pantai ialah menanam tumbuhan yang dapat melindungi tanah agar tidak tergerus air laut. Tanaman mangrove (bakau) merupakan solusinya.

Ada bayak jenis tanaman mangrove, diantaranya Acanthus ebractus, Acanthus ilicifolius, Bruguiera Cyilindrica, Acrostischum aureum dan masih banyak lagi. Sebenarnya ada perbedaan yang paling mendasar antara mangrove dan bakau. Mengutip dari satu  jurnal  “Pohon bakau adalah jenis tanaman mangrove tropis dari genus Rhizophora. Bakau biasanya tumbuh di bagian paling depan yang berhadapan degan laut.”

Nah, Pemerintah Tangerang kali ini selain memenuhi hiburan di dalam kota dengan berjuta tamannya, sekarang juga turut konsen untuk memperbaiki wisata perairan yang berada di kabupaten. Dengan menggalakan penanaman mangrove di kawasan pantai Tanjung Pasir, kecamatan Teluknaga. Harapannya daerah tersebut dikemudian hari dapat berguna sabagai wisata bahari.

Aksi menanam tanaman mangrove ini dipelopori oleh banyak elemen lembaga. Mereka merasa bahwa keresahan saja tidak cukup, maka turutlah membentuk satu agenda atas dasar kepedulian bersama, untuk jadi pemersatu dalam peduli pelestarian ekosistem laut.

Luas wilayah yang ditanami pohon bakau diperkirakan mencapai 15 hektar. Jenis Tanaman Mangrove yang ditanam di Tanjung Pasir adalah  jenis Bruguiera Cyilindrica, jenis ini terbilang langka. Pemilihan mangrove jenis ini dipilih karena dinilai cocok untuk tumbuh di pesisir Tanjung pasir. Serta mangrove Bruguiera Cyilindrica dianggap tidak mudah tumbang oleh hantaman ombak karena lebih kokoh, selain itu mangrove jenis ini lebih cepat berkembang biak.

Jauh sebelum proses penanaman pohon mangrove di tanjung Pasir, pihak Pemerintah kabupaten Tangerang telah lebih dulu mengirimkan 9 orang untuk diajari cara budidaya hutan mangrove di pantai Indah Kapuk, Jakarta utara.

Nampaknya Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah serius membangun wisata bahari di Tanjung Pasir, karena saat ini telah dibangun jalan serta sarana dan prasarana pendukung wisata tersebut. Pada lokasi itu akan dibangun tempat jajanan, panganan yang harganya tentu dapat terjangkau. Hal tersebut akan memanjakan lidah para pengunjung dengan aneka kuliner, selain itu disediakan pula arena bermain anak. selain itu terdapat sarana memancing. Tempat parkir disana cukup luas. Sarana ibadah bagi umat muslim juga tersedia.

Hadirnya wisata bahari di Tanjung Pasir merupakan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat, karena dengan dibangunnya wisata bahari, tentu saja sama dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, selain itu warga sekitar dapat menjajakan hasil tangan kreatifmya kepada pengunjung.

Hal yang tak jauh penting adalah dengan adaya wisata bahari di Tanjung Pasir, warga sekitar dapat menikmati hari libur dengan keluarga tercinta tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Tempat wisata menjanjikan yang menawarkan beragam keindahan pada pantainya, pokoknya tak kalah dengan beberapa destinasi wisata mewah lain.

Komentar

Engga suka digigit nyamuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *