Menjadi Masyarakat Yang Kondusif Dan Toleran Di Tangerang

Sebagai masyarakat Indonesia, tinggal di negeri yang kulturnya beragam ini, perlu sekali mengedepankan keberagaman dan kerukunan, antar-umat beragama, suku ataupun ras. Sebab dahulu kala, Indonesia dapat satu rumpun masyarakatnya dengan menyatukan pandangan, memperjuangkan untuk Indonesia merdeka.

Kita berkilas pada sejarah dulu yang dicetuskan oleh para pemuda akan sumpahnya. Pada hari itu arah perjuangan telihat jelas. Perjuangan bergeser dari yang tadinya angkat senjata menjadi angkat pena. Betapa bangganya Ibu Pertiwi melihat tanah airnya diisi semangat anak muda yang coba bangkit membawa kejayaan untuk Indonesia.

Keberadaan pemuda saat ini dapat diklasifikan kepada dua model. Pemuda yang aktif masuk ke dalam pemikiran politik dan pemuda yang sedikit mendengar kabar burung mengenai yang beredar lalu kembali memegang gajet dan sibuk bermain game atau lain sebagainya.

Ya, memang keberadaan masyarakat saat ini, dibanding pemuda di era reformasi dulu sekilas nampak berbeda. Terlebih, terbawanya arus kecanggihan teknologi. Gapapa, di era modern ini terlihat ingin pintar menggunakan teknologi, asal tetap melek dan kritis menyoroti tentang keadaan Indonesia saat ini, khususnya dalam urusan perpolitikan.

Mari, coba kita tengok akan kontestasi pemilihan pilpres di tahun 2019. Apa ada yang sudah tau track record capres keduanya, akan kinerja dan upaya yang dilakukan untuk negara? Atau memang pilih diam dan manggut diberi pelicin agar bisa di bungkam.

Menyikapi soal pilpres, sebenarnya kita dituntut untuk lebih objektif, pasalnya tagline 2019 GantiPresiden memang menyeret beberapa oknum untuk mencanangkan agenda yang dirasa kurang sekali toleran. Ya, saya sebut kurang ada toleransi memang jelas ada. Sebab, gembar-gembor yang tergarap sejak lama ini turut menggiring opini masyarakat ke dalam konteks yang tidak benar. Syukur saja kalau memang kebanyakan masyarakat sudah paham menilai kedua kubu secara objektif.

Kali ini Tangerang sampai terbawa imbasnya akan tagline yang bertagar 2019GantiPresiden. Hal tersebut ditolak oleh sejumlah mahasiswa dan pemuda bersatu. Mereka tergabung dari beberapa aliansi kampus. Dikutip dari wartakota.com. Menurutnya, gerakan #2019GantiPresiden membawa agenda makar yang dapat memecah belah persatuan. Sebanyak kurang lebih 70 mahasiswa berorasi di depan Bundaran Alam Sutera, Jalan Raya Serpong Utara, Tangsel.

Aksi tersebut juga membuktikan penolakan terhadap deklarasi pihak kubu lawan atau yang masuk ke dalam alirannya yang akan di deklarasikan pada tanggal 9 September 2018.

Di dalam aksi penolakan tersebut diwarnai juga aksi pembakaran poster, spanduk dan selembaran yang berbau #2019Ganti Presiden. Ya, memang ketika ada hal yang dirasa tidak pantas haruslah di lawan dengan cepat dan sebaik mungkin.

Kita tau bahwa Tangerang adalah kota yang selama ini kondusif dan toleran, terbukti dalam pilkada yang digelar belum lama ini. Tidak adanya gesekan antar satu sama lain. Sebab, koalisi sudah bulat menyatakan mendukung satu nama untuk naik menjadi pemimpin daerah.

Saya rasa bukan urusan mengungguli, namun Tangerang saat ini mengedepankan toleransi dan ketentraman. Itulah yang menjadi alasan kenapa harus diperhatikan jika ingin mensuplai opini masyarakat Tangerang. Soal hak memilih memang kembali lagi pada urusan pribadi. Yang jadi masalah adalah ketika hari ini tagar tersebut menstigmakan pemerintah buruk.

Sah-sah saja bila ingin melakukan #2019GantiPresiden kalau nyatanya seluruh masyarakat dilanda segala kasus negara. Tapi yang kita lihat banyak masyarakat yang diuntungkan juga dari berbagai program yang digarap Presiden sekarang.

Ayolah, Indonesia bukan negeri yang ingin kembali lagi ke masa feodalisme, kita junjung harkat dan martabat yang tinggi, tanah nenek moyang yang tercipta ketika Tuhan sedang tersenyum. Jadilah seorang petinggi politik yang prestise.

Terakhir, kalau boleh usul, kenapa tidak untuk membuat tagar yang kepentingannya bukan hanya jatuh pada sebelah pihak. Namun mendukung kemajuan Indonesia. Seperti misal #2019KamiDukungPresiden, #2019PresidenKitaKeren atau bisa saja mungkin buat yang pasti-pasti aja #2019GantiTahun. Kan sudah jelas toh, adanya pergantian tahun.

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *