Menikmati Suasana Alam Kampoeng Kalapa

Mungkinkah kita bisa menikmati suasana pedesaan di tengah ramainya kota industri?

Saat kita dibebani oleh pekerjaan yang menumpuk, adakalanya kita perlu liburan. Apalagi kita, warga Tangerang, hidup di daerah industri. Keramaian dan kesibukan yang mengakibatkan stress akan berkurang oleh liburan.

Tidak perlu liburan jauh dan mewah, cukup yang dekat dan sederhana saja. Ke wisata lokal misalnya. Bisa menyambangi banyak tempat seperti taman, danau atau museum. Entah itu dengan keluarga, teman atau gebetan. Hal seperti ini diperlukan untuk menghilangkan rasa penat oleh aktifitas rutin yang membosankan.

Di Balaraja, Kabupaten Tangerang, ada tempat wisata yang menawarkan fasilitas yang cukup lengkap. Kampoeng Kalapa namanya. Tempat ini menyuguhkan nuansa alam sekaligus kuliner di dalamnya.

Tempat wisata tersebut berada di Sindang Jaya, Balaraja, Kabupaten Tangerang. Memang tempatnya agak jauh dari jalan raya namun tidak sulit dicari. Dari jalan raya provinsi, di samping Telaga Balaraja Cluster, masuk kurang lebih sejauh 4 km untuk mencapainya.

Tempat ini mengusung konsep pedesaan, kita ditawarkan suasana sejuk, pohon-pohon rindang, sawah, danau dan dikelilingi kolam-kolam ikan. Ada banyak juga saung yang bisa kita pilih sendiri sesuai jumlah orang yang ingin menempatinya. Ada saung yang berukuran kecil sampai besar.

Fasilitas yang dapat dipergunakan seperti mushola, toilet, kolam ikan, dan danau juga cukup luas. Tempatnya cocok deh untuk berkumpul dengan keluarga atau teman kerja.

Ada yang lebih serunya lagi, terdapat area untuk camping. Bila tidak ada perlengkapan camping, kita bisa menyewa villa yang tersedia di pinggir danau atau tepat di tengah danau di sana. Saya pernah merasakan suasana asiknya camping di sana dengan teman-teman kampus saya ketika ada acara kampus.

Harga sewa tempat bisa kita pilih. Dari yang temurah dengan fasilitas pendopo saja, hingga paket ekslusif yang terbilang mahal, dengan dapat menggunakan aula makan dan penginapan.

Untuk menu makanan yang tersaji, ada sayur asem, tumis kangkung, karedok, ikan bakar bumbu cobek, cumi bakar, nasi goreng pete, bahkan sampai otak-otak dan masih banyak lagi. Untuk soal makanan dijamin deh pasti puas. Ya, soal biaya juga masih dalam kategori relatif.

Mula-mulanya tempat ini hanya tempat pemancingan dan saung makan tradisional khas Sunda. Sekarang ini tempat pemancingannya masih dipertahankan dan cukup ramai diminati, para pemancing biasanya datang pada saat siang hingga sore hari. Karena pada saat itu, suasana terasa sejuk dengan angin membuat semakin nyaman.

Nah, itu merupakan tempat yang sekiranya dapat mengikis rasa stres karena disibukkan oleh pekerjaan sehari-hari. Tempat ini sangat cocok dikunjungi.

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *