perawat

Mengapresiasi Jasa Perawat dan Bidan di Hari Kesehatan Dunia 2020

Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak – Mahatma Gandhi

Kesehatan adalah modal penting untuk bisa terus hidup dan tetap menjalani rutinitas dengan baik. Kesehatan bukan barang mainan, apalagi untuk dikomersilkan. Meski kita tau pada akhirnya yang terjadi jauh dari itu. Ketahuilah bahwa sehat itu mahal, setidaknya pelayanan kesehatan harus bisa diimbangi dengan rasa sisi kemanusiaan.

Bergeser ke masa lampau, ketika dahulu berbagai wabah penyakit menimpa masyarakat di dunia dan perang telah berangsur membaik. WHO (World Health Organization) sebagai organisasi kesehatan terpimpin yang berada di bawah naungan PBB berinisiasi untuk ada penetapan hari penting dalam rangka dapat melaksanakan fungsi kordinasi dan meningkatakan kesehatan publik di seluruh penjuru dunia.

Pada tahun 1948, organisasi kesehatan dunia tersebut menggelar pertemuan Majelis Kesehatan Dunia yang berlokasi di Jenewa, Swiss dengan dihadiri lebih dari 61 negara dan menetapkan tanggal 7 April sebagai hari kesehatan sedunia. Untuk pertama kalinya, hari itu diperingati pada tahun 1950.

Hari kesehatan dunia juga merupakan kesempatan untuk mengadvokasi komitmen dan sumber daya serta memperkuat tenaga kerja di bidang kesehatan, meningkatkan pendidikan dan kondisi kerja mereka, hingga memungkinkan mereka untuk mendapatkan hak-haknya sebagai tenaga medis.

Sudah 70 tahun tepatnya hari kesehatan sedunia diperingati dan setiap tahunnya selalu memiliki tema tersendiri yang menggambarkan tentang keadaan atau mengangkat pelbagai masalah kesehatan secara global. Beberapa waktu ke belakang, seperti bertemakan kesehatan mental, perawatan ibu dan anak, serta tahun 2019 kemarin dengan tema cakupan kesehatan universal: semua orang, dimana saja.

Di tahun 2020 ini melihat keadaan dunia yang tengah dilanda wabah virus pandemi, WHO mengangkat tema dukungan untuk perawat dan bidan, karena peran vital mereka menjaga kesehatan dunia.  Menurut data WHO bahwa tenaga perawat secara global ada kurang lebih sekitar 28 juta, lebih dari 19 juta adalah perawat profesional.

Angka tersebut luar biasa besar, mengingat bahwa merekalah yang berjuang di garda terdepan dalam memberi pelayanan dan pengobatan kesehatan, mereka yang bertugas mengumpulkan bahan kajian klinis hingga rela menempatkan prioritas kesehatan dalam menangani wabah Covid-19 meski dengan risiko tinggi, sekalipun nyawa taruhannya.

Tahun yang jadi kesempatan bagi perawat dan bidan ini patut disorot, lantaran sebagai posisi sentral penting dan salah satu sumber daya yang berharga bagi negara. Ber-tagline support nurses and midwifes menjadi sebuah ajakan kepada masyarakat untuk menghormati kontribusi perawat dan bidan dalam menjaga dunia tetap sehat.

Selain itu pula WHO punya alasan lain mengangkat tahun ini sebagai tahunnya perawat karena di tahun 2020 bertepatan dengan ulang tahun ke-200 Florence Nightingale, sosok pelopor perempuan perawat modern yang dikenal sebagai ‘Bidadari Berlampu’ karena jasanya mengumpulkan korban perang Krimea tanpa rasa takut. Maka dengan penuh rasa hormat, ini sebagai bentuk menghargai jasa beliau yang telah berkontribusi penuh di bidang keperawatan.

Walau di Indonesia peringatan hari kesehatan sedunia tidak berdengung secara kencang di masyarakat. Tapi setidaknya, mulai dari kita sendiri yang tau mengenai pentingnya peringatan dan usungan tema tahun ini. Lakukan saja langkah kecil yang penuh arti untuk mereka, beri apresiasi dan penghargaan terhadap para perawat dan bidan akan jasa yang telah mereka buat.

Seperti yang ditulis pada artikel WHO yang mengatakan bahwa kita semua sebagai masyarakat, kedepannya harus terus serukan dukungan di hari kesehatan sedunia demi bisa memberi semangat kepada tenaga kerja keperawatan dan kebidanan hingga cukup kuat bahwa setiap orang yang mereka tangani dimanapun mendapatkan perawatan kesehatan sesuai yang dibutuhkan, terutama di tengah pandemi corona.

Baca juga: Social Distancing? Saatnya Lebih Dekat Dengan Buku

 

Komentar
Dhani Arief Wicaksono

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *