Menengok Pangeran Jaga Lautan Di Pulau Cangkir

Sebagian besar warga Tangerang mungkin tahu bahwa Kesultanan Banten mempunyai hubungan erat dengan Tangerang. Bahkan, boleh dibilang terbentuknya Tangerang adalah buah dari perjuangan Kesultanan Banten. Banyak peninggalan-peninggalan Kesultanan Banten di Tangerang, baik itu dari segi bangunan maupun jejak sejarahnya. Seperti nama ‘Tangerang’, ‘Tigaraksa’, dan masih banyak lagi.

Kesultanan Banten adalah kerajaan islam yang didirikan oleh Syekh Maulana Hasanuddin, putra dari Syekh Maulana Syarif Hidayatullah atau lebih akrab dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Syekh Maulana Hasanuddin mempunyai anak bernama Syekh Waliyudin atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Pangeran Jaga Lautan.

Seperti ayahnya, Pangeran Jaga Lautan juga seorang penyebar agama Islam di wilayah Banten. Ia ditugasi menyebarkan ajaran Islam di pesisir pantai laut utara hingga wafat.

Makamnya kini berada di pulau cangkir. Sebuah pulau yang terletak di pinggiran Kabupaten Tangerang. Pulau Cangkir  sendiri terlatak di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, berjarak sekitar 25 Km dari Kota Tangerang. Pulau ini sangat sering dikunjungi oleh peziarah dari dalam maupun luar kota.

Makam Pangeran Jaga Lautan menjadikan Pulau Cangkir sebagai tempat wisata religius yang dikenal luas oleh masyarakat Banten bahkan seluruh Nusantara.

Dengan 3 gabungan bentuk wisata, yakni wisata bahari, wisata sejarah dan wisata ziarah.

Makam Pangeran Jaga Lautan ramai oleh peziarah pada hari-hari tertentu. Terutama pada hari peringatan agama islam. Pulau itu akan padat oleh pengunjung dan kembali sepi disaat hari biasa.

Makanya, pulau ini jarang dikenal sebagai pulau yang memiliki keindahan lebih seperti pulau seribu, melainkan sebagai pulau yang kramat karena terdapat makam di dalamnya.

Untuk berwisata bahari disana juga tidak mengecewakan. Banyak fasilitas yang tersedia seperti penginapan dan alat-alat renang.

Saat datang ke sini, maka kita akan disuguhi keindahan alam yang masih alami, sehingga kita bisa lakukan beberapa kegiatan seperti, bermain, berfoto selfie. berziarah, dan menikmati beberapa pulau yang ada disini seperti pantai Tanjung Pasir, dan Pulau Sangiang di desa Cikoneng, Banten.

Diceritakan oleh masyarakat sekitar bahwa Pulau Cangkir awal mulanya terpisah dengan pulau Jawa. Namun karena tempatnya yang tidak terlalu jauh masih di sekitar bibir pantai, masyarakat sekitar berhasil membuat jembatan penghubung dengan pulau cangkir agar memudahkan peziarah untuk datang ke tempat tersebut. Persisnya sekitar tahun 1995.

Dinamakan pulau cangkir mungkin jika dilihat sekilas bentuk pulau nya memang seperti cangkir. Nah, dari nama pulau itu kemudian terinspirasi untuk membuat ikon kecamatan di sana guna menunjukan identitas dan kebanggaannya sebagai tempat wisata favorit. Tentu, juga tak lepas sebagai tempat wisata religius untuk berziarah ke makam Pangeran Jaga Lautan.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *