Menengok Kampung Belajar New Normal di Sudimara Tangerang

Kita sudah sering mendengar kata new normal yang dipopulerkan oleh media-media. New normal atau kenormalan baru mengharuskan kita untuk menghadapi tatanan hidup baru. Kita mesti menjaga jarak antar individu, memakai masker dan beberapa protokol kesehatan yang telah disarankan pemerintah untuk mencegak penyebaran covid-19.

Ada anggapan jika new normal akan menghabat gerak kita karena beberapa aktivitas kita harus terjaga dari kontak fisik. Namun nyatanya new normal ini bukan menjadi suatu penghalang untuk  terus berkreasi dan berinovasi. Buktinya, sekelompok anak muda bisa mendirikan Kampung Belajar New Normal di Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Mendengar keluhan beberapa orangtua di kampung tersebut tentang anak-anak yang banyak kehilangan kreatifitas dan ruang bermain di masa pandemi ini, Taufik dan rekan-rekannya menginisiasi Kampung Belajar New Normal ini. Kampung Belajar New Normal bisa dikatakan sebagai sekolah alternatif anak-anak di kampung tersebut mengingat sekolah belum pasti kapan akan dibuka.

Lebih lagi, masa pandemi memaksa anak-anak melakukan kegiatan belajar mengajar melalui daring. Hal ini mengakibatkan kebosanan pada anak. Terlebih, anak membutuhkan interaksi dan bermain.

Kampung Belajar New Normal disosialisasikan oleh Taufik terhadap warga Kelurahan Sudimara Pinang, tepatnya di RT07 RW02. Nyatanya Taufik berhasil memikat perhatian warga, sehingga terciptalah kampung belajar ini berkat ide cemerlang Taufik dan kawan-kawan lainya.

Kampung Belajar New Normal ini diharapkan bisa menjawab keresahan orang tua terhadap anak-anaknya yang tidak bisa menggali kreatifitasnya akibat pandemi. Dengan adanya kampung ini, anak-anak bisa belajar dan bermain namun tetap menaati protokol kesehatan yang ada. Seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan selalu cuci tangan setelah melakukan kegiatan.

Ada banyak metode belajar yang diberikan taufik dan teman-teman lainya untuk anak-anak di sana. Sekiranya ada sekitar 24-an anak yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di kampung ini. Tentunya Taufik tetap mengedepankan bagaiamana anak tersebut bisa mendapat haknya untuk bermain dan belajar.

Ada beberapa kelas yang ada di kampung tersebut, seperti kelas bahasa Inggris, memasak, olahraga, dan mengajarkan anak bagaimana berwirausaha. Intinya, Taufik ingin anak-anak bisa bebas mengekspresikan dirinya dan bisa mengeksplore hal-hal yang disukai.

Mesikpun di masa pandemi ini anak-anak tidak bisa belajar tatap muka di sekolah formal, namun Kampung Belajar New Normal ini menjadi alternatif yang sangat baik. Banyak sekali pihak yang tertarik untuk sekedar melihat atau bahkan membantu program Kampung Belajar New Normal ini. seperti KOMPAS dengan program aku baca yang tertarik bekerja sama dengan kampung ini dengan menyumbangkan beberapa buku bacaan untuk mengembangkan minat baca anak-anak. Program ini murni atas swadaya masyarakat sekitar dan ada banyak sekali manfaatnya.

Semoga dengan adanya kampung belajar new normal di Sudimara Pinang ini dapat memberikan pengaruh baik terhadap masyarakat Kota Tangerang lainnya. Program seperti ini sangat diharapkan agar kita terus bisa berkembang dan menciptakan SDM yang berkualitas mesikpun pandemi corona masih terus menghantui kita.

Mari kita dukung kegiatan dan program semacam ini, agar Kota Tangerang bisa terus mencetak generasi penerus bangsa yang kreatif dan inovatif. Gerakan seperti ini semoga bisa menjadi rantai kebaikan yang menularkan kegiatan positif namun tetap menaati peraturan pemerintah.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *