Mencari Buku Dalam Suasana Gelap Di Toko Buku Wuguan

Saya termasuk dalam kategori orang yang cukup banyak membaca buku, namun tidaklah berani menasbihkan diri sebagai kutu buku. Alasannya, karena saya bukan (lagi) tipe pembaca yang menyukai segala jenis bahan bacaan.

Selain itu, alasan selanjutnya ialah ketertarikan untuk mengunjungi toko buku pun semakin redup. Karena mungkin konsep toko buku yang sekarang terkesan itu-itu saja ataupun bahan bacaan yang disediakan tak sesuai dengan apa yang saya harapkan.

Tipikal pembaca seperti saya memang agak ribet, perlu adanya penyegaran ataupun referensi yang bisa menggugah semangat untuk membaca (kembali). Tentu, untuk mengatasi problem yang seperti ini saya pun mengakali agar setidaknya dapat menemukan sebuah toko buku yang memiliki konsep berbeda juga dapat dapat menemukan bahan bacaan yang diinginkan.

Naasnya, toko buku di Indonesia masih sebatas menyediakan bahan bacaan saja, tanpa mengusung konsep unik dan inovatif. Beda hal dengan yang ditunjukkan oleh negara Taiwan menyoal konsep toko buku, dimana terdapat toko buku bernama Wuguan Books yang mengusung konsep unik dan orisinil bagi para pembaca. Pengunjung ditawarkan sensasi berbeda yang diharuskan berbelanja buku dalam suasana gelap. Dimana suasana gelap, jelas belum pernah dimiliki toko buku lain dimanapun.

Loh, bukannya mencari buku yang tepat memerlukan kecermatan? Sebut saja seperti kalian harus cermat membaca terlebih dahulu sinopsis dari buku yang ingin kalian beli. Pertanyaannya, apakah kalian tetap bisa membaca sinopsis dalam suasana gelap?

Tentu saja bisa, walau pencahayaan minim, kalian tetap bisa membaca sinopsis dengan lampu baca yang terpasang di beberapa meja guna mendapatan makna ataupun benang merah dari buku yang akan dibeli.

Segala peraturan yang diterapkan ketika berkunjung ke toko buku Wuguan pun mesti ditaati oleh setiap pengunjung. Seperti jangan menyalakan flash dari smartphone, jika kaki kalian terinjak oleh pengunjung lain, kalian tak boleh berteriak serta aturan yang paling penting untuk ditaati ialah dengan tidak berisik ketika berada di dalamnya.

Peraturan yang dibuat memang sangat bisa membuat suasana semakin syahdu terutama untuk para book hunter ketika berkunjung. Ditambah lagi dengan koleksi buku dengan tema yang tak biasa, seperti buku tentang jiwa, emosi, atau energi negatif. Dimana hal tersebut dapat membantu seseorang mengumpulkan keberanian untuk memberontak dalam menghadapi segala luka dari masalah-masalah yang kerap terjadi.

Toko buku Wuguan juga lebih dari sekadar toko buku yang kreatif. Itu karena slogan yang diusung toko buku ini ialah “Wuguan Books – tentang membaca jiwa.” Suasana yang ingin diciptakan ialah para pengunjung bisa dengan bebas menjadi diri sendiri, sehingga dapat berkomunikasi dengan jiwa untuk menemukan arti sesungguhnya perwujudan diri sendiri.

Saat ini Wuguan Books hanya terbuka untuk pengunjung berusia di atas 18 tahun, karena toko tersebut berisi beberapa buku yang membahas topik sensitif, dan menjual barang dagangan yang belum tentu sesuai untuk pembaca yang lebih muda.

Selain buku, Wuguan Books juga merupakan rumah bagi bagian toko kecil yang menjual beragam pernak-pernik elektrik, semisal aksesori rumah serta kopi.

Sebaiknya para pegiat literasi, khususnya di Indonesia dapat mencontoh toko buku Wuguan dengan segala keunikan serta konsepnya yang berkesan inovatif. Karena jika dapat diterapkan, sudah pasti para Book Hunter akan setia untuk terus-menerus berkunjung dan mencari bahan bacaan yang sesuai.

Baca Juga: Tachiyomi: Kultur Membaca Di Jepang

Jadi pada hakikatnya, setiap orang pastilah ingin mendapat wawasan lebih dengan membaca buku. Hanya tinggal para pengusaha toko buku memberikan stimulus dengan konsep-konsep menarik yang mesti dihadirkan. Sehingga virus literasi benar-benar akan bisa tersebar dengan ramainya pengunjung yang mendatangi ke toko buku.

Terakhir, bila ada kerabat, teman dekat ataupun kalian sendiri yang sudah pernah mengunjungi toko buku Wuguan, boleh sharing cerita dan pengalamannya. Siapa tau bisa jadi bekal untuk saya bisa memantapkan hati datang ke toko buku tersebut.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *