Membaca Buku Kumpulan Kutipan Jadi Tren Terkini Anak Muda

Membaca Buku Kumpulan Kutipan Jadi Tren Terkini Anak Muda

Saat ini, rutinitas setiap orang pasti tak lepas dengan gadgetnya. Namun itu tak menjadi tolok ukur seseorang untuk jarang membaca buku. Apalagi untuk anak kiwari yang sulit sekali diidentifikasikan; terlihat sibuk bermain ponsel pinter, nyatanya ia adalah pecandu buku. Yang dimaksud justru bukan buku-buku yang berjeniskan berat—model filsafat, sospol dan lain sebagainya.

Buku-buku bacaan anak muda jaman sekarang lebih cenderung ke arah percintaan, galau dan bahkan tentang jati diri—mencari tau siapa diri dia sebenarnya. Ya, pokoknya semua bercerita tentang lika-liku kehidupan. Nah, buku model begitu didapatkan lewat buku kumpulan kutipan.

Jika kamu sadar bahwa beberapa tahun ke belakang, sekitar tahun 2014 silam salah satu karya novel karangan Pidi Baiq sempat laris manis diperbincangkan. Pasalnya buku yang berjudul Dilan itu selain memang mengisahkan melodi cinta antara Dilan dan Milea, juga yang jadi terkenang adalah kutipan-kutipannya yang amat fenomenal. Begitu dahsyat membuat hati para gadis meleleh. Salah satunya yang pling diingat yaitu, “Jangan rindu, berat. Kamu gak akan kuat.”

Kutipan sejenis kini banyak beredar. Baik di kanal jejaring maupun dalam wujud bentuk fisik (buku kutipan). Alasan lain bacaan anak muda jaman sekarang, yang cenderung punya frame cinta-cintaan dari buku kumpulan kutipan adalah karena bukunya lebih ringan untuk dibaca, serasa sangat simpel dan tidak butuh waktu lama menamatkannya.

Beda dengan buku novel, cerpen dan sejenisnya yang punya ketebalan hingga beratus-ratus halaman. Bagi mereka, perlu tenaga ekstra dan jerih payah yang sangat besar, yang terkadang mesti sampai ngantuk-ngantuk membacanya. Ya, memang untuk melahap buku bacaan yang lebih panjang bukan perihal mudah. Hanya saja cukup perlu membiasakan atau rutin membaca.

Untuk itu, bisa dibilang buku kumpulan kutipan punya kelebihan tersendiri. Lalu yang membuat menarik dari buku jenis ini, biasanya ada yang disertakan dengan ilustrasi gambar-gambar menarik dalam setiap halaman. Semua tergantung dalam kuotes tersebut, bila isi kata-kata nya sedih, ilustrasinya pun akan menggambarkan hal kesedihan. Dengan begitu si pembaca akan terhanyut ke dalam suasana dengan tema yang ia baca. Ilustrasi itulah yang kebanyakan disukai anak muda.

Sekarang ini banyak para penulis buku kumpulan kutipan yang memiliki gaya penulisannya masing-masing. Sehingga tinggal pilih saja, kutipan-kutipan dari penulis buku apa yang sekiranya sesuai dengan selera hati kita. Menurut saya, jika selera hati anak muda saat ini sih pasti akan jatuh pada buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).

“Hidup itu lucu, ya

 yang dicari, hilang

yang dikejar, lari

yang ditunggu, pergi

sampai hati kita lelah dan berserah

saat itu semesta bekerja

beberapa hadir dalam rupa sama

beberapa lebih baik dari rencana”

Ada yang bilang bahwa buku ini bisa membuat pembaca dibikin menangis, karena kumpulan kutipannya, berisikan berbagai hal pelik sebuah hubungan ataupun berbagi hal lain dalam kehidupan. Kalau kamu ingin membaca buku ini, disarankan sesekali harus siap tancapkan tisu ke dalam hidung karena kalimatnya amat sangat memiliki makna mendalam.

Ada lagi jika kamu ingin jatuh lebih dalam, menusuk hati, serta merobek perasaan. Buku kutipan yang berjudul Pernah Patah Hati Tapi Tetap Bidadari karya Bude Sumiyati ini tak usah diragukan lagi kehebatan kutipannya. Sebagian besar umat twitter dan instagram dibuat berdecak kagum atas kutipan yang Bude buat. Semua perihal sakit hati, kenangan, ikhlas, juga kehilangan terangkum di dalamnya.

Buku kumpulan kutipan Bude juga menanamkan nilai-nilai penting dalam hidup, mesti tegar walau diterpa dengan banyak kesedihan. Dan makanya mungkin ini cocok untuk anak muda milenial mendapati wejangan-wejangan dari Bude.

Berangkat dari kedua buku yang sedang digandrungi tersebut, saya dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa tren anak muda saat ini memang jatuh pada buku model kumpulan kutipan seperti itu. Namun tak hanya dua buku tadi diatas saja yang berisi kutipan-kutipan dahsyat nan fenomenal. Buku kumpulan kutipan dari penulis lain pun sebenarnya bagus dan isinya tak kalah hebat, seperti buku kutipan dari Dewi Lestari (Dee) yang terkenal dengan Supernova nya. Atau ingin kembali menyantap kembali kutipan-kutipan dari Pidi Baiq lewat bukunya yang berjudul Asbunayah. Silahkan saja, Itu semua kembali lagi kepada kamu. Lebih seleranya kepada penulis siapa. Yang terpenting selagi tren membaca kumpulan kutipan membawa nilai positif, jadi insiprisi banyak orang, khususnya bagi kalangan anak muda milenial. Membaca buku kumpulan kutipan boleh dibudayakan.

Baca juga: Perilaku Book Shaming, Memangnya Kenapa Kalau Beda Selera?

Komentar
Dhani Arief Wicaksono

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *