Memaknai Istilah Readgret Di Kalangan Pembaca

Ada banyak sekali mungkin istilah yang didengungkan terkait buku dan pembacanya. Seperti ada book hangover, bookstagram, book bosomed ataupun istilah yang  serba menggunakan permulaan kata biblio. Semuanya itu lahir bukan semata karena seketika muncul begitu saja. Lebih tepatnya, ada beberapa istilah yang muncul karena berasal dari literatur sejarah, maupun yang terkenal di kalangan pembaca buku. Termasuk pada istilah Readgret bagi kalian kaum pembaca.

Awal mula istilah Readgret ini muncul dari sebuah laman komunitas Internasional bernama Epic Reads, yang dalam postingannya kerap membicarakan tentang buku. Dari situ tersebarlah ke telinga para pembaca yang pada akhirnya punya dua arti. Menurut keterangan yang dipublikasi oleh Epic Reads bahwa Readgret memiliki dua arti.

Pertama adalah perasaan yang dirasakan oleh pembaca yang ingin menyelesaikan satu buku dengan cepat dan berharap bisa membacanya jauh lebih lambat. Lalu yang kedua punya arti sebagai perasaan sedih atau bersalah karena baru bisa membaca satu buku yang seharusnya sudah dibaca bertahun-tahun.

Bagi saya, dua hal ini terlihat punya makna yang malah mirip, karena terkait dengan harapan seorang pembaca, ingin bisa menuntaskan buku yang ia baca. Namun nyatanya tidak berhasil, maka disebutlah sebagai pembaca Readgret.

Bila diamati dari pengambilan kata “Readgret” bisa jadi ini adalah cara mengemas suatu istilah agar pembaca dapat merasakan hal yang seperti itu. Lagipula kalau dilafalkan melaui ucapan, seolah-olah terdengar seperti arti kata penyeselan apabila diterjemahkan dalam bahasa inggris, yaitu regret.

Maka saya berasumsi bahwa besar kemungkinan istilah Readgret ini muncul, memberi penekanan kepada setiap pembaca bahwa penyesalan itu bakal ada. Menyesal lantaran menunda-nunda baca buku. Istilah ini pun muncul demi menjawab persoalan, karena mungkin banyak di kalangan pecinta buku  ada yang tidak sempat untuk menamatkan buku bacaannya.

Perihal menunda bacaan, mungkin sampai saat ini masih jadi pertanyan mendasar yang sebetulnya baik atau tidak. Bagi saya sendiri, lebih baik buku bacaan diselesaikan walau merasa bahwa nantinya bakal jadi Readgret. Meski baca buku sampai khatam tidak menjamin kita paham sepenuhnya atas apa yang ada di buku.  Tetapi perlu kalian tau bahwa mengkhatamkan buku adalah sebaik-baiknya cara untuk menghindari kejahatan.

Lho, iya dong?! Begini, kalau seandainya buku tidak tuntas atau diselesaikan, khawatir terjadi gagal paham. Dari situ kemudian disebarluaskan ke banyak orang, padahal kenyataannya apa yang dipahami jelas berbeda. Bisa jadi juga gagalnya lantaran kurang memahami makna yang tersirat di buku atau ada bagian yang belum dibaca, lantas main tafsirkan di satu sisi saja. 

Baca Juga : CARA MENGATASI MASALAH “READING SLUMP” YANG KERAP MELANDA PEMBACA

Sah-sah saja kalau pemahaman kalian sudah mumpuni. Lah ini baru baca buku setengah jalan aja, gayanya selangit, udah gitu ngajak debat orang tentang buku yang dibaca. Udah maunya paling benar, ngotot sampe keluar urat pula. Daripada ujung-ujugnya terjadi mispersepsi, lebih baik selesaikan walau sehari cuma dapat baca beberapa lembar.

Kembali pada persoalan istilah Readgret. Selain cara terbaiknya adalah dengan tetap yakin bisa menamatkan buku yang sempat teralihkan. Bagi para pecinta buku, kalian pun bisa pakai cara memilih penempatan buku di tempat yang tepat, agar mudah terlihat, serta agak cenderung hiraukan anggapan orang tentang buku yang kalian miliki, khawatirnya nanti terbawa opini miring, padahal buku yang dimiliki itu justru isi ceritanya bagus dan menarik.

Tak lupa sertai dengan memanjatkan doa, antar sesama pembaca semoga kegiatan membaca buku tetap berjalan dengan lancar dan tidak lagi takut dihantui rasa Readgret. Mulai dari sekarang, sebelum terlambat, penting kiranya banyak-banyak apresiasi pada diri kita sendiri yang telah ekstra bekerja keras dalam membaca buku dan memahaminya. 

 

Komentar
Dhani Arief Wicaksono

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *