Memahami Agama dari Sufi Madura, Cak Dlahom

Sufi, sebagaimana dijelaskan oleh Dzun Nun al-Mishri, ialah orang yang tidak dibikin lelah oleh tuntutan dan tidak dibuat gelisah oleh sesuatu yang hilang darinya. Misalnya, tuntutan menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama, tidak sombong mempunyai kekayaan, tidak rakus terhadap harta benda, dan tidak merasa berat terhadap rindu. Bukan Dilan banget! Rindu itu berat.

Saya menemukan seorang sufi dari sosok Cak Dlahom dalam buku Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya. Pertemuan saya dengan Cak Dlahom berawal dari artikel Mojok.co pada Ramadan 2015 yang sekarang sudah dibukukan.

Kisah-kisahnya cukup menarik. Banyak pembahasan tentang agama yang mendasar tapi kadang dilupakan. Cak Dlahom memang berbeda dari orang biasanya. Terutama pandangannya dalam agama. Dari kisahnya, dia adalah sosok yang santai seperti tanpa beban. Walaupun sering dianggap gila oleh tetangganya, namun omongannya sering benar. Dia sendiri mengakuinya bahwa dia itu gila, cuma wayang, bahkan mengaku sebagai anjing.

“Bagaimana kalau aku ternyata benar adalah anjing, Mat?”

“Ya saya ndak berani bilang apa-apa, Cak.”

“Sama, Mat. Aku juga tak berani memberi cap kepada siapapun dengan apa pun. Puncak keberanianku hanya meremehkan diriku sendiri.”

Tak hanya pemikirannya yang berbeda, tingkahnya pun sedikit aneh. Untuk menyampaikan pesan yang dimaksud, dia sering menggunakan hal-hal konyol. Misalnya, telanjang bulat di balik mimbar, adzan bukan pada waktunya, sampai tinggal di kandang kambing. Semua dia lakukan untuk memberi pandangan yang berbeda dari suatu masalah.

Di sisi lain, Cak Dlahom adalah seorang duda beranak satu. Anaknya, Romlah, diasuh oleh temannya sedari kecil, Mat Piti. Dengan kata lain, dia sebatang kara hingga Romlah mengetahui bahwa dia adalah ayahnya.

Membaca kisah Cak Dlahom seperti berguru pada Jalaluddin Rumi. Tokoh Sufi terbesar dalam Islam. Namun kejenakaannya mengingatkan saya kepada kisah-kisah Abu Nawas. Dan dalam buku tersebut penulis mencantumkan sumber inspirasi kisah Cak Dlahom.

Secara keseluruhan, buku ini layak dijadikan panutan kita dalam memahami agama. Mungkin kisahnya ada yang sama seperti kisah Markesot-nya Cak Nun. Dan saya kesulitan untuk mencari kata yang pas untuk mendeskripsikan buku ini, selain Istimewa.

Judul Buku: Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya

Penulis: Rusdi Mathari

Penerbit: Buku Mojok

Tebal Buku: 226 hlm

ISBN:978-602-1318-40-9

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *