Melihat Sejarah Tiga Wilayah Administrasi Tangerang

“Mengetahui masa lalu untuk memperkirakan masa depan. Itulah arti penting mengetahui sejarah”. Pain- Naruto Shippuden

Yosh, itu ungkapan yang saya tangkap ketika nonton Naruto akhir-akhir ini. Sebuah perenungan bagi saya pribadi sebagai generasi yang gagap sejarah. Ungkapan dari Pain sebenarnya sudah ada dalam falsafah Jawa, ‘mikul dhuwur, mendem jero’. Artinya, kita diharuskan tahu asal-usul kita, pendahulu kita dan sejarahnya, setelah tahu kebaikan dan keburukannya, kita lanjutkan kebaikannya dan mengubur keburukannya. Kurang lebih begitu. Kalau saya salah, tolong dikoreksi.

Sebelumnya, teman saya, Dhani, sudah membahas sedikit di artikelnya tentang sejarah Tangerang dari sisi nama dan penduduknya. Hal ini yang memicu saya untuk membahas kembali sejarah Tangerang. Terutama membahas tentang kenapa sih ada tiga wilayah di Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

Mari kita bahas dulu nama Tangerang. Kata Tangerang adalah hasil metamorfosis dari kata ‘tengger’ dan ‘perang’. Tengger berasal dari kata sunda yang berarti tugu atau tanda, karena pada saat itu  perebutan wilayah antara kesultanan Banten dengan VOC. Sedangkan kata ‘perang’ sebagai penggambaran bahwa wilayah ini dalam sejarahnya adalah medan perang.

Terlepas dari sejarah panjangnya, Tangerang mempunyai tiga wilayah administrasi yang tetap setia pada nama ‘Tangerang’.

Yang pertama, Kota Tangerang Selatan. Kota ini baru terbentuk 9 tahun yang lalu. Tepatnya pada 26 November 2008. Kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Susahnya pelayanan administrasi masyarakat menjadi alasan pemekaran wilayah ini. Mengingat daerah ini cukup jauh dengan pusat pemerintahan kabupaten Tangerang. Ibu kota daerah ini berbatasan dengan Jakarta Selatan, di Ciputat. Bahkan dulu, Ciputat termasuk dalam Wilayah Administrasi Jakarta.

Selanjutnya, Kota Tangerang  terbentuk pada  28 Februari 1993, dulunya bagian kota administratif  Kabupaten Tangerang. Kota Tangerang adalah Kotamadya. Sebuah sebutan untuk kota menengah. Juga untuk membedakan dari kota besar. Namun pada 2001 sebutannya diganti menjadi ‘kota’.

Yang terakhir adalah ‘si empu’-nya Tangerang, Kabupaten Tangerang. Terbentuknya Kabupaten Tangerang tidak lepas dari sejarah mundurnya Belanda pada tahun 1942. Ketika itu Jepang sudah menguasai Wilayah Batavia (sekarang Jakarta) dan sekitarnya. Kabupaten Tangerang terbentuk pada tanggal 27 Desember 1943..

Dari ketiga wilayah, Kabupaten Tangerang masih menjadi wilayah yang terluas dengan 29 kecamatan. Dengan Kota Tangerang yang terdiri dari 13 kecamatan dan 7 kecamatan untuk Kota Tangerang Selatan.

Dengan wilayah yang cukup luas, potensi akan terjadinya pemekaran dari Kabupaten Tangerang masih ada. Alasan-alasan yang tadi diutarakan menjadi alasan utama untuk pemekaran selanjutnya. Akhir-akhir ini sedang genjar terdengar isu pemekaran untuk wilayah Tangerang Timur. Wilayah sebelah timur tangerang yang jarang dijamah oleh pemerintah kabupaten. Ini hanya perkiraan saya sesuai dengan ungkapan Pain pada awal tulisan ini.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *