Melihat Seberapa Kecilnya Peluang Persita Lolos ke Liga 1

Kalau boleh jujur, kekalahan dari Persiraja Banda Aceh membuat kemungkinan lolos Persita semakin mendekati nol. Ya, saat ini, saya kira kemungkinan lolosnya Persita ke Liga 1 tinggal 10%. Itu pun kalau hari minggu nanti Persita bisa mengalahkan Persiraja di kandang sendiri.

Di atas kertas, boleh jadi Persita diunggulkan. Tampil di hadapan pendukung sendiri membuat semangat tim sepak bola Indonesia meningkat. Hal lain yang terdukung, kemungkinan wasit untuk lebih menguntungkan tim tuan rumah masih biasa terjadi di liga Indonesia. Kalau tidak percaya, silakan tanya pada pelatih klub yang kerap protes wasit (hampir) selalu menguntungkan tuan rumah.

Dari rekam pertemuan dengan Persiraja musim ini, Persita boleh jadi bakal kalah pada hari minggu nanti. Mengingat pada Babak Wilayah Liga 2 Persita hanya bisa mendapat satu poin hasil seri ketika bermain di kandang. Lagipula, pada laga minggu nanti ada beberapa pemain yang diragukan tampil seperti Ledi Utomo dan Egi Melgiyansah karena cedera.

Tapi, persoalan yang ada di atas bukan menjadi faktor kunci buruknya performa tim ini. Ketika berhadapan dengan PSS Sleman akhir Oktober lalu, Ledi Utomo kerap melakukan kesalahan yang membahayakan gawang Persita. Kemudian, kiper Yogi Triyana juga melakukan satu kesalahan fatal yang berakhir bobolnya gawang Persita.

Memang sih, Ledi adalah pemain penting di lini belakang. Ia menjadi andalan tim dalam menghadapi bola-bola udara. Sementara Yogi kerap melakukan penyelamatan yang krusial. Sayangnya, konsistensi adalah musuh keduanya. Ledi semakin lambat bergerak, sementara Yogi beberapa kali kedapatan blunder. Itu belum ditambah kurang padunya Ledi dengan Rio Ramandika yang kerap membahayakan gawang sendiri.

Maju ke lini tengah tim Persita, Egi yang menjadi kapten telah kehilangan sebagian besar kemampuan. Badannya semakin besar, larinya semakin pelan. Saat pertandingan melawan Perserang Serang di laga pamungkas Babak Wilayah, Ia terlihat kepayahan mengejar pemain lawan. Sementara Adit Gigis juga tidak punya visi membangun serangan yang baik. Ade Jantra, kadang bermain bagus kadang ya kita sama-sama tahu. Kurang daya gedor untuk menyuplai bola ke depan.

Jika ada pemain yang paling konsisten di Persita, mungkin hanya Diego Banowo yang mampu melakukannya. Visi bermainnya baik, secara posisi juga teknik. Ketika suplai bola kurang, Ia tak ragu bermain melebar agar bisa mendapatkan bola. Sayangnya, sepak bola bukanlah permainan satu orang. Butuh satu tim yang padu agar dapat menaikan performa klub.

Hal ini menjadi faktor utama kenapa potensi lolos ke Liga 1 bagi Persita boleh dikata hanpir mustahil. Apalagi, dari sisa tiga laga, dua pertandingan harus dilakoni secara tandang. Jadi, kalau pun lolos dari sergapan Persiraja di kandang, kemungkinan besar Persita bakal dikalahkan dua tim unggulan; PSS Sleman dan Madura FC pada laga tandang.

Semua prediksi tadi bakal terwujud apabila Persita gagal memperbaiki performanya. Selama lini belakang masih mudah kocar-kacir dan gampang ditembus lawan, lini tengah melulu gagal menahan gempuran serta sulit membangun serangan, kemudian lini depan ya begitu-begitu saja, tidak ada kreasi dalam merobek jala lawan.  Agaknya mimpi lolos Liga 1 masih terlalu jauh untuk dicapai.

Komentar

Bukan siapa-siapa, bukan apa-apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *