Mari Isi Libur Lebaran #Dirumahaja Dengan Tetap Berliterasi

Bagi kalian yang sudah membuat rencana jauh-jauh hari untuk bisa mengisi libur lebaran, ternyata semua sirna gegara virus pandemi yang tak kunjung usai. Tenang, kita semua di seluruh dunia merasakan hal yang sama. Kesel? Iya, emosi? sudah pasti dirasakan, ingin rasanya melampiaskan amarah ke suatu hal. Namun apa daya, kita pun tak dapat berontak hanya bisa di rumah aja.

Setidaknya, siap sedia beberapa rencana baru untuk isi libur lebaran selama #dirumahaja haruslah ada. Dan lebaran tahun ini terasa berbeda, begitulah kiranya yang saya dengar dan lihat belakangan ini di berbagai media sosial. Curahan hati dari seluruh netijen Indonesia yang beragama muslim teramat miris. Tidak bisa rayakan solat ied bersama, tidak bisa mudik. Pokoknya macem-macem deh.

Saya pribadi memang sependapat dengan mereka yang mengatakan bahwa “Lebaran tahun ini terasa berbeda”. Tidak dapat dipungkiri bahwa mudik merupakan kebutuhan penting. Kerinduan akan kampung halaman bagi kebanyakan perantau, jadi duka menyedihkan. Biasanya aktivitas mudik sudah jadi langgangan wajib tiap tahun masyarakat Indonesia jelang lebaran tiba.

Namun dalam beberapa hari belakang, pemerintah Indonesia sudah secara resmi memberlakukan larangan mudik karena berharap memutus rantai penyebaran virus corona. Boleh-boleh saja sih, tapi kok agak berlebihan, sampai-sampai dibuatkan lagu. Urusan mudik, biar kami perantau yang terima nasibnya, kalian hanya berempati.

Persoalan tak bisa mudik ini yang menyebabkan beberapa orang mesti mengisi libur lebaran mereka untuk #dirumahaja. Bukan tidak mungkin, jenuh dan bosan pasti akan melanda. Kebanyakan masyarakat Indonesia pun beberapa mulai memiliki gejala-gejala kesehatan mental, akibat sudah hampir 2 bulan lamanya tidak bisa bebas keluar rumah.

Saya sarankan kepada kalian untuk menghabiskan serta mengisi waktu libur lebaran selama #dirumahaja dengan melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat. Seperti salah satunya melakukan kegiatan berliterasi. Dengan melakukan kegiatan literasi, tentu punya beragam manfaat, seperti dapat meningkatkan kesehatan karena bisa mengurangi stres yang berlebih, memperlambat kepikunan serta menstabilkan detak jantung. Terutama, selama mengisi libur lebaran, ada beberapa kegiatan berlitasi yang wajib kalian coba, berikut diantaranya:

Mengirim Pesan Singkat Ucapan “Selamat Idul Fitri”

Sudah jadi kebiasaan umum bagi masyarakat Indonesia saat menjelang hari raya mengucapkan beberapa kata kepada sanak famili, kerabat ataupun saudara jauh. Nah, hal ini bisa kalian ikuti. Tetapi, saya sarankan untuk tidak Copy-Paste dari pesan orang lain ya, kalian harus menulis pesan dengan kata-kata sendiri.

Supaya kalian nantinya mendapatkan pembelajaran tentang arti membuat suatu tulisan yang menarik dan enak dibaca. Juga sedikit lebih menghargai jerih payah tulisan buatan sendiri. Toh, kita sebagai masyarakat Indonesia, mestinya budayakan penggunaan kata yang benar. Bahasa Indonesia kan bahasa milik kita, minimalisir kesalahan-kesalahan kata maupun kalimat di kegiatan seperti ini. Jadi, dunia bakal takjub melihat masyarakat kita yang secara penggunaan kata ataupun kalimat betul-betul mengacu pada kaidah kebahasaan yang benar.

Baca Juga : Meneladani Kisah Perjuangan Aria Wangsakara Sebagai Pahlawan Tangerang

Membuat Tulisan Seputar Libur Lebaran Atau Keresahan Yang Dialami

Hal selanjutnya yang bisa kalian lakukan agar tetap berliterasi adalah membuat karya berupa tulisan. Caranya, kalian cukup menuliskan kesan dan pesan selama mengisi libur lebaran. Seperti momen apa saja yang sudah dilalui di hari raya Idul FItri.

Selain membuat tulisan seputar libur lebaran, kalian juga boleh menuliskan beberapa tulisan terkait keresahan yang sedang dialami semasa menjalani masa PSBB yang diberlakukan pemerintah. Pasti ada dong keresahan yang kalian alami, bolehlah tulisannya diunggah ke media sosial agar orang lain tau. Kirim ke platform kekinian yang kalian sering gunakan saja, seperti ke instagram, twitter ataupun facebook.

Tidak usah berharap mendapat atensi banyak terlebih dahulu, atau malah ragu karena tulisannya jelek. Sebab, dari situ kita belajar agar bagaimana caranya bisa membuat cerita. Tulis saja apa yang di benak hati dan pikiran. Karena, tulisan yang enak dibaca itu kan pada dasarnya orang lain yang menilai, bukan kalian.

Mendonasikan Buku Lama

Di bulan Ramadan ini merupakan momen berbagi yang pas, dan literasi masih sehubungan dengan buku. Nah, apabila kalian memang memiliki banyak stok buku lama yang sudah ditamati, atau tidak terpakai akan lebih baik jika donasikan buku-buku tersebut agar bisa dibaca oleh orang lain.

Jika kalian takut terkena virus karena mendonasikannya secara langsung, kalian bisa memakai jasa-jasa pengiriman yang ada. Sudah bukan saatnya lagi berharap adanya bantuan negara dengan menggratiskan pengiriman buku. Mengurus corona saja negara masih abu-abu. Kita yang sekarang sadar literasi harus yang lebih dominan, terus menguatkan dari ranah terkecil seperti pendistribusian buku.

Dengan begitu, libur lebaran jadi lebih bermakna dan bermanfaat dengan tetap melakukan kegiatan berliterasi. Semoga kalian tidak jenuh dan bosan lagi menjalani PSBB yang berjilid-jilid ini ya! Teruslah lakukan hal-hal baik dan tetap semangat menjaga diri.

Baca Juga : PSBB? Kebijakan Setengah-Setengah yang Diusung Pemerintah

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *