Makna Dan Tradisi Dalam Perayaan Hari Raya Imlek

Tahun baru Imlek merupakan hal yang penting dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat etnis Tionghoa. Pada penanggalan kalender Tionghoa, tahun baru Imlek dirayakan setiap tanggal 1 di tahun yang baru. Sedangkan akhir perayaan Imlek ada di pertengahan bulan pada saat bulan purnama atau tanggal 15, perayaannya sering disebut Cap Go Meh.

Tahun baru juga merupakan salah satu budaya yang sakral yang banyak dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Dalam menyambut tahun baru China atau Hari raya Imlek, Klenteng Boen San Bio dan Boen Tek Bio sudah menyiapkan tempat yang nyaman untuk beribadah.

Selain itu, terdapat Tradisi Kebajikan menjadi tradisi turun temurun yang sudah dilakukan sejak dulu. Pada Tradisi Kebajikan, setiap orang yang sembahyang harus menulis kebajikan yang nantinya dimasukkan ke amplop. Kemudian, setelah selesai sembahyang untuk memanjatkan doa kepada para dewa, para pendoa kembali mengambil amplop yang sudah mereka tulis dengan berbagai kata-kata kebajikan di dalamnya. Tradisi ini bermaksud agar masyarakat yang berdoa menjadi pribadi yang lebih baik.

Tahun baru kali ini dalam fengshui disebut sebagai tahun babi tanah. Yang dapat diartikan babi itu berunsur bagus, di mana orang banyak yang suka dia. Kalau unsur tanah itu menerima, di mana apa yang kita tanam cepat berbuah di tahun ini.

Dalam perayaan Imlek, biasanya terdapat ciri khas yang setiap tahun ada. Yang pertama adalah hiasan lampion yang bertuliskan nama si pendoa dengan harapan, kehidupannya lebih bercahaya dan ribuan lilin berbagai ukuran yang akan menyemarakan tahun baru ini.

Yang kedua adalah Angpao yang merupakan sebuah hal yang wajib ada dalam perayaan Imlek. Tak lengkap rasanya jika Imlek tanpa Angpao.Pemberian Angpao sendiri ada ketika orang dewasa yang sudah menikah wajib memberikan uang sebagai tanda kemakmuran dan membagi kebahagiaan kepada anak-anak. Angpao juga bisa diberikan kepada mereka yang belum menikah. Angpao ini harus dibungkus dengan amplop berwarna merah dan diberikan ketika perayaan tahun baru tiba.

Yang ketiga adalah Kue Keranjang yang merupakan ciri khas yang tidak boleh dilewatkan. Tak lengkap rasanya perayaan Imlek tanpa kue manis yang satu ini. Kue keranjang atau disebut juga Nian Gao, berarti kue tahunan. Karena hanya dibuat setahun sekali. Bahan dasarnya sederhana yakni tepung ketan dan gula merah. Kue keranjang umumnya berbentuk bulat dan agak tebal. Dari filosofinya, kue keranjang ini sebenarnya merupakan bentuk harapan keluarga agar dapat terus bersatu dan melewati berbagai masalah.

Yang keempat adalah pertunjukkan Barongsai. Barongsai sendiri merupakan tarian tradisional China. Pemainnya menggunakan sarung yang menyerupai singa dengan warna dominan merah dan kuning. Atraksi Barongsai adalah salah satu budaya yang wajib dilakukan ketika Imlek tiba. Barongsai selalu ada saat perayaan Imlek sebagai kepercayaan bahwa barongsai bisa mengusir nasib buruk.

Terakhir, semoga di tahun baru Imlek ini menjadi perwujudan rasa toleransi ditengah masyarakat Tangerang, sehingga Tangerang bisa menjadi kota yang sejuk dan damai. Dan jangan lupa Hong bao na lai, Gan.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *