timur

Literasi Dari Timur Indonesia: Rumah Bacarita Sejarah

Literasi Dari Timur Indonesia: Rumah Bacarita Sejarah – Negara Indonesia duduk di peringkat terendah dalam hal minat baca. Karenanya, banyak upaya sedang dicoba. Salah satunya, banyak bermunculan gerakan literasi yang terus berusaha menyebarkan virus-virus literasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Walau dunia literasi seringkali disalah pahami sebagai hal yang berat dan rumit—yang membuat jaraknya dengan masyarakat kian jauh. Namun setiap komunitas literasi terus berupaya, memangkas jarak itu, tak pernah letih. Mereka selalu percaya, asa itu tetap ada, dan akan menular kepada siapa saja.

Kini, atas segala upaya menjaga asa itu, semangat mereka telah sampai di daerah paling timur Indonesia. Bagi orang sana, literasi masih sangat asing di telinga. Bahkan buku adalah prioritas paling-paling sekian bagi mereka. Lalu, kepedulian akan itu muncul. Salah satunya melalui semangat gerakan Rumah Bacarita Sejarah yang diusung oleh Amar Rumagia dan Fadly.

Literasi Rumah Bacarita Sejarah sendiri merupakan sebuah wadah taman baca nonformal demi meningkatkan kesadaran baca tulis bagi para pemuda, pelajar dan masyarakat setempat guna menciptakan egopedagogik pada mutu perkembangan kemajuan sumber daya manusia menuju kampung berkemajuan.

Bertempat di Kota Sirih Pulau Gorom Seram Bagian Timur, Rumah Bacarita Sejarah hadir sebagai lembaga nonformal yang bergerak untuk menunjang sarana dan prasarana demi meningkatkan sumber daya manusia daerah kampung sekitar dengan cara memberikan pendidikan berliterasi.

Tujuan Rumah Bacarita Sejarah sungguhlah mulia, berkeinginan untuk dapat mengembangkan sumber daya manusia masyarakat di daerah timur Indonesia melalui peningkatan minat baca, minat belajar dan pengembangan bakat. Hal tersebut bisa dilihat dari dituangkannya agenda melalui beragam kegiatan di dalamnya. Mulai dari kelas-kelas pendidikan dan sebagainya. Semua kegiatan yang ada berlangsung secara cuma-cuma alias gratis. Dan hal menarik lainnya ialah para siswa yang belajar tidak dipungut akan biaya.

Saya sendiri mengenal gerakan ini dari Facebook grup Pustaka Bergerak Indonesia kemudian mencari tahu info lainnya di internet. Dan yang saya dapati adalah rasa kagum melihat semangat gerakan ini. Bagaimana tidak, saat saya melihat Youtube Rumah Bacarita Sejarah banyak konten-konten yang dapat menggetarkan hati bagi siapapun yang melihatnya. Mulai dari anak bernama Farendra yang disebut kalkulator anak usia 5 tahun hingga proses berkembangnya gerakan ini mulai dari titik nol hingga sekarang.

Rumah baca yang sederhana dengan akses yang sangat sulit, fasilitas yang minim seperti penerangan yang hanya ada di siang hari serta keterbatasan koleksi buku. Anak-anak yang ingin membaca tentu bingung jika semua buku telah dibaca. Apalagi, buku-buku yang baru juga akan berdampak positif bagi anak-anak untuk mengenali dunia luar. Jadi, sudah sepatutnya bagi kita untuk turut menyumbangkan buku bacaan bagi gerakan-gerakan literasi yang memiliki kendala soal keterbatasan buku bacaan.

Apa yang dilakukan RBS, tentu menjadi pelecut semangat bagi gerakan-gerakan literasi lainnya. Karena kepeduliannya terhadap masyarakat timur Indonesia patut kita berikan apresiasi. Lalu mengapa kita yang memiliki akses lebih baik tidak menunjukkan semangat untuk menebar virus-virus literasi?

RBS memang hanya salah satu dari sekian banyak gerakan-gerakan literasi yang menebar virus literasi di daerah timur Indonesia. Namun langkah-langkah semacam ini tentu perlu untuk Indonesia yang lebih kedepannya.

Semoga dengan langkah-langkah semacam yang RBS pelopori membuat posisi Indonesia dalam peringkat minat baca dapat membaik. Kemudian jika kita berkaca dari masyarakat timur yang kesulitan dalam mendapatkan akses bacaan namun sangat antusian dalam membaca, masa kita yang mudah mendapatkan akses bacaan tidak mau menyempatkan waktu untuk membaca sih?

Baca juga: Jangan Ma(L)U Jadi Sopir: Menjadi Sopir Secara Tidak Sengaja

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *