Lelaki Harimau: Wujud dari Segala Bentuk Ketidak Manusiaan

Novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan memang mengesankan, cerita yang diangkat terbilang sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Berawal dari permasalahan keluarga yang tidak harmonis, anak yang kurang kasih sayang orang tua, bahkan perekonomian yang sulit, perasaan benci kepada seseorang karena perkataannya yang menyakitkan bisa membuat seseorang berbuat sesuatu diluar nalar, seperti membunuh. Itulah makna yang bisa saya ambil dari cerita novel Lelaki Harimau.

Margio, anak pertama dari pasangan Komar bin Syueb dan Nuraeni. Hubungan keluarga ini tidak harmonis. Margio mempunyai dua adik perempuan yaitu Mameh dan Marian. Dalam novel diceritakan Margio dan adik-adiknya tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Komar dan Nuraeni.  Margio dan mameh sering mendapatkan kekerasan dari Komar. Komar juga kerap memberikan perlakuan kasar terhadap istrinya. Nuraeni tak pernah melawan, Ia hanya berdiam diri seperti orang yang sudah kehilangan gairah hidup.

Margio dipergoki tengah berlumuran darah. Lalu tak lama berselang, mayat Anwar Sadat ditemukan tergelepar dengan leher yang hampir putus. Margio melakukannya hanya dengan menggigit leher Anwar syadat, pembunuhan yang sangat primitif telah dilakukan oleh seorang bocah. Penduduk tidak menyangka bahwa kejadian itu bisa terjadi begitu saja. Padahal Komar bin Syueb, ayah Margio baru saja meninggal beberapa hari yang lalu.

 “Bukan aku yang membunuhnya”

“Ada harimau didalam tubuhku”

Harimau itu sebagai wujud dari segala bentuk ketidak manusiaan yang tak terkendali  amarah, dendam, benci, gelisah, bercampur satu untuk menghakimi dan menghukum segala hal yang menghadirkan rasa tersebut.

Beberapa tokoh dalam Novel, semuanya memiliki cerita masing-masing yang saling berkesinambungan dan menjadi sebuah jawaban mengapa pembunuhan keji itu bisa terjadi.

Ketika membaca cerita dalam novel ini, saya setuju dengan kalimat Katrin Bandel yang menghiasi sampul belakang buku ini, Ia mengatakan bahwa “kisah ini membuat kita menyadari betapa nilai-nilai moral yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari ternyata terlalu sederhana, tak memadai untuk menilai kehidupan manusia yang penuh liku-liku”.

Jujur saja saya sedikit merasa bosan membaca Novel Lelaki Harimau ini, karena ada beberapa bahasanya yang kurang saya mengerti dan alur cerita yang terkadang maju mundur, jadi sedikit membuat saya berfikir agar bisa menyambungkan kejadian satu dengan kejadian yang lainnya. Tapi ceritanyalah yang membuat saya penasaran, sebenarnya hal apa yang sudah terjadi sampai bocah seperti Margio bisa melakukan pembunuhan sekeji itu.

 

Judul                     : Lelaki Harimau

Penulis                 : Eka Kurniawan

Genre                   : Fiksi

Kategori               : Novel/Sastra

Penerbit               : PT. Gramedia Pustaka Utama

ISBN                     : 978-602-03-2465-4

Bahasa                 : Indonesia

Tebal                    : 190 halaman

 

 

Komentar
Nuryeti

Never stop learning, because life never stop teaching

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *